Antara Cinta & Benci Sang Penguasa

Antara Cinta & Benci Sang Penguasa
Dad & Son


__ADS_3

Pagi menyingsing, suara kicauan burung saling bersahutan di atas ranting pohon. Itu membangunkan tiga laki-laki yang sedang enaknya merengkuh mimpi indahnya.


"Dad, Agastya wake up!" (Ayah, Agastya bangun). Ucap Aska sambil mengucek pelan matanya.


"Lima menit lagi." Ucap Abi dan Agastya berbarengan. Bagaimana tidak kemarin malam mereka bermain dan menonton sampai larut malam. Dan efeknya terjadi hari ini, dimana mereka akan mengantuk. Untung saja saat ini sedang musim liburan, jika sekolah bisa dipastikan mereka akan terlambat.


Aska yang sudah terbiasa bangun pagi, pergi menuju kamar mandi membersihkan dirinya. Lalu pergi menuju dapur, memanggang roti dan menyiapkan susu untuk sarapan.


Tak lama setelah menyiapkan sarapan berupa sandwich, Aska kembali ke kamarnya membangunkan Agastya dan sang Daddy. Dan untungnya Agastya sudah bangun sehingga hanya tinggal Daddy nya sekarang.


"Dad, wake up! Sekarang kita ada meeting." Ucapnya. Seketika Abi terbangun karena mendengarnya. "Good morning." Ucap Abi lalu mengecup kening putranya.


"Bersiap-siaplah dad, aku menunggu di meja makan." Ucap Aska lagi. Lalu melenggang pergi.


*


Tak lama setelah Abi dan Agastya bersiap-siap, mereka pun sarapan dengan penuh khidmat. Sedangkan Aska sesekali mengecek ponselnya.


"Aska, Agastya ikut Daddy ke perusahaan ya. Karena Daddy ada urusan yang sangat penting. Daddy juga sudah menghubungi mommy kalian." Ujar Abi.


"Baik dad!" Seru keduanya.


Setelah sarapan mereka pun menuju cabang perusahaan Dewantara Enterprise. Mereka pun melenggang masuk disaat mereka sudah sampai. Menuju ruangan khusus miliknya.


Abi pun memanggil Roy agar mendekat. "Roy, bisakah kamu mengajak Agastya sebentar? Aku ada urusan dengan Aska." Ucapnya.


"Baik bos!" Sahut Roy.


Aska dan Abi menuju ruang rapat untuk berdiskusi. "Jadi bagaimana dengan poin-poin yang tertera?" Tanya Abi disaat mereka sudah duduk.


Aska mengangguk. "Lumayan, sudah memenuhi standar. Aku akan menyuruh Justin untuk datang kemari setelah makan siang." Sahut Aska.

__ADS_1


"Bagaimana caranya?" Tanya Abi yang kebingungan.


"Aska akan bilang, bahwa Aska mengenal Daddy. Lagi pula semua orang disana mengenalku sebagai pria berumur 30-an karena aku selalu berkomunikasi menggunakan suara yang sudah dimodifikasi." Ujarnya.


Sementara Abi terkagum-kagum atas kepintaran sang putra. Sangat pintar, sama seperti ibunya.


*


*


Setelah jam makan siang, perwakilan ASTA Corp yaitu Justin datang ke perusahaan.


"Selamat datang tuan Justin, mari ikut saya ke ruangan rapat." Ujar Roy. Menyambut kedatangan Justin lalu mengajaknya ke salah satu ruangan.


Setelah tiba di ruangan tersebut, Roy membuka pintu ruangan tersebut. "Permisi bos, perwakilan ASTA Corp tuan Justin sudah datang." Ucap Roy. Dan diagguki Abi.


Roy mempersilahkan Justin untuk masuk lalu membantunya menarik bangku kursi.


"Mari kita mulai pembicaraan tuan Justin dan maafkan kehadiran putraku karena dia tidak bisa ditinggal." Ucap Abi memulai pembicaraan. Sementara Aska menatap tajam sang Daddy.


"Baik saya disini akan membicarakan poin penting dari kerja sama yang sudah disetujui oleh atasan saya. Poin pertama keuntungan yang didapat dari kedua belah pihak nantinya akan dibagi menjadi 40% ASTA Corp dan 60% Dewantara Enterprise. Poin kedua kerjasama ini akan berlangsung selama lima tahun dan bisa diperpanjang nantinya. Bagaimana sir?" Tanya Justin setelah menjelaskan poin kerja sama.


"Sudah cukup." Abi membaca lagi kontak kerjasama, lalu membubuhkan tanda tangannya .


Abi bangkit diikuti Justin dan Roy. "Semoga kerjasama kita kedepannya berjalan lancar." Ucap Abi menjulurkan tangannya.


"Of course sir." Balas Justin menjabat tangan Abi sambil tersenyum. Setelah itu dia pun meninggalkan perusahaan.


Sementara Abi dan Aska masih ditempat. "Bagaimana dad? Apa sudah puas?" Tanya Aska melirik sang Daddy.


Abi tersenyum. "Tentu. Nanti Daddy akan mentraktirmu." Sahut Abi. Dan dibalas anggukan oleh Aska.

__ADS_1


Disaat mereka sedang berjalan di lorong, Roy datang dengan sedikit berlari. "Bos ada yang ingin aku sampaikan." Ucapnya. Lalu Roy melirik Aska sekilas


Aska yang mengerti lirikan itu berjalan meninggalkan sang Daddy berbicara berdua dengan Roy. "Katakan Roy." Ucap Abi kala Aska sudah pergi.


"Bos, pemilik ASTA Corp sangat misterius bahkan profilnya tidak tercantum di data perusahaan. Aku sedikit kesulitan mencari tahu." Jelasnya.


Abi menyeringai. "Tidak usah diteruskan, pemilik ASTA Corp ada disini sekarang." Ucapnya.


Roy kebingungan. "Siapa dia? Dan dimana dia saat ini?" Tanya Roy.


Abi berjalan menuju ruangannya. "Pemilik ASTA Corp adalah putraku Aska." Ucapnya. Seketika membuat Roy tersentak.


"APA?!!!" Pekiknya.


*


*


*


Abi dan si kembar pun pulang disaat semua urusan Abi sudah selesai. Dan saat ini mereka sudah berada di depan rumahnya menenteng beberapa makanan yang sudah mereka beli.


Dari kejauhan datang nyonya Sharma membawa sekantong buah-buahan. "Aska, Agastya grandma sangat merindukan kalian. Ini ada sedikit buah-buahan." Ucapnya lalu menyerahkan buah-buahan tersebut.


Nyonya Sharma pun melirik Abi yang sedari tadi diabaikan keberadaannya. "Aska, Agastya siapa pria itu?" Tanyanya.


"Grandma ji perkenalkan dia adalah Daddy kami." Ucap Agastya memperkenalkan sang Daddy. Aska hanya mengangguk.


Nyonya Sharma pun terkejut. Abi mendekat lalu memperkenalkan dirinya. "Perkenalkan, nama saya Abimanyu Dewantara. Saya suaminya Avanthika dan Daddy dari Aska dan Agastya."


"Selama ini kami memiliki sedikit masalah sehingga kami berpisah. Aska dan Agastya selalu bercerita tentang anda. Terimakasih karena telah menjaga istri dan anak-anak saya selama ini." Ucap Abi.

__ADS_1


Tak lama kemudian Thika datang setelah melakukan perjalanan bisnis. Dia terkejut karena melihat nyonya Sharma yang berbincang dengan Abi.


Bersambung…..


__ADS_2