
"Dia bukan pembantu tapi, dia istriku!" Ucap suara bariton dari arah tangga.
Ya suara yang menggelar itu adalah milik Abi.
Abi terbangun karena mendengar suara gaduh sedari tadi. Dengan cepat dia beranjak lalu turun ke lantai bawah. Dan benar saja ada seseorang yang tidak dia sukai ada di mansion nya. Dan parahnya dia berkata sangat lancang bahkan mengatakan Thika seorang pembantu.
Abi pun mendekati Thika, merengkuh pinggangnya. "Dia adalah istriku, kau tidak bisa menghinanya seperti itu! Jika aku mendengarnya lagi maka akan aku pastikan kau menerima ganjarannya!" Ucap Abi dengan nada mengancam. Menatap Fani dengan tatapan bagai sebilah pedang tajam.
"Tapi kak, aku tidak sengaja. Tapi memang benar penampilannya seperti pembantu bukan?" Ucapnya manja lalu mendekati Abi.
Thika sedari tadi hanya diam menyimak perkataan mereka. Namun, tak dipungkiri ingin sekali rasanya dia meninju wanita yang seperti sedang berakting itu.
Fani mendekat kearah Abi. Bergelayut manja di lengan kekarnya itu. Berharap Abi akan memaafkan kesalahannya.
"Cukup! Lebih baik sekarang kau pulang, sebelum aku mengusirmu!" Bentak Abi.
Fani pun dengan terpaksa pergi dari mansion mewah tersebut. Wajahnya merah padam bukan malu tapi menahan amarah. Amarah yang berkobar terhadap Thika. "Awas saja aku akan merebut kak Abi darimu! Tidak ada seorangpun yang bisa memiliki kak Abi selain diriku." Gumamnya.
Setelah kepergian Fani, Abi pun menatap Thika. "Jangan dengarkan apa yang dia katakan. Lebih baik kamu menghindarinya ketika bertemu hmm." Ucap Abi. Lalu menggenggam tangan Thika mengajaknya menuju meja makan untuk sarapan.
"Siapa dia?" Tanya Thika saat sudah sampai di meja makan.
__ADS_1
"Seseorang yang tidak penting. Sudahlah tidak usah dipikirkan lagi." Jawab Abi.
Mereka pun sarapan dalam diam. Sementara Thika mulai memikirkan hubungannya dengan Abi. Tak dipungkiri pesona CEO Dewantara Enterprise ini sangatlah kuat. Bahkan dia sendiri kini sudah mulai tumbuh benih-benih cinta kepada Abi. Tapi, apakah Abi juga mempunyai perasaan yang sama kepadanya?
Setelah sarapan ponsel Abi berdering. Dia pun pergi menjauh sebentar. Sementara Thika membereskan piring-piring kotor di atas meja makan.
"Aku ada urusan, mungkin akan pulang setelah jam makan siang." Ucap Abi lalu pergi menuju suatu tempat.
*
*
Namun, tiba-tiba Fani datang lagi. Entahlah apa lagi yang diinginkan oleh wanita ini? Batin Thika bertanya.
Fani yang melihat Thika pun mendatanginya. "Hai nona ah maksudku nyonya Dewantara. Maafkan aku yang telah lancang masuk kemari. Tapi, ada satu hal yang perlu aku beritahu kepadamu." Ucapnya tersenyum smirk.
"Sampaikan apa yang perlu kamu sampaikan. Setelah itu keluarlah! Abi sangat tidak menyukaimu!" Ucap Thika tegas.
Fani hampir terbawa emosi ketika mendengar perkataan Thika. "Ehhh kamu galak sekali kepadaku. Yang mau aku beritahu adalah mengenai mantan pacar Kak Abi. Kamu pasti belum tahu bukan?"
"Aku juga tahu loh, kamu itu hanya menikah kontrak dengan kak Abi." Ucapnya lagi.
__ADS_1
Thika terdiam, lidahnya kelu tak bisa mengucapkan apa-apa. Dia tahu bahwa pernikahannya hanya pernikahan kontrak. Tapi, bukankah perlakuan Abi padanya sedikit sudah berubah? Bolehkah dia berharap pada pernikahan ini? Batinnya.
Melihat Thika yang terdiam, Fani tersenyum kemenangan. Lalu memutari tubuh Thika, berbicara di belakangnya. "Kamu tahu pacar pertama Kak Abi namanya adalah Vira. Kak Abi sangat mencintainya, apapun yang diinginkannya selalu dipenuhi. Namun, sayang sekali dia sudah meninggal lima tahun yang lalu."
"Karena itu juga Kak Abi berubah jadi lebih tertutup dan dingin kepada semua orang. Bahkan selama ini dia tidak terlihat dekat dengan perempuan manapun karena masih mencintai Vira." Ucapnya lagi.
Thika pun mengernyitkan dahinya. Thika berfikir apa hubungannya antara dia dan Vira? Lalu apa untungnya Fani menceritakannya padanya?
"Lalu apa hubungannya denganku?" Tanya Thika.
"Well, aku ingin kamu menjauh dari Kak Abi. Kamu tahu aku sudah menunggunya selama lima tahun, bahkan cintaku padanya tak berkurang sedikitpun." Ucap Fani tak tahu malu.
"Jika aku menjauh apakah Abi akan mau padamu? Atau kamu punya motif untuk itu? Kamu tahu jelas hubungan Abi dengan Vira, jadi kamu jelas mempunyai hubungan dekat dengan mereka. Yang jelas bukan Abi. Apa hubunganmu dengan Vira?" Tanya Thika mengintrogasi Fani.
Fani jelas sedikit terkejut, bagaimana gadis ingusan di depannya ini sangat hebat membaca situasi dari pembicaraan mereka. "Hubunganku dengan Vira? Vira adalah kakakku ah lebih tepatnya kakak Tiriku satu ayah." Ucapnya dengan angkuh.
Mendengar itu Thika hanya membuang nafasnya. Dimana aku? Bagaimana seorang adik bisa menggaet pacar dari kakaknya sendiri? Ah mungkin bisa disebut mantan pacar juga karena Vira sudah meninggal. Apakah sekarang permainan tolong menikung sedang ramai? Pikirnya.
Tak lama mobil putih memasuki halaman mansion. Seseorang lalu turun dari mobil putih itu.
Bersambung......
__ADS_1