Antara Cinta & Benci Sang Penguasa

Antara Cinta & Benci Sang Penguasa
Reuni


__ADS_3

Setelah rapat yang melelahkan, Abi kembali ke ruangannya lalu duduk di kursi kebesarannya. Sesuai jadwal, setelah rapat pemimpin cabang, Abi tidak ada pekerjaan lagi. Abi hanya ingin sendirian di ruangannya tanpa adanya gangguan.


Abi pun memutar kursinya menghadap ke jendela kaca besar sambil menatap indahnya kota metropolitan dari ketinggian. Ia pun memejamkan matanya sambil memijat pelan pelipisnya.


Namun, tidak beberapa lama ada seseorang yang mengetuk pintu ruangannya.


Tok tok tok


"Masuk!" Ucap Abi dengan suara agak tinggi.


"Bos, aku akan pergi bertemu perwakilan Adijaya Group dan ya ini makan siangnya" ucap Roy.


"Ya, taruh saja diatas meja. Oh… dan ya jangan biarkan orang masuk kemari, aku ingin sendirian!" titah Abi yang masih menghadap jendela kaca.


"Baik bos" ucap Roy, lalu melenggang pergi dari ruangan atasannya.


*


*


Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 17.00 dimana kantor sudah kelihatan agak sepi karena semua karyawan sudah menyelesaikan pekerjaannya dan kembali pulang kerumah. Menemui keluarga yang sudah menunggu di rumah atau pergi menemui orang terkasih.


Namun, tidak dengan Abi yang masih tertidur di ruangannya. Di saat tidur ia terus memimpikan kejadian 5 tahun yang lalu. Bahkan terlihat jelas di wajahnya, alisnya sampai menyatu dan deru nafasnya tidak beraturan. Bahkan keringatnya bercucuran membasahi kemeja nya.


Sampai akhirnya ia terbangun dari tidurnya karena seseorang membuka pintu ruangannya tanpa minta izin darinya.


'Ceklek' suara pintu dibuka


"Ck bukankah sudah ku bilang jangan ganggu aku, aku ingin sendirian saat ini!" teriak Abi dengan ketusnya.

__ADS_1


"Hei… hei… Ayolah kita sudah lama tidak bertemu dan sekarang lo mau ngusir gue?" Ucap laki-laki yang membuka pintu ruangan Abi.


"Roni? Kenapa lo kemari?" Tanya Abi.


"Cih! Apa sekarang gue gak boleh ketemu sama lo? Mentang-mentang lo udah jadi CEO sekarang lupa sama temen sendiri" Ucap Roni dengan berdecih.


"Gue lagi pengen sendiri. Gue minta sama lo pergi sana!" Ucap Abi dengan malas sambil memijat pelipisnya.


"Hmmm… gue lihat tingkah lo barusan, gue rasa lo pasti kembali ingat kejadian 5 tahun yang lalu itu ya?" Tanya Roni dengan santainya. Lalu Roni pun duduk di sofa yang berada di sana.


Abi menoleh ke arah Roni. "Ya Ron, akhir-akhir ini gue terus mikirin kejadian waktu itu. Lo tau, itu membuat gue tercekik" jawab Abi lalu menyandarkan lehernya pada kursi.


"Bi tau gak, yang lo butuhkan bukan psikiater, tapi ketenangan. Selain itu lo juga harus berdamai dengan masa lalu" ucap Roni serius.


"Abi, lo harus merelakan apa yang terjadi di masa lalu lo tau, kejadian yang sudah berlalu memang mempengaruhi kehidupan tapi, orang berani akan melupakan semua dan maju dalam hidup. Lo juga bisa, jangan siksa hidup lo demi kenangan di masa lalu" lanjut Roni sambil menatap Abi.


"Aishhh…." Roni membuang nafasnya kasar. Menasehati orang seperti Abi memang membutuhkan kesabaran ekstra, karena keras kepalanya.


Pasalnya setelah kejadian 5 tahun lalu, Abi berubah menjadi dingin tidak seperti dulu. Bahkan dipikirannya saat ini hanya ada bagaimana cara balas dendam atas kematian Vira.


Setelah itu, keheningan terjadi. Tak ada satupun dari mereka yang berbicara.


Namun, di sela keheningan antara Abi dan Roni, seseorang mengetuk pintu ruangan tersebut.


Tok tok tok


"Masuk!" Seru Abi.


"Bos sudah saatnya anda pul…" ucapan Roy terjeda setelah melihat seseorang duduk dengan santainya di sofa. "Eh Roni lo dah pulang?" Lanjut Roy dengan perasaan terkejut.

__ADS_1


"Ah...brother gue rindu banget sama lo" ucap Roni, lalu berdiri dan dengan cepat memeluk Roy.


Ya Roy Prayoga dan Roni Prayoga merupakan saudara kembar. Roy dan Roni merupakan putra dari tangan kanan ayah Abi, yaitu pak Prayoga. Sehingga hubungan mereka berdua dengan Abi sangat dekat sedari kecil bahkan bisa dibilang sebagai saudara.


Jika Roy memilih mengikuti jejak sang ayah menjadi tangan kanan keluarga Dewantara lain halnya Roni yang memilih menjadi seorang Dokter bedah.


Pelukan saudara penuh haru yang sudah tidak bertemu selama 2 tahun buyar karena suara deheman Abi.


"Ekhem! Apakah reuni kalian sudah selesai?"


"Oh sudah bos" ucap Roy dan Roni bersamaan, sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Roy siapkan mobil aku ingin pulang sekarang" ujar Abi.


"Baiklah" jawab Roy.


Abi pun berjalan keluar ruangan terlebih dahulu dan diikuti oleh Roy dan Roni.


'Aishh… Abi sama sekali tidak berubah. Dia masih jadi manusia batu. Bukankah ada pepatah yang mengatakan Manusia bisa berubah seiring dengan waktu dan cara berpikir mereka. Tapi gue rasa ini tidak berlaku untuknya' Roni membatin.


Di parkiran perusahaan, Roy mempersilahkan Abi masuk ke mobil diikuti olehnya yang duduk di kursi kemudi. Roy pun mengemudikan mobil lalu bergegas pulang. Sementara Roni, jangan ditanya dia sudah pulang ke rumahnya mengendarai mobilnya sendiri.


Bersambung…..


Ini adalah novel pertamaku, jadi maaf jika ada kesalahan kata maupun kesamaan nama tokoh.


Dipersilahkan memberikan masukan (Kritik dan Saran).


Jangan lupa like dan vote ya💞💞

__ADS_1


__ADS_2