Antara Cinta & Benci Sang Penguasa

Antara Cinta & Benci Sang Penguasa
Menyebalkan!


__ADS_3

Avanthika dan Roy berjalan di lorong perusahaan tanpa berbicara, mereka tenggelam dalam pikirannya masing-masing. 


Abi menyuruh Roy untuk mengajaknya melihat-lihat perusahaan dan mengajaknya ke ruangan khusus sekretaris.


'S*alan lu Bi, seenaknya ngangkat sekretaris baru. Kalo aja dia bukan bos gue udah gw pites tu anak!' Batin Roy kesal.


Tak hanya Roy, bahkan Thika pun juga menggerutu tak jelas di dalam hatinya. 'Kenapa sih gue harus jadi sekretaris dari orang menyebalkan itu, apalagi gue pernah bikin salah sama dia. Mampus lu Ka kayaknya dia bakal balas dendam' batin Thika.


Mereka pun sampai di ruangan khusus sekretaris. Kecanggungan terjadi di antara keduanya. Akhirnya Thika memberanikan dirinya bertanya memulai obrolan.


"Em… anu, pak Roy apa pekerjaan saya?" Tanya Thika gugup.


"Hari ini, kau hanya perlu membuat kopi untuk bos, mengcopy beberapa laporan, dan menuruti apapun perintah bos" jawab Roy. 


"Mulai hari ini, ini adalah mejamu. Dan ya, bos sama sekali tidak suka orang yang terlambat jadi kau harus datang 10 menit sebelum bos datang" lanjut Roy lagi sambil menunjuk meja Thika.


"Baik asisten Roy" jawab Thika semangat.


Thika pun mulai bekerja mengcopy beberapa berkas dan menyusunnya dengan rapi. Setelah itu ia pun membawanya ke ruangan Abi.


*


Tok tok tok


"Masuk!" Ucap Abi.


"Maaf pak, saya kesini membawa beberapa berkas, mau saya taruh dimana?" Tanya Thika.


"Taruh disini saja!" ucap Abi dingin tanpa melihat Thika, Abi pun menunjuk ujung mejanya untuk meletakkan berkas yang dibawanya.


Thika pun menaruh berkasnya. Setelah selesai ia pun beranjak ruangan namun, dicegah oleh Abi.


"Kamu, buatkan saya kopi" ucapnya cuek tanpa memandang Thika.


"Baik pak" jawab Thika singkat. Lalu pergi ke pantry.


10 menit kemudian, Thika masuk keruangan Abi dan meletakkan kopinya. "Silahkan diminum kopinya pak" ucapnya.

__ADS_1


Abi pun mencicipi kopi yang dibuat oleh Thika. Namun Tiba-tiba, Byurrrr!!!


"Terlalu pahit, ganti!" Titah Abi sambil mengelap mulutnya.


Thika pun kembali membuatkannya kopi namun, reaksi yang diberikan Abi sangat membuatnya kesal.


"Terlalu manis, ganti!" Titahnya kedua kalinya.


Dan untuk ketiga kalinya.


"Airnya kebanyakan, kamu ini sebenarnya bisa buat kopi gak sih?!" Ucap Abi dengan sinis.


Mendengar itu, Thika pun tersulut emosinya dan mengeluarkannya di depan Abi.


"Pak, saya sudah membuatkan anda kopi tiga kali. Bapak bisa kan menghargai sedikit usaha saya" ucap Thika dengan kesal. Meskipun kesal ia tetap tersenyum walau agak dipaksakan.


"Kapan saya nggak menghargai kamu?" Tanya Abi tanpa perasaan bersalah.


"Buset, kenapa gue mesti dapet bos dingin yang menyebalkan gini sih? Bikin gue emosi aja" ucap Thika di dalam hatinya.


Thika yang sudah terlalu emosi, pergi meninggalkan ruangan Abi dengan perasaan dongkol. Tanpa menoleh ke belakang.


*


*


Sebenarnya di dalam lubuk hati Abi yang paling dalam, Abi baru pertama kalinya meminum kopi yang rasanya enak. Ia pun menyuruh Thika membuatkannya kopi berulang kali agar bisa merasakan kenikmatan kopi buatan Thika. Ia tidak tahu apa yang membuatnya seperti ini.


Namun sayang, ego Abi terlalu tinggi untuk memuji Thika. Selain itu ia juga  menyangkal, bahwa ia menyukai kopi buatan Thika.


*


*


Jam pulang kerja pun datang, para pegawai mulai berhamburan pergi meninggalkan perusahaan. Tak terkecuali untuk Thika itu sendiri. Karena saat ini ia ada janji nongkrong bareng dengan sahabatnya untuk merayakan diterimanya Thika bekerja.


Di sebuah restoran, Nisha dan Sarah sudah duduk menunggu kedatangan Thika. 

__ADS_1


"Wah tu anak kelewatan, terlambatnya gak maen" celetuk Nisha.


"Udah lah, palingan macet. Lagian sekarang jam pulang kantor" jawab Sarah menenangkan Nisha.


Tak lama kemudian Thika pun datang menghampiri mereka. "Malem guys, sorry gw telat macet soalnya" ucap Thika meminta maaf kepada kedua sahabatnya.


"Wah Thika yang selalu on time, sekalinya terlambat gak ngotak" ucap Nisha sambil menggoda Nisha.


"Ish… udah ah, pesen kuy laper gue!" ucap Thika.


Mereka pun memanggil pelayan dan memesan makanan. Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun sampai dan dihidangkan.


"Eh lo beneran diterima di Dewantara Enterprise? Udah ketemu CEO nya gak?" Tanya Sarah dengan tatapan selidik.


"Eh iya bener tuh, katanya CEO Dewantara Enterprise ganteng pake banget" ucap Nisha menambahkan, sambil menerka-nerka wajah sang CEO.


"Is kalian lo pada ya. Iya, gue dah diterima bekerja di sana dan gue dah ketemu sama CEO nya, sialnya gue jadi sekretarisnya" ucap Thika dengan kesal.


"What??!!" Teriak Nisha dan Sarah bersamaan. Sarah yang sedang minum pun hampir tersedak mendengar ucapan Thika.


"Asal kalian tau ya, bosnya itu dingin, aneh dan yang paling penting dia itu Super Duper Menyebalkan!" Teriak Thika dengan kesal.


"Padahal gue jurusan manajemen keuangan, eh disuruh jadi sekretarisnya kan kampret" lanjut Thika.


"Tapi ganteng kan?" Tanya Sarah yang merasa antusias. Pasalnya Sarah semangat jika membahas mengenai para pria tampan.


"Bukannya lo dah pernah liat dia di pesta kemarin kan?" Jawab Thika menatap tajam kearah Sarah.


"Ya...gue kan nanya aja" jawab Sarah sambil mengangkat bahunya.


"Udah ah, ngomongin orang mulu. Makan gih" ujar Nisha.


Mereka pun menghabiskan makan malam mereka sambil bersenda gurau. Sampai akhirnya mereka pulang.


Bersambung…….


Ini adalah novel pertamaku, jadi maaf jika ada kesalahan kata maupun kesamaan nama tokoh.

__ADS_1


Dipersilahkan memberikan masukan. (Kritik dan Saran)


Jangan lupa like dan vote ya💞💞


__ADS_2