
Pukul 2 dini hari
Mansion Abi
Sepulangnya dari pesta Abi terlihat diam, seolah dia memikirkan banyak hal. Bahkan saat ini ia hanya duduk di sofa yang dekat dengan jendela besar di kamar nya sambil meminum segelas wine.
Abi pun terus melihat data yang diberikan Roy sewaktu di pesta tersebut. Di data tersebut dikatakan bahwa Thika direkomendasikan bekerja di perusahaannya. Sesekali ia pun memejamkan matanya dan menghembuskan nafas nya kasar.
Sesaat kemudian Abi mengambil handphonenya dan menelpon Roy.
"Roy, ubah jadwal gue besok, kasih tau pak Heru gue ingin ikut saat wawancara penerimaan karyawan baru" ucap Abi tanpa basa basi.
Mendengar itu Roy pun terkejut. "Hah? Lo gak salah nelpon gue jam segini buat gitu doang? Udah jam segini ngantuk tau" Ucap Roy tanpa rasa bersalah. Bila sudah diluar jam kantor maka posisi Roy saat ini sebagi sahabatnya bukan seorang sekretaris ataupun asistennya.
Mendengar itu, seketika Abi menjadi kesal. "Roy, besok lo boleh cuti. Gue rasanya besok gue mau mengangkat sekretaris baru yang mau dengerin perintah gue" ucap Abi dengan senyumnya yang sedikit dipaksakan.
Roy terkejut, ia pun segera meminta maaf kepada bosnya. "Bos, maaf saya tidak akan mengulanginya lagi" ucapnya. Kembali ke mode Sekretaris profesional.
"Sudahlah!" ucap Abi singkat dan langsung mematikan sambungan teleponnya.
*
*
*
Keesokan harinya
Kringg….kring…..
__ADS_1
Suara alarm berbunyi, membuat seorang gadis cantik yang masih setengah tidur dengan selimut yang masih membungkus tubuhnya mencari-cari sumber suara tersebut.
Tak lama kemudian, ia pun mematikan alarm nya. Gadis itu terbangun, mengucek-ngucek matanya dan setelah itu melakukan peregangan pada otot-otot nya. Seketika ia pun membelalakkan matanya saat melihat jam yang menunjukkan pukul 6.30 pagi, ia pun langsung beranjak dari tempat tidurnya.
"Arghhhh!!! S*all!!! Gue kesiangan!!" Teriak seorang gadis. Ya gadis itu adalah Avanthika. Merasa ia kesiangan dengan cepat ia beranjak dari ranjang lalu menuju kamar mandi.
Thika pun mandi secepat kilat, bahkan saking cepatnya ia hanya mandi kurang dari 20 menit. Setelah mandi, ia pun memakai pakaiannya, berupa kemeja putih lengan panjang dengan rok hitam dibawah lutut. Dengan cepat Thika menyisir rambutnya dengan rapi dan memoleskan make up tipis di wajahnya, tak lupa mengoleskan lip tint berwarna pink di bibir tipisnya. Tak lupa Thika pun menyemprotkan parfum di seluruh bajunya.
Setelah selesai bersiap-siap, Thika pun mengambil ponselnya dan memesan taxi online. Thika pun mengambil berkasnya di atas nakas dan turun menuju lobi apartemen. Thika pun masuk setelah melihat mobil yang ia pesan tiba.
25 menit kemudian Thika pun sampai di depan perusahaan Dewantara Enterprise. Setelah melakukan pembayaran, Thika dengan cepat berlari menuju tempat resepsionis dan langsung menanyakan tempat wawancara. Thika pun pergi ke lantai 5 tempat wawancara akan dilaksanakan.
*
Disisi lain, Abi berjalan santai memasuki kantor yang diikuti oleh Roy.
"Ck liat dia, dengan santainya masuk tanpa beban, lah gue harus ngatur ulang jadwalnya. Sebenernya apa sih yang dia rencanain? Bikin gue kesel aja" batin Roy.
*
*
Lalu Thika pun bangkit, ketika namanya dipanggil. Dengan perasaan gugup ia berjalan ke dalam ruangan wawancara.
Di dalam ruangan seketika Thika kaget melihat seseorang yang pernah ia jumpai, ia pun melihat papan nama yang ada di atas meja tersebut, CEO Abimanyu Dewantara.
"Mampus lu Ka, orang yang lu singgung kemaren adalah CEO tempat lu ngelamar kerja!" batin Thika. Seketika ingin rasanya ia bersembunyi di lubang semut.
Thika pun dengan profesional memberi salam kepada semua orang di ruangan itu.
__ADS_1
"Selamat pagi tuan-tuan, nama saya Avanthika Sanjaya bisa dipanggil Thika. Saya lulusan manajemen keuangan dari universitas xxx" ucap Thika dengan senyuman.
"Selamat pagi Thika" jawab Pak Heru dan beberapa orang lainnya. Namun, berbeda dengan Abi yang hanya diam.
Setelah itu Abi pun bertanya. "Baiklah to the point, apa alasan kamu bekerja di Dewantara Enterprise?" Ucapnya dengan kedua tangannya menopang dagunya.
"Sa-saya ingin berkembang dan mencari pengalaman. Selain itu saya juga ingin berusaha dengan usaha saya sendiri" jawab Thika dengan perasaan gugup.
Mendengar itu Abi pun tersenyum tipis. "Baiklah mulai hari ini kau akan bekerja disini, sebagai sekretaris ku" Ucap Abi.
Mendengar itu semua orang di ruangan itu pun terkejut, tak terkecuali Thika sendiri.
Bisa dibilang disini yang paling terkejut adalah Roy.
"Wah ni anak sengaja bales dendam sama gue" batin Roy.
Pak Heru pun berusaha menjelaskan pada Abi. "Tuan Ab-" belum selesai berbicara, Pak Heru sudah mendapatkan tatapan mengerikan dari Abi.
"Ta-tapi pak saya lulusan manajemen keuangan dan saya tidak ada pengalaman menjadi sekretaris" jawab Thika gugup bercampur kesal.
"Kau sudah berani melawan atasanmu? Bahkan saat hari pertama mu bekerja?!" Tanya Abi dengan ketus.
"A-anu tidak. Maafkan atas kelancangan saya. Baiklah saya akan menerimanya" jawab Thika dengan perasaan yang kacau. Melihat itu Abi pun tersenyum smirk.
Bersambung…..
Ini adalah novel pertamaku, jadi maaf jika ada kesalahan kata maupun kesamaan nama tokoh.
Dipersilahkan memberikan masukan. (Kritik atau Saran)
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote ya💞💞