Antara Cinta & Benci Sang Penguasa

Antara Cinta & Benci Sang Penguasa
Janji Antara Sesama Laki-Laki


__ADS_3

Dengan bahagia Abi bangkit lalu memeluk Thika dengan erat. "Terima Kasih sayang." Ucapnya.


"Jangan menyentuhku sembarangan! Dan jangan memanggilku dengan sebutan 'sayang'!" Ancam Thika melepaskan pelukan Abi.


Abi masih sedikit sedih karena Thika yang masih belum mau membuka hatinya untuknya. Dengan cepat Abi duduk di sofa ruang tamu.


Thika pun memanggil kedua anaknya yang sudah selesai memakan sarapannya.


"Aska, Agastya kemari nak!" Panggil Thika.


"Yes mommy!" Seru keduanya berlari menuju kearah sang mommy.


Aska dan Agastya menatap kehadiran Abi dengan tatapan bingung, karena baru saja sang mommy melarangnya dekat-dekat.


"Aska, Agastya perkenalkan dia adalah…."


"Daddy! Aku Daddy kalian!" Sela Abi.


Thika melotot disaat Abi menyela pembicaraannya.


"Benarkah itu mommy?" Tanya Agastya.


Thika hanya mengangguk. Dengan cepat Agastya berlari menuju pangkuan sang Daddy. Sementara Aska hanya diam melihat interaksi Agastya.


"Siapa namamu boy?" Tanya Abi.


"Namaku Agastya dan dia adalah kak Aska." Sahut Agastya sambil menunjuk sang saudara kembarnya.


Abi mengangguk sambil mengusap rambut sang putra. "Aska kenapa kamu tidak kemari? Apakah tidak suka dengan kedatangan Daddy?" Tanya Abi yang sedih karena Aska sangat dingin padanya.

__ADS_1


Thika yang melihat itu, mendekati Aska. "Ada apa nak? Temuilah Daddy mu." Ujar Thika tersenyum kepada putranya. Sementara Thika pergi ke dapur untuk beberes-beres.


"Daddy." Ucap Aska singkat.


Dengan cepat Abi membawa Aska ke pangkuannya. Memeluk Aska dan Agastya dengan eratnya, bagai barang yang sangat berharga di dalam hidupnya.


"Maafkan Daddy." Lirih Abi disaat masih memeluk si kembar.


"Kenapa Daddy baru pulang? Apakah Daddy tidak sayang Agastya dan kak Aska? Tapi, bukankah Daddy sudah meninggal?" Agastya bertanya kepada Abi.


Dengan cepat Abi menjawabnya. "No. Daddy sangat sayang dengan kalian berdua. Daddy baik-baik saja Son. Maafkan Daddy yang tidak ada disisi kalian selama ini." Ucapnya lalu membelai kedua wajah putranya.


"Bisakah kita bicara berdua dad?" Kali ini Aksa berbicara.


"Sure." Sahut Abi, mengiyakan permintaan Aska. Lalu menurunkan Agastya dari pangkuannya.


*


"Aku tahu mommy dan Daddy ada masalah yang belum terselesaikan. Dan aku rasa Daddy dulu membuat kesalahan sehingga membuat mommy marah dan pergi dari kehidupan Daddy. Namun, perlu aku katakan satu hal jangan lagi membuat mommyku menangis."


"Mommy sudah banyak berjuang untuk kami berdua selama ini. Dan untuk Agastya dia masih kecil jadi jangan berikan dia harapan palsu. Aku tidak ingin dia bersedih. Daddy tahu kami di sekolah selalu diejek karena tidak mempunyai Daddy, aku mungkin bersabar karena hanya menganggap itu omong kosong. Tapi tidak dengan Agastya, dia orang yang mudah terbawa suasana dan mudah emosi, dia tidak segan-segan memberi pelajaran kepada teman sekelas kami. Bahkan karena diriku dia selalu mendapat teguran dari sekolah." Ucap Aska dengan tatapan lurus kedepan.


Sementara Abi syok mendengar penuturan sang putra. Diusia yang masih kecil, dia sudah tahu secara garis besar apa yang terjadi antara dirinya dan thika. Dia tidak tahu apa saja yang dialami kedua putranya selama ini. Bahkan bisa dibilang perkataan Aska tadi seakan mengancam dirinya bila ingin menyakiti keluarganya.


Pria kecil yang berwajah dingin dan irit bicara seperti dirinya akan melakukan apa saja bila salah satu keluarganya diusik.


Abi membawa Aska ke pangkuannya. "Daddy janji tidak akan membuat mommy atau kalian sedih atau kesusahan lagi." Ucap Abi mengacungkan jari kelingkingnya.


Dengan cepat Aska menautkan jari kelingkingnya. "Aku pegang kata-kata Daddy. Ini adalah janji antara sesama laki-laki." Ucap Aska.

__ADS_1


Tak lama ponsel Abi berdering, dilihatnya yang menelepon adalah Roy. Dengan cepat Abi menjawabnya.


"Halo?" Tanya Abi ketus. Karena Roy yang merusak acara antara ayah dan anak.


📞 "Bos, kerjasama kita dengan SI Company berjalan lancar. Dan sekarang ASTA Corp ingin kita membicarakan tentang kerjasamanya sekarang." Ucap Roy diseberang.


"Apakah tidak bisa ditunda meeting dengan ASTA Corp?" Tanya Abi.


📞 "Tidak bisa bos, nanti mereka tidak akan mau bekerja sama lagi." Jawab Roy.


Abi menghela nafasnya. "Baik aku akan kesana sekarang." Ujarnya.


Sementara Aska hanya menyimak pembicaraan sang Daddy dengan asistennya.


Mereka pun masuk ke dalam rumah. "Aska, Agastya Daddy harus pergi karena ada meeting penting." Ucapnya. Padahal dia tidak ingin meninggalkan mereka.


"Apakah Daddy akan lama meninggalkan kami?" Tanya Agastya sendu.


Abi membelai rambut putranya. "Tidak, nanti malam Daddy akan datang dan bermain dengan kalian hmm." Ucapnya.


"Baiklah, Agastya akan menunggumu Daddy." Sahut Agastya.


"Daddy pergi ya" Abi berpamitan pada si kembar. "Sayang, aku pergi ya." Pamit Abi kepada Thika, tanpa aba-aba Abi mencium kening Thika lalu pergi begitu saja.


Sementara Thika mematung sembari memegangi keningnya. 'Dasar!' pekiknya dalam hati.


*


Sementara Aska menuju kamarnya, lalu membuka laptopnya. Menghubungi seseorang, tak lama dia sudut bibirnya sudah terangkat.

__ADS_1


Bersambung……


__ADS_2