
Dua tahun kemudian.
Abi, Roy maupun Roni sudah mengerahkan kemampuan terbaiknya dalam mencari keberadaan Thika. Mereka bahkan sudah mengutus bawahan terbaik mereka menyebar ke luar dan dalam negeri berharap keberadaan Thika ditemukan. Namun, hasil yang selalu mereka dapatkan nihil.
Selama dua tahun ini jelas Abi sangat menutup dirinya. Dia hanya tahu bekerja dengan keras, mengurus perusahaan dan klan mafianya secara bersamaan. Lima hari dalam seminggu dia habiskan untuk bekerja dengan keras di siang hari dan di malam harinya hanya diam di kamar memandangi seluruh bingkai foto Istrinya yang terpajang dengan baik di dinding kamarnya.
Sementara akhir pekan dia habiskan untuk mencari sendiri istrinya. Menyusuri tempat yang sering dikunjungi istrinya. Berharap secercah harapan agar dipertemukan dengan sang istri. Guna mengucapkan beribu kata maaf kepadanya.
Hubungan Abi dengan Mahen sang kakak ipar jelas tidak berjalan baik-baik saja. Abi akan sekali-kali akan datang ke kediaman Sanjaya berharap sang kakak ipar sudah menemukan Thika dan membawanya pulang kesana. Namun, hanya penolakan yang dia dapatkan.
Selama ini, Abi sama sekali tidak pernah menginjakkan kakinya ke klub malam atau sejenisnya. Melampiaskan rasa putus asanya dengan meminum alkohol. Karena nyatanya banyak orang yang ketika dalam keadaan putus asa, kecewa, sedih, atau marah akan melampiaskan emosi mereka dengan meneguk minuman beralkohol tersebut.
*
*
Hari ini, Abi dan Roni beserta pak Prayoga sedang menghadiri pernikahan Roy dan Sarah. Yang digelar di kediaman Azhari.
Ya, setelah berpacaran selama dua tahun lebih mereka memutuskan untuk menikah. Bukan tanpa alasan mereka menikah di tengah kekhawatiran semua orang setelah menghilangnya Thika yang saat ini masih belum ditemukan.
Itu dikarenakan, ayah dari Sarah yang terus mendesak agar Roy segera menikahi putrinya. Karena, yang dinikahi oleh Roy sendiri merupakan putri tunggal dari keluarga Azhari. Selain itu ayah Sarah ingin melihat pernikahan putrinya sebelum terlambat, karena umur tidak ada yang tahu.
Abi pun naik ke atas panggung dimana dua pasang pasutri yang sudah menikah itu sedang menyalami para tamu undangan yang datang. Ada sedikit penyesalan dalam hatinya karena dulu dirinya tidak bisa memberikan pernikahan yang mewah kepada Thika.
"Selamat kepada kalian berdua." Ucap Abi lalu memberikan sebuah hadiah. Hadiah bulan madu ke Paris kepada Roy dan Sarah.
"Terimakasih bro!" Jawab Roy. Lalu menepuk pelan bahu Abi.
"Apakah Thika masih belum ditemukan?" Sela Sarah yang bertanya keberadaan sahabatnya.
__ADS_1
Sebagai sahabat jelas Sarah sangat terpukul ketika mendengar berita bahwa Sarah menghilang. Terkadang dia juga membantu Roy mencari keberadaan Thika disela-sela kesibukannya mengurus perusahaannya.
Tatapan Abi berubah sayu. "Belum." Jawabnya singkat.
Roy dan Sarah yang mengerti itu hanya bisa mengangguk dan tak banyak bicara lagi.
*
Pesta pun sudah selesai diadakan. Roy dan Sarah pun pergi menuju apartemen Roy. Karena rumah yang dibeli Roy untuk Sarah masih belum siap. Rumah yang dibelinya dari usahanya membantu Abi selama ini. Bahkan rumahnya sendiri hanya berbeda beberapa rumah dari rumah Abi.
Saat ini mereka pun sudah berada di dalam apartemen. "Maaf, aku hanya bisa mengajakmu kesini. Karena rumah yang kubeli masih belum jadi." Ucapnya.
"It's Ok, no Problem (oke, tidak masalah). Aku akan selalu ada dimana suamiku berada. Karena kamu adalah rumahku." Ujar Sarah. Membuat Roy tersipu.
Sarah pun masuk kedalam kamar mereka, menghempaskan pelan tubuh mereka yang lelah mempersiapkan pernikahan. Roy meneguk ludahnya ketika melihat Sarah yang merebahkan tubuhnya memperlihatkan perut putihnya karena bajunya tersingkap keatas.
Sementara Sarah jelas terbuai. "Kak…." Lirihnya ketika tangan Roy mengusap pelan bibirnya.
Roy menatap manik mata Sarah. "Aku menginginkan hakku, Honey." Ucap Roy dengan gairah yang sudah memuncak.
Sarah pun mengangguk, mengerti maksud dari suaminya.
Dengan cepat Roy menyambar bibir ranum Sarah, mengul*m lalu melum*tnya pelan. Bahkan suara decapan sudah bergema di seluruh ruangan.
"Enghh…." Leguh Sarah, disaat tangan Roy dengan cepat membuka bajunya lalu menghisap salah satu buah dad*nya, tangan satunya lagi memilin pucuk pink lainnya.
Roy pun bangkit lalu melepaskan seluruh pakaiannya dan Sarah. Roy sedikit terkesima ketika melihat tubuh indah milik istrinya. "Ini akan sakit, tapi tahanlah. Aku akan bermain lembut." Ucap Roy. Memberikan kenyamanan kepada istrinya.
Dengan cepat Roy melu*at bibir istrinya lagi. Lalu bermain di leher memberikan sedikit tanda disana. Sampai pada pelepasan pertama yang didapatkan Sarah.
__ADS_1
Dengan cepat Roy memasukkan miliknya ke inti istrinya yang sudah basah. "Ah! kak!!" Pekik Sarah saat merasakan ada benda yang melesak masuk ke intinya.
Roy pun mencium kening Sarah. "Sebut namaku hmm." Ucapnya.
"Ahhh!! Roy!!!" Ucap Sarah disaat milik Roy sudah terbenam sempurna di inti miliknya.
Roy pun bermain dengan lembut, kedua tangannya sudah berada di atas perbukitan milik istrinya. Memainkannya seolah memainkan squishy. Memberikan Sarah pengalaman yang sangat hebat untuk pertama kalinya.
"Kak…. Roy…. Ah!..." Desa*nya disaat Roy semakin cepat.
"Kak, akuh,,, mau sampai…." Desa*nya lagi.
Tak lama Sarah pun mencapainya pelepasannya diiringi oleh Roy setelahnya. Roy pun ambruk di samping istrinya.
"Terimakasih." Ucapnya disaat aktivitas panas mereka berakhir. Sementara Sarah hanya bisa mengatur nafasnya.
Mereka pun mengulang aktivitas yang sama beberapa kali.
*
*
*
Di sisi dunia lainnya.
"Mommy!" Teriak dua bocah yang berteriak kegirangan.
Bersambung…..
__ADS_1