Antara Cinta & Benci Sang Penguasa

Antara Cinta & Benci Sang Penguasa
Menjadi Istriku Yang Sesungguhnya


__ADS_3

Setelah Thika selesai memesan makanan, sekarang giliran dirinya yang memesan. Abi pun memesan makanan yang sama dengan Thika. Mungkin karena ingin mengenal Thika lebih jauh membuatnya ingin memakan makanan yang sama dengannya.


"Jadi, ada apa ini? Kenapa kamu membawaku kemari?" Ketus Thika. Yang masih jengkel kepada Abi.


Abi menetralkan amarahnya, agar tidak membuat Thika terkejut nantinya. "Bukankah kamu belum sarapan tadi pagi? Dan lagi kamu batal makan di kantin bukan? Jadi, aku mengajakmu makan siang." Ucap Abi.


Thika hanya mengangguk pelan.


"Apa yang membuatmu begitu marah padaku?" Tanya Abi. Sedikit hati-hati agar tidak membuat Thika kesal lagi.


Thika membuang nafasnya kasar. "Kamu tahu bukan landasan dari setiap hubungan adalah kepercayaan dan komunikasi. Aku tahu bahwa dalam hubungan kita ini sama sekali tidak ada kepercayaan. Tapi, aku harap kamu bisa menceritakan sedikit saja masa lalumu."


"Aku hanya ingin mendengar cerita masa lalu itu dari penuturanmu sendiri. Bukan dari penuturan orang lain yang belum tentu benar." Lanjut Thika lagi.


Abi terhenyak mendengarnya. Bukannya dia tidak ingin mengatakannya. Hanya saja Abi ingin mengubur cerita masa lalunya itu dan hidup dengan tenang di masa kini dan masa depan.


"Bukannya aku tidak mau menceritakannya, lagipula itu tidak penting sekarang. Aku tidak ingin masa lalu mengusik masa kini dan masa depanku kelak." Ucap Abi memberi pengertian.


Thika meremas tangannya. "Kamu benar. Lagipula aku ini siapa, hanya seorang istri kontrak." Ucap Thika tersenyum kecut.


Abi ingin meluruskan ucapan yang dikatakan Thika. Tapi, tidak jadi karena pelayan sudah datang membawa makanan. Lalu menyajikannya.


"Bisakah aku mendapat ice cream coklat, dengan ekstra choco chips." Ucap Thika dikala pelayan selesai menyajikan makanan.


"Baik nona." Ucap pelayan itu mengundurkan dirinya. Tak lama pesanan Thika pun datang.


Thika pun memulai memakan makanannya. Sedangkan Abi sedang berpikir dengan keras, karena lagi-lagi Thika memiliki kemiripan dengan gadis kecil yang ditemui Abi di masa lalu.

__ADS_1


Mereka pun makan dalam diam. Dengan Thika yang fokus memakan makanan favoritnya. Dan Abi yang sedari tadi menatap Thika sembari memantapkan hatinya.


Tak selang beberapa lama mereka pun sudah selesai makan siang. Thika pun mengambil mangkuk yang berisi ice creamnya lalu memakannya. Setidaknya setelah memakan ice cream moodnya akan kembali menjadi baik.


Abi menatap Thika yang dengan asiknya memakan ice cream. Thika yang merasa diperhatikan melirik Abi sekilas. "Kamu mau?" Tanya Thika dengan tatapan polosnya. Menyodorkan mangkuk yang berisi ice cream itu kedepan Abi.


Abi hanya menggeleng. "Ya sudah." Kesal Thika, lalu kembali memakan ice creamnya. Dimata Abi saat ini Thika jelas seperti anak kecil yang imut.


Abi menarik nafasnya menetralkan degup jantungnya. Lalu mengambil sebuah kotak kecil dari sakunya. "Thika." Panggil Abi. Membuka kotak itu.


Thika terkejut. "Ada apa ini? Kenapa kamu memberiku cincin?" Tanya Thika. Ya, yang diberikan Abi adalah sebuah cincin dengan permata berupa berlian indah yang menghiasinya. Cincin yang Abi suruh Roy menyiapkannya


"Aku tahu dari awal pernikahan kita hanya pernikahan kontrak. Tapi, mulai dari sekarang aku ingin pernikahan ini bukan lagi pernikahan kontrak, dan kamu akan menjadi istriku, selamanya sampai ajal menjemput. Aku ingin kamu percaya padaku, bergantung padaku, menceritakan hal-hal kecil yang kamu sukai dan tidak kamu sukai. Memulai hubungan ini dari awal dengan landasan kepercayaan. Kamu tahu aku bukan laki-laki romantis, aku akan jujur kepadamu…." Abi bangkit dari duduknya menuju tempat duduk Thika. Lalu berlutut di hadapan Thika.


Abi menggenggam tangan Thika. "Avanthika Sanjaya maukah kamu menjadi istriku yang sesungguhnya. Menemaniku di masa kini sampai di masa depan. Dan I Love You Avanthika." Ucap Abi. Mengungkapkan perasaannya.


"Aku…. Maaf…. Untuk saat ini aku belum bisa menerimanya. Itu mungkin karena perlakuanmu yang sedikit membuatku bingung." Ucap Thika. Yang masih ragu-ragu mengenai perasaannya.


Abi terlihat murung. "Tidak apa." Jawab Abi lalu bangkit dari berlutut nya. Dia merasa sakit karena mendapat penolakan.


Thika yang merasa bersalah, menarik pelan lengan jas hitam yang dikenakan Abi. "Kenapa pergi? Kamu tidak mau memakaikan cincinnya padaku?" Tanya Thika.


Abi terkejut lalu berbalik. "Benarkah? Kamu mau memakai cincinnya? Bukankah kamu tidak menerimaku?" Tanya Abi yang masih terkejut.


"Aku tidak menerimamu. Hanya saja berikan hatiku sedikit waktu. Lagipula apa ada sepasang suami istri yang tidak memakai cincin. Bukankah cincin merupakan simbol di dalam pernikahan." Jawab Thika sedikit tersenyum.


Dengan cepat Abi memasangkan cincin berlian itu di jari manis Thika. "Terimakasih. Aku akan berusaha membuatmu jatuh cinta padaku." Ucap Abi lalu mengecup tangan kanan Thika. Sementara Thika hanya tersenyum di tempat duduknya.

__ADS_1


*


*


Sementara di depan pintu masuk restoran terlihat Roy yang sedang melihat ponselnya. Mengecek beberapa berkas yang dikirim karyawannya melalui email.


Tiba-tiba seorang gadis datang, pandangannya mencari sesuatu didalam tasnya. Sehingga dia tidak memperhatikan jalan di depannya.


Bruk!


"Maafkan saya." Ucap gadis yang menabrak Roy. Lalu berjongkok memungut barang yang terjatuh dari tasnya. Bak adegan Film.


Roy pun membantu mengambilkan barangnya. Lalu tatapan mata mereka bertemu.


Roy sedikit termangu menatap gadis di depannya. 'Buset bidadari dari mana ini? Cantik!' Batin Roy memuji gadis tersebut.


"Ekhem!" Dehem seseorang yang tak lain adalah Abi.


Thika dan Abi keluar setelah menyelesaikan makan siangnya. Mereka bergandengan tangan menuju pintu luar restoran. Tapi, mereka melihat pemandangan dari Roy yang terbengong menatap seorang gadis cantik.


Tak lama mereka bangkit, gadis itu pun membenahi pakaiannya yang sedikit kusut.


"Sarah?" Tanya Thika kepada gadis yang menabrak Roy.


"Thika?" Tanya Sarah. Ya, orang yang menabrak Roy adalah bestie nya Thika.


Bersambung…..

__ADS_1


__ADS_2