Antara Cinta & Benci Sang Penguasa

Antara Cinta & Benci Sang Penguasa
Tidur Bersama


__ADS_3

Saat ini Abi sedang duduk disofa memangku Agastya sedangkan Aska duduk disebelahnya.


"Dad, apakah Daddy akan menonton pertandingan karate ku besok?" Tanya Agastya.


Abi terkejut. "Kamu bisa bela diri son?" Tanya Abi.


"Yes! Aku dan kakak menguasai beberapa ilmu bela diri." Ucapnya.


Abi mengelus pucuk kepala putranya. "Kau hebat son, Daddy pasti akan menonton pertandingan mu." Ucap Abi.


Tak lama Thika datang memanggil kedua anaknya mengajaknya untuk makan malam, karena memang hari sudah berganti malam.


"Aska, Agastya ayo kita makan malam!" Panggilnya.


"Yes mom, Daddy juga harus ikut." Ujar Agastya. Lalu mengajak Abi ke meja makan.


Dimeja makan Thika dan Nisha sedang menyajikan makan. Aska, Agastya dan Abi duduk di kursi dengan Abi yang diapit kedua putranya.


"Agastya mau mommy ambilkan apa?" Tanya Thika yang mengambilkan makanan.


"Agastya mau ayam lada hitam aja." Tunjuknya. Dengan telaten Thika mengambilkannya lalu memberikannya.


Thika menatap Aska, dia pun mengerti tatapan sang mommy. "Aska ambil sendiri saja mom." Ujarnya. Lalu mengambil makanannya dengan mandiri.


Mereka pun melupakan Abi yang sedari tadi diam melihat semua orang makan dengan lahapnya. Bahkan tak ada seorangpun yang mengambilkan makanan ke dalam piringnya.


Agastya yang melihat sang Daddy hanya diam memandangi mereka pun bertanya. "Daddy tidak makan?" Tanyanya.


Abi menatap Thika, yang sedari tadi asik dengan makanannya. Thika yang merasa ditatap pun balik menatap. "Bukankah kamu punya tangan? Ambil saja sendiri." Ucapnya.


Aska yang belum menyentuh makannya, memberikan piringnya kepada sang Daddy. Sementara dirinya mengambil lagi makannya. Abi yang melihatnya sedikit tersentuh dengan tindakan Aska.

__ADS_1


"Boys, kalian hanya makan ayam saja? Tidak makan sayur?" Tanya Abi. Yang melihat di piring anak-anaknya hanya ada ayam sebagai lauk.


"No dad, ini adalah makanan kesukaanku dan kakak." Ujar Agastya.


"Really? Berarti kita memiliki makanan kesukaan yang sama." Ucap Abi lalu menyendok makanannya.


Di Hatinya sedikit berdesir karena setelah sekian lama dia akhirnya dapat memakan kembali masakan istrinya.


Sementara Agastya tampak menatap kebersamaan yang terjadi di depannya. "Mom, dad aku bahagia akhirnya bisa makan dengan keluarga lengkap. Seperti teman-temanku yang lain." Ucapnya dengan senyum merekah menghiasi wajah mungilnya.


Abi maupun Thika hatinya terasa diremas ketika mendengar penuturan putranya. Karena keegoisan mereka yang menanggung akibatnya adalah kedua putranya.


Sementara Nisha sekarang mengerti mengapa Thika membiarkan Abi datang bertemu anaknya.


*


Mereka pun sudah selesai makan malam. Aska dan Agastya kembali ke kamarnya untuk gosok gigi. Sementara Nisha pergi ke rumah sakit karena ada panggilan mendadak.


"Ahh!!! Apa yang kamu lakukan?" Thika terpekik kaget.


Abi mengeratkan pelukannya. Lalu menghirup dalam-dalam aroma yang sudah lama dia rindukan. "Biarkan seperti ini sebentar. Aku merindukanmu." Ucapnya dengan suara sensual.


Sementara Thika sudah membeku. Jika dia melepaskan tangan kekar Abi maka dia tidak akan sanggup karena kalah tenaga. Dia pun pasrah membiarkan tangan Abi bertengger di pinggangnya.


"Dad, apakah Daddy akan tidur disini?" Teriak Agastya.


Abi melepas pelukannya karena kaget mendengar Agastya yang bertanya. "Itu tergantung pada mommy kalian. Apakah mengizinkan Daddy tidur disini?" Ujar Abi.


Agastya pun menatap sang mommy, memperlihatkan puppy eyes nya. Thika yang tidak bisa menolak keimutannya mengiyakan permintaan putranya.


"Yey! Kita akan tidur di kamar mommy." Ucap Agastya lalu berlari menemui Aska.

__ADS_1


Thika tersentak. "Hey! Siapa bilang kita akan tidur bersama." Teriaknya pada Agastya. Namun, sayang dia sudah menghilang.


Tinggallah Abi dan Thika yang masih berada di dapur. Dengan gerakan yang sangat cepat Abi menggendong Thika bridal style menuju kamarnya.


"Akh! Apa yang kamu lakukan?" Pekik Thika.


Abi menyeringai. "Kita akan tidur sayang." Ucap Abi tepat di telinga Thika.


Lalu Abi berjalan menuju kamar Thika. Disana sudah ada Aska dan Agastya yang sudah berada di atas ranjang. Bersiap-siap untuk tidur.


Thika pun dibaringkan oleh Abi di sisi ranjang. Baru saja dia ingin tidur disamping Thika, Aska dengan cepatnya tidur di samping sang mommy. Dia jelas kesal bukan main.


"Daddy tidur sama Agastya saja." Ucap Agastya mengajak sang Daddy tidur dengannya.


Thika pun tampak mengelus dadanya. Karena Abi tidak akan tidur disampingnya. Mereka pun tidur bersama dengan si kembar yang berada ditengah-tengah mereka.


Disaat si kembar dan Thika tertidur, Abi menatap mereka bertiga bergantian. Masih ada secercah penyesalan karena tidak mengetahui keberadaan Thika dan kedua anaknya. Tak lama Abi pun tertidur menyelami alam mimpinya.


*


*


*


Disisi lain.


Tampak Roy yang masih berada di dalam mobil yang terparkir di luar. Menunggu sang bos keluar dari rumah tersebut.


"Kenapa bos belum keluar juga?" Gumamnya.


Bersambung……

__ADS_1


__ADS_2