Antara Cinta & Benci Sang Penguasa

Antara Cinta & Benci Sang Penguasa
Ekstra part 7 - Memenuhi Keinginan


__ADS_3

*** I'm back🙌🙌🙌🙌


2 bulan kemudian.


Di mansion keluarga Dewantara, tampak suasana rumah sedikit ramai karena para pelayan yang hilir mudik untuk memenuhi keinginan sang majikan.


Bagaimana tidak, Abi sedari pagi dibuat kerepotan membuat sebuah makanan di dapur karena ingin memenuhi keinginan dari Thika yang saat ini sedang hamil 3 bulan.


Keadaan dapur bisa dibilang seperti kapal pecah karena Abi yang memporak porandakan isinya, mencari bahan-bahan untuk membuat sepiring nasi goreng seafood.


Melihat sang majikan yang tampak kesusahan para pelayan sudah mengajukan diri untuk membantu tapi, percayalah Abi menolaknya karena sang istri ingin dia sendiri yang membuatnya.


"Dad, apakah masih lama? Daddy sudah memasak selama satu jam." Keluh Aska. Bukannya membantu sang Daddy dia sendiri duduk di kursi mini bar yang tersedia di sana, sambil mengeluh.


Abi mencebik kesal. "Setidaknya kamu membantu Daddy, bukannya hanya melihat saja!" Ucapnya.


Aska menghela nafasnya lalu bangkit dari kursinya, kemudian menuju ke arah daddy-nya. "Aish…. Aku harus turun tangan juga." Ucapnya.


Aska dan Abi pun memasak nasi gorengnya bersama ya, walaupun rasanya mungkin tidak akan seenak masakan para chef bintang lima. Lalu mereka pun menyajikannya di meja makan.


Thika tampak turun dari tangga sembari menggandeng tangan Agastya. "Hmm…. Baunya sangat enak." Ucapnya.


"Tidak begitu juga, aku tidak yakin dengan rasanya." Ucap Abi. "Jika tidak enak jangan dimakan." Lanjutnya lagi.


"Bagaimana bisa aku tidak memakannya, jika kamu dan Aska sudah bekerja keras membuatnya." Ucap Thika lalu mengambil sendok.


Aska dan Abi terlihat was-was ketika melihat Thika sudah menyendok nasinya kearah mulutnya.


Thika mengunyahnya dengan santainya. "Cukup enak." Ucapnya lalu menyendok lagi nasi yang masih ada di piringnya.


Fyuh…. Helaan nafas lega Aska dan Abi terdengar, menandakan rasa cemas yang mendera hatinya sedikit menghilang.


Ibu hamil itu memakan nasi goreng di piring sampai habis tak bersisa, bahkan dia sudah menambah makan sebanyak tiga kali.


Sementara ketiga laki-laki tiga generasi itu hanya menganga melihatnya sembari menggelengkan kepalanya.


"Sayang, apa kamu baik-baik saja? Tanya Abi. Sementara Thika menggeleng.


"Mom, minum dulu." Ucap Agastya menyodorkan segelas air putih kepada sang mommy.


"Hubby, aku kenyang." Ucap ibu hamil tersebut terkadang terdengar suara sendawa yang terdengar.

__ADS_1


"Apa ada yang mommy inginkan lagi?" Tanya Aska.


Thika tampak berfikir. "Hmmm…. Mommy ingin memanggang daging ayam bersama aunty Sarah dan Nisha." Ucapnya.


"Itu gampang sayang, akan aku siapkan sekarang." Ucap Abi.


Thika menggeleng. "No, aku ingin ayam yang masih hidup dua ekor. Aku ingin kamu sendiri yang mencabut bulunya sampai bersih." Ucap Thika nyengir kuda.


Sementara Abi terbelalak mendengarnya, selama ini dia sama sekali tidak pernah berurusan dengan yang namanya mencabut bulu ayam. Mau ditaruh dimana wajahnya nanti, jika masuk berita maka beritanya akan berjudul 'CEO Dewantara Enterprise sedang mencabut bulu ayam'.


"Sayang…." Abi merengek ingin menolak permintaan istrinya.


Tiba-tiba saja netra nya melihat sang istri yang matanya sudah berkaca-kaca, ingin menangis. "Hubby, kamu tidak ingin melakukannya? Jadi, kamu tidak sayang kepadaku dan calon anak kita? Hiks…. Selama hamil si kembar aku sama sekali tidak menginginkan apapun, tapi kali ini aku hanya ingin hal kecil tapi tidak dituruti." Ucapnya sedikit sesenggukan.


Abi merasa hatinya seperti ditikam pisau karena telah membuat istrinya menangis. "Sayang, bukan seperti itu. Aku mencintaimu dan anak-anak kita. Sudah ya jangan menangis lagi. Aku akan memenuhi keinginanmu." Ucap Abi menenangkan istrinya.


"Benarkah?!" Tiba-tiba Thika bersuara dengan mata yang berbinar-binar.


"Of course!" Jawab Abi lalu membawa istrinya ke pelukannya.


Sementara Aska dan Agastya hanya terkekeh melihat sang Daddy yang tiba-tiba kicep ketika sang mommy bersedih atau marah.


*


*


Tak berselang lama, Sarah dan Nisha beserta suaminya berdatangan lalu menuju ke taman belakang dimana acara memanggang berlangsung.


Bahkan Roni dan Ratih pun datang untuk meramaikan acara tersebut. Dimana ada makan gratis disitu ada Roni, ya lebih tepatnya begitu.


Sarah, Thika, Ratih dan Nisha duduk di Gazebo yang berada di sana meninggalkan para laki-laki yang sedang sibuk memanggang dan menjaga anak-anak.


"Kak, kandungannya sudah berapa bulan?" Tanya Ratih kepada thika karena penasaran.


Thika tersenyum "Usianya baru tiga bulan." Ucapnya sembari mengusap perutnya yang sudah agak membuncit.


"Benarkah? Berarti kita hamilnya barengan." Sarah menimpali dengan kekehan kecil.


"Wah, jadi kakak-kakak hamil berbarengan? Bikinnya janjian gak nih?" Tanya Ratih dengan tatapan jahilnya.


"Mungkin." Jawab Sarah dan Thika berbarengan.

__ADS_1


"Eits…. Aku tidak berbarengan dengan kalian loh, aku baru hamil satu bulan." Nisha menimpali.


"Aku tidak kebayang kak, anak-anak kalian akan seumuran, lalu sekolah dan satu kelas." Ucap Ratih membayangkan masa depan membuat para ibu-ibu hamil tersebut tertawa.


"Sayang, ini ayam panggang pesanan kamu." Ucap Abi membawa ayam bakarnya.


Setelah meletakkan ayam panggang pesanan istrinya tiba-tiba saja rasa mual menghampiri Abi. Dengan cepat dia berlari menuju kamar mandi dekat dapur.


"Ada apa dengan suamimu?" Tanya Sarah.


"Abi mengalami Sindrom Couvade." Jawab Thika.


"Sindrom Couvade?" Beo Sarah. Yang tidak tahu apa artinya.


Nisha pun menjelaskannya karena dirinya yang sebagai Dokter kandungan. "Couvade Syndrome, atau kehamilan simpatik, adalah masalah yang terjadi pada pasangan pria dari wanita hamil yang mengalami gejala saat hamil. Gejala yang dialami berupa sembelit, gas, kembung, mudah marah, mual, dan lainnya."


Tiba-tiba Roy pun datang membawa piring yang berisi hidangan. "Honey, ini sate dan sosis panggang mu." Ucap Roy.


"Abi muntah-muntah lagi? Padahal dia tampak sehat. 7 tahun yang lalu dia juga pernah seperti ini." Ujar Roy.


Thika terkejut. "Abi pernah mengalami ini?" Tanya Thika kepada Roy.


"Ya, dulu bahkan lebih parah, penciumannya sangat tajam, dia akan sangat mual ketika mencium wangi parfum. Dan anehnya dia ingin memakan makanan yang sama sekali tidak pernah dia makan." Jawab Roy.


Thika pun menyunggingkan senyumnya ketika mendengar ucapan Roy. Entah dia merasa sangat senang, itu artinya suaminya begitu mencintainya.


"Nis, ini telur gulung yang kamu pengen beli tadi." Ucap Mahen yang datang.


Ketiga bumil tersebut tersenyum lalu segera memakan hidangan yang telah disajikan oleh para suami mereka.


Sementara Roni dan Ratih hanya tim icip-icip makanan yang telah dibuat oleh Abi, Roy dan Mahen.


Sementara para bumil makan dengan lahap, para suami hanya tersenyum simpul melihat para belahan hati mereka yang tampak bahagia.


To be continued……


...*******...


...Telah kuambil kegelapan mu dan telah kutulis namamu di setiap doaku....


...~Me~...

__ADS_1


...******...


__ADS_2