Antara Cinta & Benci Sang Penguasa

Antara Cinta & Benci Sang Penguasa
Penjelasan


__ADS_3

Tak lama kemudian Thika datang setelah melakukan perjalanan bisnis. Dia terkejut karena melihat nyonya Sharma yang berbincang dengan Abi.


Aska yang melihat kedatangan sang mommy berlari menemuinya. "Mommy!" Teriaknya. Sementara Agastya langsung bergegas berlari menemui mommynya. Abi dan nyonya Sharma langsung menoleh disaat Aska berteriak.


"Mommy kami rindu." Ucap Aska dan Agastya yang sudah memeluknya.


Thika membalas pelukannya lalu mencium kening putranya. "Mommy juga rindu kalian. " Ucapnya. "Sekarang kalian masuklah terlebih dahulu, mommy ingin berbicara dengan grandma ji." Lanjutnya melonggarkan pelukannya.


Thika mendekati nyonya Sharma dan Abi yang masih berdiri. "Ada apa ini? Kenapa kamu tidak bercerita kepada aunty tentang suami kamu?" Tanya nyonya Sharma.


Mendengar itu, Thika meremas pelan jari tangannya seraya menunduk. "Maafkan saya sebelumnya, saya tidak bermaksud menyembunyikannya. Tapi, ada satu kesalahan yang dilakukan suami saya dahulu sehingga saya memutuskan meninggalkannya. Saya hanya ingin memulai lembaran baru dengan tenang dan damai." Ucap Thika.


Nyonya Sharma tampak kecewa, harapan pupus disaat dia ingin menjodohkannya putranya dengan Thika. "Aunty kecewa padamu. Padahal aunty mau menjodohkan mu dengan Ranveer."


"Tapi, apapun keputusanmu nanti aunty akan menerimanya." Lanjut nyonya Sharma.


"Sekali lagi maafkan aku." Ujar Thika.


Tak lama sebuah mobil berhenti di depan rumah Thika, sang pemilik mobil pun turun yang tak lain adalah Ranveer. "Apa yang mommy lakukan disini?" Tanyanya.


Nyonya Sharma berbalik. "Ah tidak mommy hanya jalan-jalan saja. Lalu bertemu Thika dan suaminya." Ucapnya.

__ADS_1


Ranveer tersebut kecut. "Sudah mom, ayo kita pulang hari sudah hampir malam." Ucap Ranveer. Nyonya Sharma pun mengikuti apa yang dikatakan sang anak.


"Kami pulang dulu." Pamit Ranveer kepada Thika. Abi yang berada disampingnya melotot tak suka ke arah Ranveer.


"Kamu pasti sudah tahu bukan?" Tanya nyonya Sharma menatap putranya setelah di dalam mobil.


Ranveer mengangguk dengan tatapan sendu. Dengan cepat nyonya Sharma memeluk putranya. "Maafkan mommy." Ucapnya.


*


Thika pun melenggang masuk ke dalam rumahnya, menuju ke kamarnya menyegarkan diri sebelum makan malam. Setelah beberapa menit berkutat di kamar mandi, dia pun segera menuju walk in closet mengambil baju tidur yang akan dikenakannya.


Setelah itu, dia pun pergi menuju arah meja makan dimana kedua putranya sudah menunggunya. Dengan Abi yang masih memasak sesuatu di dapur.


Thika menatap Abi yang tersenyum, seketika sedikit demi sedikit pertahanan Thika menjadi sedikit luluh. Dengan cepat dia pun memakan mie itu.


"Apakah rasanya enak?" Tanya Abi penuh harap.


"Enak." Sahutnya singkat.


*

__ADS_1


*


Setelah acara makan malam, Thika pergi ke kamar putranya, sekedar melihat kedua putranya yang sudah tertidur. Setelah itu, dia pun menutup pintu kamar.


"Aku ingin kita bicara sebentar." Ucap Abi dari belakang, seketika membuat Thika terkejut.


Thika mengangguk, lalu mengajaknya ke kamarnya yang berada di lantai dua untuk berbicara empat mata.


"Katakanlah, apa yang ingin kamu katakan." Ucap Thika disaat sudah berada di dalam kamarnya.


Abi duduk sofa. "Duduklah! Aku ingin meluruskan sesuatu padamu, mungkin akan sedikit lama untuk menceritakannya. Dan ya selama aku berbicara tolong jangan menyela nya terlebih dahulu." Ucapnya.


"Kamu tahu awal aku menikahimu itu karena aku ingin balas dendam terhadap ayahmu, karena beliau yang menjadi dalang kematian Vira . Aku rasa kamu tahu Vira bukan? Dia adalah anak angkat ayahmu sebelum dia pergi."


Thika hanya menyimak setiap kata yang keluar dari lisan Abi.


"Aku ingin membalaskan dendam Vira dengan menghancurkan keluarga Sanjaya dengan menikahimu. Namun, lama-kelamaan aku menyadari bahwa aku sangat menyukaimu bahkan sangat mencintaimu. Selama ini aku mengidap insomnia bahkan selama beberapa tahun aku tidak bisa tidur dengan baik, sampai kamu datang dan tidur denganku."


"Tak lama aku menyadari ada konspirasi dibalik kejadian kematian Vira. Aku menyelidikinya. Ternyata aku selama ini hanya salah paham kepada tuan Sanjaya. Aku menghancurkan orang yang sudah membuat konspirasi itu. Dan ingin memulai hidup baru denganmu yang akan menjadi masa depanku. Hidup damai dan bahagia, lalu bersama membesarkan anak-anak." Ucap Abi yang tak merasa air matanya sudah keluar.


Thika bangkit menuju ke jendela kamarnya. Abi pun menatap Thika yang menuju jendela kamarnya. "Waktu itu aku ingin mendengar penjelasanmu, apa yang sudah diperbuat oleh keluargaku sehingga kamu menaruh dendam. Aku masih percaya kepadamu waktu itu, walau kamu menjauhiku. Namun, aku mendengarnya sendiri disaat kamu dan Fani bersama, mengatakan bahwa kamu mencintai Fani dan akan menceraikanku karena kamu menikahiku karena balas dendam." Ucapnya sendu.

__ADS_1


Abi bangkit, lalu dengan cepat memeluk Thika dari belakang.


Bersambung…..


__ADS_2