Antara Cinta & Benci Sang Penguasa

Antara Cinta & Benci Sang Penguasa
Ekstra part 9 - Bekerja Keras


__ADS_3

Hari berganti hari, tak terasa beberapa Minggu sudah terlewati dengan sangat damai.


Di mansion keluarga Dewantara, suara tangisan bayi saling bersahutan membuat para ayah-ayah baru yang ada disana kewalahan mengurus anak mereka. 


Lalu kemana perginya para ibu-ibu? Jangan ditanya lagi, setiap satu bulan sekali Thika, Nisha, dan Sarah akan pergi me time untuk menghilangkan penat mengurus pekerjaan rumah dan pekerjaannya. Mereka pergi hanya sekedar berbelanja atau pergi makan-makan di sebuah restoran. Lalu meninggalkan anak mereka kepada pengasuhan suami mereka.


"Oek…. Oek…." Suara tangisan bayi bergema di seluruh ruangan.


"My princess Anin, jangan nangis lagi ya. Cup, cup." Ucap Abi menenangkan putrinya sembari menepuk pelan panta*nya. 


Tak berbeda dengan Abi, Roy juga mengalami masalah yang sama. 


"Nak, tenang ya, ini ayah ganti popoknya sekarang. Reno bisa bantu papa ambilkan popok Leon?" Ucap Roy meminta bantuan kepada putra pertamanya.


"Ini pa!" Ucap Reno menyerahkan tas yang berisi keperluan adik laki-lakinya. Dengan hati-hati Roy mengganti popok sang putra, walau sudah memiliki anak sebelumnya dia masih sedikit kaku dalam melakukannya.


Sementara Mahen dengan tenangnya menimang putranya yang sudah terlelap karena kelelahan menangis. "Yudha Sanjaya, anak ayah yang pintar dan tampan akhirnya tidur." Gumam Mahen sambil sesekali menciumi pipi gembul anaknya. Menjaga sang putra adalah kesenangan tersendiri baginya karena kesibukannya menjalankan tugas negara, sehingga terkadang dia hanya bisa melihat putranya beberapa hari sekali.


"Wow, diantara kalian bertiga hanya Mahen yang paling lihai dan telaten mengurus anak." Ucap Roni yang sedari tadi mengamati tiga orang pria yang mengurus anak mereka. 


Roni sendiri hanya duduk selonjoran di karpet depan TV menonton kartun spos laut dan bintang laut bersama Aska, Agastya dan Reno. Sesekali memakan Snack yang disediakan di meja.


Abi dan Roy memutar bola matanya jengah. Bisa-bisanya Roni berkata dengan santainya dan hanya makan, tidak bisakah dia membantu? Gerutu Roy dan Abi di dalam hatinya.


"Terima kasih pujiannya Ron, aku sudah terbiasa mengurus yang seperti ini. Karena dulu aku yang mengurus Aska dan Agastya ketika mereka lahir." Ucapnya santai sembari melirik Abi.


Abi mengerti lirikan dari Mahen, kakak iparnya itu pasti sedang menyindir dirinya yang tidak ada disaat kelahiran putranya.


"Fyuh, akhirnya tidur juga." Ucap Roy lalu menaruh putranya di box bayi.


Abi pun juga menaruh putrinya di box bayi di sebelah anak Roy. "Menidurkannya sangat sulit." Ucap Abi lalu mengusap bulir keringat yang membasahi pelipisnya.

__ADS_1


"Ck, baru ngurus segini aja udah ngeluh, apa kabar diriku yang mengurus kedua anakmu dulu." Sindir Mahen.


Abi menatap tajam kakak iparnya itu. 'Dendam kesumat ni orang sama gue.' batin Abi memaki Mahen. "Tidak bisakah kamu melupakan masa lalu, aku bahkan sudah menerima hukumanku dan sedang berusaha menebusnya sekarang." Ucap Abi dengan nada datar.


"Ya, ya kamu sudah melakukan yang terbaik." Ucap Mahen, memuji dengan nada tidak ikhlas.


Roy dan Roni sudah lelah menghadapi Mahen dan Abi ketika berdebat. "Sudahlah, mau sampai kapan kalian berdebat? Kalian ini kakak dan adik ipar loh dan juga berdebat seperti anak kecil, ingat kalian sudah dewasa bahkan sudah memiliki anak, malu kalau sampai dilihat oleh mereka apalagi kalau sampai di contoh." Roni menengahi mereka.


"Anak-anak akan mengikuti dan melakukan apapun yang dilihat dan didengarkan oleh mereka, jadi kalau kalian masih mau berdebat silahkan keluar dari sini!" Ucap Roni yang lupa dimana dia berada sekarang. Berani sekali dokter satu ini mengusir sang pemilik rumah.


"Dad, Agastya lapar apakah makanan sudah siap?" Ucap Agastya.


"Reno juga laper pah." Ucap Reno.


Abi dan Roy berdiri dari duduknya. "Papa, akan ambilkan ya, kalian tunggu disini." Ujar Roy.


Sementara Abi menghampiri Mahen. "Kita bagi tugas, aku dan Roy akan mengambil makanan, sedangkan tugasmu membuat susu formula." Ucap Abi seolah melakukan kerjasama tim.


*


*


*


Di restoran masakan Jepang.


"Ahh, guys setelah sekian lama kita dapat bersantai juga." Ucap Sarah merentangkan tangannya ke atas guna meregangkan otot-otot tubuhnya. Karena lelah mengelilingi mall untuk berbelanja.


"Bener tuh! Kamu masih mending ngurus dua anak, lah aku mengurus 3 anak sekaligus." Jawab Thika.


"Walaupun begitu, bukankah ada rasa senang saat mengurus mereka bukan?" Sahut Nisha.

__ADS_1


Sarah mengangguk dan Thika mengangguk setuju. "Benar! Disaat kita lelah bekerja, senyuman dan tawa mereka seakan membuat suasana hati menjadi damai." Ujarnya.


"Dan beban yang seharian kita alami akan hilang seketika." Timpal Thika.


Para ibu-ibu yang pun membicarakan beberapa hal disela makannya. 


*


Kembali ke bapak-bapak yang terlihat agak kesulitan mengurus anak-anaknya. Abi dan Roy yang paling kentara karena kesulitan menenangkan anaknya. Sementara Mahen hanya enjoy menimang-nimang putranya yang memang tidak rewel.


Tak lama suara mesin mobil terdengar di halaman rumah. Nisha, Thika, dan Sarah pun masuk ke mansion dengan langkah gontai, sementara dua orang pelayan mengambil barang belanjaan mereka di bagasi mobil.


Samar-samar mereka bertiga mendengar suara bayi menangis, dengan cepat ketiganya memasuki mansion mewah tersebut.


"Astaga, kenapa Anin nangis hmm? Kangen mommy ya?" Ucap Thika mengambil alih baby Anin dari gendongan Abi. Lalu mengelus pipi chubby nya.


Seketika baby Anin diam ketika sudah berada di gendongan sang mommy, lalu berceloteh ringan. "Ternyata mengurusnya tidak gampang." Keluh Abi yang menyandarkan kepalanya di pundak Thika.


Thika mengelus rambut suaminya. "Maaf, kamu sudah bekerja keras." Ucapnya.


Abi menggeleng. "No, ini tidak seberapa dengan penderitaan yang kamu alami dulu." Ucapnya lirih.


Sementara Thika hanya tersenyum mendengarnya. Karena sudah merasakan bahwa suaminya itu sudah berusaha menebus kesalahannya.


To be continue…….


...********...


..."Ingatlah aku selalu dalam doa-doamu."...


...~Me~...

__ADS_1


...********...


__ADS_2