
Di mansion Abi.
Dua hari menjelang pesta pernikahan, tampak riuh di segala penjuru di mansion mewah tersebut. Itu karena semua orang tengah sibuk berkemas. Thika sendiri mengepak pakaian yang akan dia dan Abi gunakan di Bali selama satu Minggu.
Setelah selesai dia pun menuju kamar Aska kemudian Agastya membantu mereka menyiapkan pakaian yang akan dimasukkan ke koper.
Tak lupa para pelayan yang akan ikut menghadiri pesta pernikahan sang majikan.
Setelah selesai berkemas mereka pun menaruh semua koper di ruang tamu untuk diangkut di mobil lalu membawanya ke bandara. Rencananya mereka akan menaiki pesawat pribadi menuju Bali pada pukul 2 siang.
Setelah keriuhan yang terjadi akhirnya mereka semua menuju ke bandara dengan Pak Jak yang menjaga mansion karena tidak bisa ikut.
"Mom, dad, aku sangat senang karena pertama kali aku menghadiri pernikahan dan itu adalah pernikahan mommy dan Daddy." Ucap Agastya dengan polosnya.
"Ya, adik benar." Ucap Aska.
Sementara Thika dan Abi saling lirik lalu tersenyum kepada kedua anaknya.
Sesampainya mereka di bandara dengan cepat menuju kursi pesawat tanpa ada lagi urusan administrasi, karena sudah ada orang yang melakukannya terlebih dahulu. Mereka pun mengudara melintasi samudera menuju tempat yang dituju.
*
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam mereka pun sampai dengan selamat. Di Bandara sendiri sudah ada orang suruhan Abi yang menunggu mereka. Yang akan mengantarkan semua orang menuju hotel milik Abi, dimana tempat diselenggarakannya pernikahan.
Bali atau Pulau Dewata merupakan salah satu provinsi yang berada di Indonesia. Bali terkenal karena bentangan alamnya yang indah berpadu sempurna dengan kearifan lokalnya yang istimewa.
Daya tarik utama Pulau Bali tentu saja terdapat pada wisata pantainya. Hampir semua wisatawan yang berlibur di Bali memasukkan pantai ke dalam daftar kunjungannya.
Selain itu, suguhan budaya Pulau Dewata yang kaya, melalui pertunjukan seni paling ikonik khas Bali yaitu tari kecak yang dipentaskan di atas tebing, dekat Pura Uluwatu, sambil menyaksikan matahari yang perlahan-lahan terbenam. Tempat lain yang juga bisa dikunjungi untuk melihat kekayaan budaya Bali adalah Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana. Selain menyaksikan langsung patung tertinggi di Indonesia, kita juga bisa menonton berbagai pertunjukan seni yang dipentaskan di sana, seperti Tari Kecak dan Tari Barong Bangkung.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit mereka semua pun sampai di hotel milik keluarga Dewantara yang terletak di pantai Nusa Dua. Nusa Dua Bali salah satu tempat wisata di pulau Bali, yang lokasinya berada di Bukit Peninsula, bagian ujung tenggara pulau Bali. Area Nusa Dua terbentang dari semenanjung Tanjung Benoa, sampai ke area timur bukit Sawangan.
Karena lelah perjalanan mereka semua memutuskan istirahat sebelum memulai urusan pernikahan yang tinggal menghitung hari.
*
Satu hari sebelum pernikahan, Mahen dan Nisha sudah berada di hotel milik keluarga Dewantara sementara Roy dan Sarah sudah sampai kemarin pada malam harinya. Dan sekarang hanya tinggal menunggu Roni yang masih dalam perjalanan.
__ADS_1
Semua orang tampak hilir mudik menyiapkan persiapan pernikahan sementara sang pengantin perempuan memilih untuk melakukan spa bersama Nisha dan Sarah. Meninggalkan anak-anak bersama para laki-laki.
"Aku dan Thika sudah menikah, lalu kamu kapan Nis?" Goda Sarah saat sedang menikmati spa.
Thika mengangguk. "Benar tuh, kak Mahen gak gercep. Kasihan kakak iparku." Goda Thika.
Nisha merona dia merasa wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus karena digoda oleh kedua sahabatnya itu. "Sudah ih jangan goda aku lagi." Sahut Nisha.
"Semoga saja kak Mahen mau menikahi sahabatku ini dalam waktu dekat." Ucap Thika.
"Bener tuh. Aku pengen anak kita nanti seumuran, kan lucu. Masuk sekolah barengan." Ucap Sarah.
Nisha tampak memikirkan perkataan kedua sahabatnya itu. Sembari memikirkan hubungannya dengan Mahen kedepannya.
Disisi lain di tempat para laki-laki.
Terdengar suara riuh dimana Aska, Agastya dan Reno sedang bermain bersama sembari diawasi oleh ayah mereka.
Abi mengambil kaleng soda yang terletak di atas meja. "Mahen kapan nyusul nikah?" Tanya Abi, lalu menegak minuman soda tersebut.
Sementara Roy hanya diam sambil meminum minuman soda, menjadi pendengar yang baik antara adik dan kakak ipar tersebut.
"Hei sabar jangan berdebat, astaga aku sedikit merinding. Disisi lain ada seorang mafia disampingku dan disisi lain ada tentara." Ucap Roy yang pikirannya melanglang buana.
Abi dan Mahen menatap Roy dengan tatapan tajam. Sementara Roy sudah merasa seperti akan terjadi penggerebekan.
*
*
Hari pernikahan.
Setelah menjalankan beberapa ritual pernikahan Abi dan Thika pun saat ini sudah berada diantara para tamu. Menyapa beberapa teman dan kolega bisnis Abi dan juga dirinya.
Mereka senang menyelenggarakan pesta pernikahan tertutup dan hanya dihadiri beberapa orang dekat dan penting.
Abi pun naik ke panggung sambil membawa mikrofon. "Teruntuk istriku yang cantik, terimakasih karena sudah menerima diriku yang masih memiliki kekurangan. Memaafkan diriku disaat melakukan kesalahan, walau aku tahu kesalahanku tidak pantas untuk dimaafkan. Aku akui, aku bukanlah pria yang baik. Tapi, aku akan berubah menjadi lebih baik, tidak akan membuatmu menangis atau mengeluh lagi. Stay by my side, sampai maut memisahkan. I Love You Avanthika Sanjaya."
Setelah itu riuh tepuk tangan orang-orang bersahutan dikala Abi sudah selesai berbicara. Sementara Thika sudah berkaca-kaca mendengarnya.
__ADS_1
"I Love You Too." Ucap Thika disaat Abi sudah turun dari panggung lalu berciuman.
*
"Selamat ya, kalian sudah menikah." Ranveer memberi selamat, disaat Abi sudah turun panggung. Tentu saja disaat dia mendengar Thika akan menikah membuat hatinya potek.
Abi pun dengan cepat bersalaman dengan Ranveer disaat Thika akan membalasnya. "Ah terimakasih tuan Ranveer." sahut Abi.
"Aiyo! Akhirnya kalian bersatu juga! Astaga, akhirnya aku bisa tenang." Roni yang tiba-tiba datang memeluk Thika.
Thika dan Abi terkejut. "Kak Roni aku kira kakak gak bakal datang." Ucap Thika.
"Aku harus datang di pernikahanmu. Kamu sudah aku anggap adik." Sahut Roni.
Sampai saatnya tiba pada pelemparan bunga. Semua orang sudah berkumpul untuk menangkap buket bunga yang dibawa sang pengantin perempuan.
Disaat semua orang sudah siap, Thika pun melemparkan bunganya. Sampai akhirnya seseorang mendapatkannya. "Kak Mahen!" Ucap Thika disaat sudah berbalik.
Bersambung……
...**********...
...Di malam yang tenang rambut panjang mu terurai indah....
...Disaat aku menatap matamu, seperti aku menatap rembulan yang membuat malamku terhanyut....
...Semilir angin membawa aroma tubuhmu....
...Gemerisik dedaunan mengatakan bahwa kamu diam-diam ingin mengatakan sesuatu....
...Aku bertanya-tanya sudah berapa lama aku juga ingin mengatakan isi hatiku ini....
...Bahwa kamu tidak ada di mana-mana, tapi hanya dihatiku. ...
...Hanya hatiku....
...~Abimanyu Dewantara~...
...**********...
__ADS_1
^^^by: Me^^^