Antara Cinta & Benci Sang Penguasa

Antara Cinta & Benci Sang Penguasa
Ekstra part 2 - Menangislah


__ADS_3

Keesokan harinya, Nisha dan Mahen sudah berangkat ke bandara. Karena tuntutan pekerjaan mereka yang tidak bisa ditinggal.


Untuk hari ini Abi akan mengajak keluarga kecilnya berkeliling menikmati keindahan alam pulau Dewata. Begitu juga Roy yang ingin sedikit merelaksasi pikiran dengan jalan-jalan di kawasan sekitar hotel.


Sementara Roni, ditinggal sendiri di hotel, itu karena jika Roni ikut maka akan merusak momen para keluarga kecil tersebut.


"Haiz, aku ditinggal sendiri." Gumam Roni.


Roni pun memutuskan untuk keluar juga, menemui rekan dokternya yang bekerja di salah satu rumah sakit. Dia pun mengambil sebuah sepeda motor lalu memakai helm nya. (Ingat pakai helm kemanapun disaat berkendara, demi keselamatan kita bersama dalam berkendara.)


Angin sepoi-sepoi berhembus dikala Roni sudah melajukan motornya. Dia sendiri menikmati perjalanannya sambil sesekali bersenandung. Karena sudah lama dia tidak keluar menggunakan sepeda motor.


Setelah menempuh beberapa waktu, Roni pun sampai di salah satu rumah sakit dimana temannya bekerja. Di datang kesana karena permintaan temannya yang ingin berdiskusi dengannya.


Baru saja Roni masuk ke dalam rumah sakit, tiba-tiba seorang anak menabraknya hingga membuat sang anak terjatuh.


"Aduh…." Ringis anak itu.


Baru saja Roni ingin membantu anak yang terjatuh itu, seketika terdengar suara yang menurutnya lembut masuk ke dalam telinganya.


"Anom, kamu baik-baik saja?" Tanya seorang wanita yang mengenakan jas serba putih. Jas seorang dokter.


Anak tersebut menggeleng pelan lalu memeluk wanita tersebut. Atensi wanita tersebut tertuju pada Roni. "Maafkan pak, karena Anom tiba-tiba menabrak anda." Ucapnya sedikit membungkuk.


Teman Roni pun menghampirinya karena melihatnya. Bersamaan dengan itu, wanita tadi pergi mengejar anak kecil yang tadi menabraknya.


"Roni, What's up bro?" Tanya Dokter Indra.


"Aku baik-baik saja." Ucap Roni, namun tatapannya melihat ke arah pergi wanita tadi.


Dokter Indra pun melihat arah pandang Roni lalu tersenyum. "Hey bro? Kamu tertarik pada Dokter Ratih?" Tanya Dokter Indra memicingkan matanya.


Roni pun tersadar. "Mungkin sedikit tertarik. Lupakan itu, ayo pergi katanya mau ngomong sesuatu?" Jawabnya.

__ADS_1


Dokter Indra pun membawa temannya itu menuju ruangannya untuk berdiskusi tentang beberapa prosedur yang tidak dipahami.


'Jadi, namanya Ratih.' Batin Roni.


*


*


*


Matahari pun semakin condong ke barat memperlihatkan cahaya orange kemerah-merahannya, pertanda bahwa hari sudah sore menjelang malam.


Roni pun bersama Dokter Indra menuju sebuah restoran yang terletak di pesisir pantai. Restoran tersebut menghidangkan menu khas Bali.


Makanan pun sudah tersaji dengan baik diatas meja. Tiba-tiba Roni mendengar suara yang sedari tadi sedikit mengganggu pikirannya.


"Ratih, kamu terlambat. Semua udah nungguin loh." Ucap seseorang yang memanggil Ratih.


Ratih mendekat ke sebuah meja yang diduduki oleh banyak orang. Permisi seperti semacam reuni. "Ampura, mare suud teka uling Pura." (Maaf, baru dari Pura). Jawab Ratih. Yang masih mengenakan kebaya khas Bali.


Di meja yang ditempati terdengar sedikit riuh karena senda gurau orang-orang. Bahkan Roni melihat Ratih yang sesekali tertawa memperlihatkan aura kecantikannya yang semakin bersinar dari dirinya.


Tiba-tiba saja seorang wanita datang menggandeng lengan seorang laki-laki, yang dari dilihat mungkin adalah pacarnya.


"Halo semuanya." Sapa wanita itu. Lalu melihat barisan kursi di meja, dan entah pandangan menangkap bayangan seseorang seseorang. "Eh, Ratih juga disini?" Tanya perempuan tersebut dengan senyum seringai menghiasi wajahnya.


Ratih hanya bisa diam kepalanya langsung sedikit menunduk sambil menutup matanya. Sudah sering dia mendengar perempuan itu menghinanya. "Tari, cukup! Jangan mengganggu Ratih lagi." Ucap Yuni menengahi. Pasalnya Tadi selalu saja mencari masalah dengan Ratih. Karena dulu Ratih merupakan mantan dari pacarnya saat ini.


"Aku gak mengganggu Ratih, cuma mau memberitahu, Dewangga saat ini itu pacarku jadi harus move on. Jangan berharap lagi." Ucap Tari sinis. Sementara Dewangga hanya diam mendengarkan Tari yang mengganggu Ratih.


Roni yang mendengarnya saja sudah geram bukan main.


Ratih mendongak menatap Tari dan Dewangga. "Tari maaf ya, aku sudah move on dari pria sampah. Dan selamat kamu sudah mendapatkan bekasku. Bukankah dari lama kamu mengincar bekas dariku?" Jawab Ratih telak, yang membuat Tari diam tak bisa menjawabnya.

__ADS_1


"Ka-kamu…. Kalau sudah move on, seharusnya sudah punya pacar dong?" Tak hilang akal Tari lagi-lagi memprovokasi Ratih. Sementara Ratih menatapnya tajam, tak tahu harus berkata apa karena kenyataannya dia sendiri belum memiliki pacar.


"Siapa bilang Ratih tidak punya pacar?" Ucap Roni datang dari arah belakang. Mengalungkan tangannya dari belakang, dengan Ratih yang masih duduk di kursinya. "Sayang, kamu tidak memperkenalkanku?" Tanya Roni lagi, menatap Ratih.


Ratih terkejut karena Roni yang tiba-tiba mengaku sebagai pacarnya. "Sudah, ikuti saja." Bisik Roni.


Tari dan semua orang jelas ternganga karena melihat Roni yang disangka sebagai pacar Ratih.


"Maaf semuanya saya harus pergi, karena masih ada urusan dengan Ratih." Pamit Roni kepada teman-teman Ratih. Lalu mengajaknya pergi ke luar.


"Hei, Roni makannya bagaimana?" Teriak Dokter Indra yang ditinggal pergi oleh Roni.


"Pakai uangmu dulu, besok aku kembalikan." Ucap Roni. Sementara Dokter Indra sudah berdecak kesal.


*


Di parkiran restoran Ratih masih diam namun, air matanya terus saja mengalir. Entah masih terasa sesak di dadanya, padahal dia sudah mencoba kuat.


"Menangislah kalau kamu memang ingin, tapi setelah itu pastikan kamu tidak menangis lagi. Apalagi menangis demi orang yang sudah menyakitimu." Ucap Roni.


Ratih yang mendengarkan perkataan Roni, langsung menghambur ke pelukannya. Sambil sesekali terisak. Perkataan Roni jelas sudah membuatnya sadar sekarang.


To be continue……


...********...


..."...


...Mungkin di suatu hari dalam khayalanku, kamu akan datang menemuiku di suatu tempat...


..."...


...~Me~...

__ADS_1


...*******...


__ADS_2