
Destiny Club
Di sebuah club malam di pusat kota, yang penuh dengan kebisingan dan orang-orang yang menari dengan bebasnya. Abi datang dengan berjalan gontai memasuki tempat tersebut melalui pintu khusus yang tidak ada seorangpun disana. Di belakangnya dengan setia Roy yang berjalan mengikuti gerakan langkah Abi.
Melihat orang berpengaruh besar datang ke tempat nya, sang manajer datang menghampiri dan berbincang sedikit dengan Roy. Karena Abi sudah sering datang ke klub ini, sang manajer langsung membawanya ke ruangan VIP yang selalu dipesan oleh Abi. Manajer sudah sangat paham alasan Abi datang kemari. Manajer menebak kali ini yang pasti Abi datang kemari karena lelah dengan urusan kantor.
Sang manajer mempersilahkan Abi beserta Roy masuk ke ruangan yang biasa dipesan Abi. Tak lupa deretan wanita se*si datang lalu meletakkan beberapa minuman mulai dari jus, air putih sampai alkohol di atas meja ruangan tersebut. Setelah itu, Roy menyuruh manajer pun pergi meninggalkan ruangan tersebut beserta wanita-wanita itu. Karena Abi sangat membenci wanita seperti itu mengelilinginya.
Abi pun duduk di sebuah sofa panjang lalu menutup matanya sejenak. Tak lama kemudian seseorang datang membuka pintu ruangan tersebut.
"Hello all! Sudah lama nunggu ya?" Sapa Roni yang dengan santainya baru datang.
"You're late Ron, si bos dah lama nunggu" sahut Roy sedikit kesal kepada saudaranya.
"Oi, lo kira gue gak cepet-cepet dateng? Gue usahain dateng abis operasi pasien tau gak?!" Jawab Roni dengan perasaan yang menggebu-gebu.
"Enough!" Teriak Abi yang membuat kedua saudara tersebut diam tak berani berkutik. "Kalian berdua duduklah!" Lanjutnya lagi. Dengan santai Abi mengambil botol air mineral lalu meneguknya sampai habis setengah, guna menghilangkan sedikit rasa frustasinya.
Hening
Hening
__ADS_1
Hening
Keheningan melanda mereka bertiga. Roni pun mendekat lalu berbisik kepada Roy. "Brother, si Abi kenapa? Mukanya ditekuk gitu?"
"Biasalah, soal pekerjaan" jawab Roy singkat. Padahal ia sendiri tahu apa yang membuat Abi sampai begini. Siapa lagi kalau buka Avanthika.
Roni pun hanya mengangguk tanda mengerti.
Tiba-tiba Abi pun bersuara membuat Roni dan Roy melihat ke arahnya. "Ron, ada sesuatu yang mau gue bicarain sama Lo" ucap Abi. Yang kali ini menuangkan wine ke gelasnya.
Selama ini, setiap Abi memiliki masalah pasti ia akan menemui Roni untuk meminta saran atau jalan keluar. Itu karena diantara mereka bertiga, Roni lah yang mempunyai pemikiran dewasa, walaupun dia yang paling muda di antara mereka bertiga.
"Lo mau nanya? apa konsultasi?" Tanya Roni sembari mengambil sebatang rokok lalu menyalakannya.
"Ron, misalnya lo ketemu cewek, ceweknya itu salah tapi dia keras kepala gak mau ngakuin kesalahannya. Apa yang akan lo lakukan?" Tanya Abi.
Seketika Roni tertawa terbahak-bahak. Ia tak menyangka bahwa Abi akan bertanya pertanyaan seperti itu. Sedangkan Roy hanya terkekeh. Abi pun mengernyit heran melihat kelakuan Roni dan Roy.
"Kenapa Lo pada ketawa?!" Tanya Abi dengan ekspresi kesalnya. Sembari menatap Roy dan Roni bergantian.
"Gila sih, gue bela-belain cepet dateng, gue kira masalah penting, ternyata masalah cewek. Gak nyangka gue Lo yang udah menjomblo 5 tahun dan dingin sama semua orang khususnya cewek, sekarang ngomongin cewek" sahut Roni yang masih terkekeh.
__ADS_1
Abi pun menatap tajam kearah Roni dan Roy yang masih tertawa kecil. Melihat tatapan Abi, mereka pun segera menghentikan tawanya.
"Ehem! Emang siapa yang bisa bikin Lo kayak gini? Yang gue tau Lo kan gak deket sama cewek" ucap Roni.
"Gini lho Ron, sekretaris barunya yang buat dia kesel gak karuan. Namanya Avanthika Sanjaya" sela Roy sembari terkekeh. Seketika ia pun mendapat tatapan tajam dari sang bos.
"Owhh… ulah sekretaris baru ternyata" ucap roni. Tak lama ia pun tersadar. "Tunggu, Avanthika Sanjaya? Putrinya Herman Sanjaya?" Tanya Roni menerka-nerka.
"Hmmm" jawab Abi dengan deheman.
"Wah gila sih" ucap Roni tidak percaya. "Abi Lo mau menghukum sekretaris Lo kan? Kenapa gak langsung Lo nikahin aja?" Lanjut Roni memberi saran.
Byur!!
Roy dan Abi yang sedang minum wine pun terkejut dengan perkataan Roni. "Lo gila Ron!" teriak Roy, yang hampir tersedak.
"Aihhh… yang gue omongin gak salah kan? Toh dia kan putrinya Jendral Sanjaya. Sekalian aja balas dendam, gue denger Jendral Sanjaya sangat menyayangi putrinya" ucap Roni dengan santainya.
Roni pun melihat Abi lalu berbicara padanya. "Ketika Lo sudah nikah sama putrinya Jendral Sanjaya, Lo jadi dapet kartu As. Taklukkan putrinya, lalu buat dia sengsara. Ayah manapun gak akan sanggup melihat putrinya sengsara" lanjut Roni, lalu mematikan rokoknya.
Roy pun menganga mendengar perkataan saudaranya. Saudaranya yang biasanya serius dan bijak, bisa-bisanya memikirkan rencana balas dendam.
__ADS_1
Sementara Abi hanya diam tak bersuara, sedari tadi ia hanya menyimak dan memikirkan semua perkataan Roni.
Bersambung…..