Antara Cinta & Benci Sang Penguasa

Antara Cinta & Benci Sang Penguasa
Hanya Milik Abimanyu Dewantara.


__ADS_3

"Tutup mulutmu! Keluarlah! Aku tidak suka mengulang perkataan ku dua kali!" Ucap Abi dengan nada emosi.


Melihat itu, Maya pun keluar dari ruangan Abi. Tapi di dalam hatinya dia mengutuk Thika. 'Ini semua gara-gara Thika si jala*g! Tunggu saja pembalasanku!'


*


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Karena tidak ada pekerjaan untuknya, Thika pun menuju ke kantin perusahaan untuk sarapan. Karena dia belum sempat sarapan di rumah. Dilihatnya keadaan disana sedikit lenggang, karena belum banyak orang yang datang. Thika pun duduk di salah satu tempat duduk setelah memesan makanan favoritnya, tidak usah ditanya ya pasti mie ayam.


Sambil menunggu makanannya, Thika mengambil ponselnya. Melihat beberapa berita terkini yang sedang terjadi.


Makanan yang dipesannya pun datang beserta es jeruk sebagai pelepas dahaga. Tak lama datang seseorang dari arah belakang. Seseorang dengan tatapan yang kurang bersahabat, dengan cepat menuju meja Thika.


Brukk!!!


Thika terperanjat kaget. Dilihatnya orang yang membuatnya kaget yang tak lain adalah Maya.


"Ini semua gara-gara lo! Dasar jala*g! Kalau bukan karena lo, gue gak akan dipecat!" Teriaknya Maya. Sehingga membuat karyawan yang berada di sana mengerumuni mejanya.


Thika bangkit dari duduknya. "Jika seseorang berani berbuat maka harus berani bertanggung jawab. Mungkin mbak dipecat karena salah mbak sendiri, kenapa menyalahkan ku? Mbak tahu tidak akan ada asap kalau tidak ada api." Ucap Thika santai.


Maya sedikit menarik ujung bibirnya. "Apa yang lo berikan kepada bos sehingga dia membelamu huh? Atau kamu pake susuk?" Tanya Maya.


Semua orang pun berbisik-bisik membicarakan dirinya dan juga Maya. Ingi. Rasanya Thika menghajar wanita satu ini. Tapi dia urungkan karena tidak ingin membuat masalah menjadi lebih runyam.


"Ada apa kok diem?" Tanya Maya, memprovokasi Thika.


Thika tak bergeming. Tiba-tiba dari arah kerumunan datang seseorang yang ingin membantu Thika.

__ADS_1


"Cukup mbak Maya sudah kelewatan!" Sarkas Vino. Ya yang datang membantu Thika adalah Vino.


Maya tersenyum sinis. "Satu lagi pahlawan yang datang. Sudah berapa banyak laki-laki yang sudah kamu pengaruhi hmm?" Tanya Maya.


Vino maju menghadapi Maya. "Thika tidak seperti itu. Karena mbak Maya sudah dipecat sebaiknya mbak keluar! Atau saya panggilkan satpam?" Tanya Vino.


"Kamuu…." Ucap Maya, karena kalah beradu argumen.


"Apa kamu tidak dengar perkataanku HAH?!" Tanya seseorang dari arah belakang yang tak lain adalah Abi.


Setelah Maya pergi, Abi mempunyai firasat bahwa Thika akan dalam bahaya. Lalu dengan cepat menyusul Maya. Dan benar saja di mencari keributan dengan Thika.


"Ahh p-pak…" Ucap Maya terbata-bata.


Abi menatap tajam Maya. "Aku selama hidupku tidak ingin menyakiti wanita. Jadi pergi dari hadapanku dan menjauhlah!" Teriak Abi. Sebisa mungkin menahan amarahnya.


"Tapi pak, ini semua salah Thika. Bahkan dia merayu Vino disaat tidak dapat merayu bapak." Ucapnya tak mau kalah.


Thika, Vino, Maya beserta semua karyawan yang berada di sana seketika terkejut.


Thika sedikit menundukkan kepalanya, karena identitasnya sebagai istri CEO terbongkar. Sedangkan yang lainnya kembali berbisik-bisik. Mempertanyakan perkataan sang CEO.


Maya yang terkejut mendekati Abi. "Tidak! Itu tidak mungkin!" Teriak Maya. Karena risih Abi menyuruh Roy membawa Maya pergi.


Sedangkan Abi membubarkan kerumunan itu. "Jika kalian masih mau bekerja disini, cepat bubar!" Titah Abi. Yang membuat semua karyawan seketika membubarkan diri.


Hanya tinggal Abi Thika dan Vino. Abi pun memegang tangan kanan Thika untuk membawanya pergi. Dengan cepat Vino menggapai tangan Thika. "Apa benar itu Thika?" Tanya Vino menggenggam tangan kiri Thika.

__ADS_1


Thika hanya diam. Abi mengerutkan dahinya melihat tangan Vino yang memegang tangan istrinya. "Maaf pak Vino. Thika memang benar istri saya, kami sudah menikah selama tiga Minggu." Ucap Abi sambil melepaskan pegangan tangan Vino.


"Tidak mungkin…." Ucap Vino lirih. Menatap Thika. Thika hanya mengangguk pelan, menyatakan bahwa dia sudah menikah dengan Abi.


Abi yang muak melihat pemandangan itu, dengan cepat membawa Thika pergi.


Vino hanya memandangi punggung Thika yang menjauh. Memegangi dadanya yang berdenyut sakit. 'Lagi-lagi aku kalah. Sama seperti sebelumnya, aku masih saja pengecut. Apakah cintaku akan selalu tidak terbalas seperti ini? Rasanya sakit. Sangat' Batin Vino.


*


*


Abi menuntun Thika menuju mobilnya. Thika hanya pasrah mengikuti perintah Abi. Thika tau bahwa saat ini Abi dalam perasaan yang tidak stabil. Abi lalu menyuruhnya masuk. Diiringi Abi yang duduk di samping Thika sedangkan Roy yang mengemudikan mobil.


Selama didalam mobil, mereka bertiga hanya diam. Tidak berani memulai topik pembicaraan.


Setelah menempuh waktu 25 menit, mobil Abi berhenti di sebuah restoran mewah. Ada banyak orang yang datang karena sudah saatnya makan siang. Abi turun lalu membukakan pintu mobil untuk Thika.


Thika hanya mengikuti keinginan Abi, lalu turun. Tampak Abi yang berjalan sambil menggenggam erat tangan Thika. Seperti mengatakan kepada orang-orang bahwa Avanthika hanya milik seorang Abimanyu Dewantara.


Seorang pelayan menunjukkan jalan kepada Abi yang sudah memesan ruangan VIP untuk dirinya makan siang bersama istrinya. Tak lama mereka pun sampai di ruangan VIP yang terletak di lantai tiga.


Mereka pun memasuki ruangan, Abi pun menuju kursi membantu Thika menarikkan kursinya. Thika pun duduk lalu diikuti Abi. Pelayan itu pun menyerahkan daftar menu kehadapan Abi dan Thika.


"Pesanlah!" Titah Abi. Dia tahu bahwa Thika sama sekali belum sarapan, bahkan saat akan sarapan di perusahaan dia tidak jadi karena terjadi keributan.


Hei tuan CEO tidak tahukah engkau bahwa Thika saat ini sedang bingung tentang perasaannya. Bahkan bingung dengan perlakuan anda yang kadang baik dan kadang seenaknya.

__ADS_1


Thika pun memesan Ramen dan Sushi dengan minumannya Lemon Tea. Entahlah setelah mendapat kejadian tadi Thika ingin melupakan masalahnya dengan memakan olahan mie dari negeri matahari terbit. Setidaknya dirinya akan semangat setelah memakan makanan kesukaannya.


Bersambung….


__ADS_2