Antara Cinta & Benci Sang Penguasa

Antara Cinta & Benci Sang Penguasa
Kedatangan


__ADS_3

Di bandara 


Mayor Agatha beserta Nisha sedang menunggu kedatangan seseorang yang selama beberapa tahun ini pergi untuk menjalankan misi Negara.


Nisha sendiri bingung. Disisi lain ia sangat senang dengan kedatangan orang tersebut tapi disisi lain ia juga berfikir kenapa ayahnya mengajaknya menjemputnya.


Setelah dua puluh menit menunggu. Orang yang ditunggu pun menampakkan dirinya. Seorang laki-laki yang tinggi dengan wajah tampannya melangkah keluar menuju ruang tunggu. 


Mayor Agatha pun bangkit menyambut laki-laki itu. "Selamat datang nak! Apa kabar?" Tanya Mayor Agatha.


Pria itu tersenyum. "Kabar saya baik pak." Jawabnya.


Nisha yang berdiri di samping ayahnya maju menyalami laki-laki tersebut. "Selamat datang Kak Mahen." Ucap Nisha tersenyum. Yang disapa pun mengulurkan tangannya, menjabat tangan calon dokter tersebut.


Ya, yang datang merupakan putra dari Jenderal Sanjaya yaitu Mahendra Sanjaya. Selama beberapa tahun ini dia sedang berada di provinsi lain karena statusnya sebagai Kapten dalam menjalankan suatu misi Negara.


Segera mereka pun menuju parkiran mencari mobil yang akan mereka tumpangi. Mereka pun meninggalkan bandara menuju kediaman Sanjaya.


*


30 menit waktu yang mereka tempuh dari bandara menuju kediaman Sanjaya. Saat ini mereka sudah sampai di kediaman Sanjaya. Di depan pintu utama bisa dilihat Jenderal Sanjaya sedang menunggu untuk menyambut kedatangan putranya.


Mahen pun keluar dari mobil menghampiri ayahnya yang terlihat lemah duduk di kursi roda. Sebelum memberikan pelukan hangat terlebih dahulu Mahen memberikan tanda penghormatan dengan mengangkat tangan kanannya memberi hormat.

__ADS_1


Setelah itu, Mahen pun memeluk ayahnya. "Ayah apa kabar? Kenapa bisa begini?" Tanya Mahen kepada ayahnya, setelah melonggarkan pelukannya.


Tuan Sanjaya tersenyum. "Sudah biasa nak, Ayah sudah tua jadi sakit-sakitan." Ucapnya sendu.


Mahen pun berdiri mencari keberadaan seseorang. Orang yang selalu manja dan keras kepala sedari kecil padanya. Seseorang yang sedari kecil selalu dia lindungi.


Mahen memandang ayahnya. "Ayah, Thika mana?" Tanya Mahen. Tidak bisanya adik kecilnya itu seperti ini. Biasanya setiap ia keluar walau sebentar maka adiknya yang akan menyambutnya.


Jenderal Sanjaya melirik Mayor Agatha. "Ayo masuk dulu nak! Kita bahas di dalam!" Ucap Mayor Agatha. Tuan Sanjaya lalu mengajak Mahen, Nisha serta Agatha ke dalam rumah.


*


*


"Ada apa yah? Apa ada masalah?" Tanya Mahen kepada ayahnya yang sedari tadi hanya diam.


"Ini menyangkut adikmu." Ucap Jenderal Sanjaya. "Adikmu sudah menikah." Lanjutnya lagi dengan menahan sedikit sesak di dadanya.


Mahen dan Nisha pun terkejut. Seketika Mahen menggebrak meja di depannya, tangannya terkepal bahkan sampai memperlihatkan urat-urat di tangannya. "Bagaimana bisa dia menikah? Dengan siapa?" Tanya Mahen dengan emosi yang menggebu. Bagaimana bisa adik tersayangnya menikah tanpa memberitahukan pada dirinya.


Nisha hanya bisa mendengarkan walau sesekali membaca situasi yang sedang terjadi. Terkejut? Pasti, sahabat yang sudah menemaninya dari kecil tiba-tiba menikah, bahkan dirinya dan kakaknya saja tidak diberitahu.


Melihat Jenderal Sanjaya yang masih memegangi dadanya. Dengan cepat mayor Agatha menjelaskan situasi yang terjadi.

__ADS_1


"Nona Avanthika sudah menikah dengan Abimanyu Dewantara. Dan beberapa hari yang lalu Abimanyu datang ke rumah ini ia mengatakan akan balas dendam atas kejadian lima tahun lalu. Saya tidak tahu apakah nona Thika baik-baik saja saat ini karena Abimanyu sudah memblokir semua akses kami untuk menghubungi nona Avanthika." Ucap Mayor Agatha memberikan informasi yang dia dapatkan.


Rahang Mahen mengeras, bagaimana bisa Abimanyu itu menikahi adiknya. Apakah ia akan menggunakan adiknya sebagai alat balas dendamnya? Pikirnya.


Sebagai seorang kakak ia merasa gagal melindungi adiknya sendiri. Membiarkan adik yang paling disayanginya menikah dengan orang yang menaruh dendam kepada keluarganya.


Nisha pun masih bingung dengan keadaan. Kejadian lima tahun lalu? Balas dendam? Apa hubungannya dengan Avanthika yang menikah dengan Abimanyu? Pikirnya.


"Apakah ayah sudah memberitahu tentang kebenaran tentang lima tahun lalu kepada Abimanyu?" Tanya Mahen kepada ayahnya yang tertunduk sedih.


Jenderal Sanjaya menghembuskan nafasnya berat. "Kau tau bukan bagaimana kelakuan Abimanyu. Sekeras apapun aku berusaha memberitahu kebenarannya, dia tidak akan mendengarkannya." Ucapnya.


"Aku selalu merasa, ada seseorang yang mengkambinghitamkan keluarga kita." Lanjutnya lagi.


Mahen tampak berpikir sejenak. Apa yang dikatakan ayahnya memang benar. Ada yang memanfaatkan keluarganya untuk suatu kepentingan. Tapi siapa orangnya? Pikirnya. 


"Saya sudah berulang kali menyelidiki kejadian lima tahun lalu. Tapi hasilnya tetap nihil. Orang ini sangat pintar dan licik, dia seperti belut, gerak geriknya sangat licin dan sulit dideteksi." Ucap Mayor Agatha. Melaporkan hasil investigasi yang selama ini dilakukannya.


"Besok aku akan pergi ke kediaman Dewantara dan membawa pulang Avanthika." Ujar Mahen. Bisa dilihat amarah terpancar di matanya. 


"Kau kira aku tidak melakukan hal itu?! Bahkan kediamannya dijaga sangat ketat, tidak semudah itu kita bisa menemuinya." Ucap Jenderal Sanjaya dengan suara yang dinaikkan satu oktaf. Mahen pun terdiam.


"Satu-satunya cara yaitu…"

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2