
Malam harinya.
Thika sedang berada di kamar kedua putranya. Berada di kasur Agastya yang sedari tadi ingin bermanja dengannya. Sedangkan Aska jangan ditanya dia sudah sibuk dengan dunianya yaitu membaca buku atau mencari beberapa referensi pelajaran di laptop yang dia punya.
Aska dan Agastya sendiri memiliki satu kamar dengan ranjang yang berbeda, sehingga Thika harus bergantian menidurkan putranya.
Tak lama Thika pun sudah menidurkan si manja Agastya lalu berganti ingin menidurkan si sulung Aska. "Sudah, sekarang sudah malam waktunya tidur." Ujar Thika disaat putra sulungnya masih membaca buku.
Aska menatap sang mommy lalu menggenggam tangannya. "Mom, aku tahu kalau mommy sama sekali belum ingin membicarakan soal Daddy. Aska tidak akan bertanya lebih banyak tentang Daddy tapi tolong beri penjelasan dan pengertian kepada Agastya." Ucap Aska.
Sementara Thika terpaku terhadap pernyataan Aska. "Apa yang kamu bicarakan hmm?" Ucap Thika membelai surai kehitaman putranya
"Mom aku bukan anak kecil lagi. Aku tahu mommy setiap malam pasti menangis dalam diam. Mungkin mommy tidak ingin membicarakan tentang Daddy, karena di masa lalu daddy pasti membuat kesalahan yang membuat mommy marah. Dan seperti kata mommy bila ada masalah mommy juga harus memberitahu Aska." Ucap Aska. Menyodorkan jari kelingkingnya.
Thika sendiri hanya diam, dia berpikir bagaimana bisa putranya yang usianya masih sangat belia sangat peka terhadap keadaan.
"Baiklah, jika mommy dalam masalah mommy akan memberitahukannya padamu." Ucap Thika lalu menautkan jari kelingkingnya.
"Sekarang Aska tidur, ini sudah malam. Good night, have a nice dream." Ucapnya lalu mencium kening putranya.
Tak lama setelah sang mommy meninggalkan kamarnya. Dengan cepat Aska mengambil laptopnya lagi lalu menghubungi seseorang. "Singkirkan orang yang bernama Joy Mendoza." Ucapnya lalu mematikan sambungan telepon. Senyum seringai sudah menghiasi wajah mungilnya itu.
*
__ADS_1
Pagi harinya, karena berhubung ini hari Sabtu, sekolah si kembar sedang libur. Begitupun juga dirinya dan Nisha yang yang libur kerja. Thika dan Nisha sendiri merencanakan akan pergi ke salah satu taman hiburan.
Saat ini mereka sudah berada di meja makan untuk sarapan. Namun, suara notifikasi pesan ponsel Thika terus berbunyi sedari tadi. Thika pun membacanya dengan cermat.
✉️ "Datanglah ke perusahaan jam sembilan pagi. Ada sesuatu yang penting harus kita diskusikan." ~Ranveer.
"Aska, Agastya maafkan mommy. Mommy tidak bisa ikut ke taman hiburan karena ada urusan di perusahaan. Kalian bisa pergi bertiga bukan?" Tanya Thika yang sedikit merasa tidak enak meninggalkan anak-anak kepada Nisha.
"No problem mom, kami akan pergi dengan aunty." ucap Agastya. Sedangkan Aska hanya mengangguk setuju terhadap perkataan adiknya.
"Pergilah, aku akan menjaga mereka berdua." Nisha memberi sedikit rasa tenang kepada Thika.
"Maaf ya Nisha, nanti aku traktir deh." Ucapnya sambil mengerlingkan sebelah matanya.
*
*
Setelah menempuh waktu beberapa menit, akhirnya dia pun sampai di perusahaan. Lalu menuju ruangan rapat yang biasa digunakan. Disana sudah terlihat beberapa orang duduk.
Setelah menunggu beberapa orang lagi, rapat dadakan itu pun dimulai.
"Baiklah, karena kalian semua sudah hadir saya akan memulai rapat hari ini. Rapat kali ini berkaitan dengan ulang tahun perusahaan dan beberapa kerja sama kedepannya." Ucap Ranveer memulai rapat.
__ADS_1
"Ulang tahun perusahaan kali ini akan sedikit berbeda, saya ingin ada sedikit pesta nantinya. Karena kita akan kedatangan tamu dari negara lain yang akan bekerja sama dengan kita. Saya ingin kita mempersiapkannya dengan baik." Ucapnya lagi
Semua orang pun mendengarkan dengan seksama apa yang dibicarakan oleh bosnya. "Aku harap bagian perencanaan berkoordinasi dengan bagian keuangan untuk masalah ini. Dan bagian pemasaran akan menangani bagian kerja sama dengan tamu kita yang akan datang." Ucap Ranveer.
"Baik pak!" Sahut semua orang yang ada disana.
Rapat pun dibubarkan. Mereka pun melaksanakan tugas yang diberikan oleh bosnya mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk pesta sedini mungkin. Untuk menghindari kesalahan pada hari H.
*
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul empat sore. Thika yang sudah selesai dengan pekerjaannya langsung bersiap untuk pulang. Namun, tak beberapa lama Ranveer masuk setelah mengetuk pintu ruangannya.
Dengan cepat Ranveer menuju meja dimana Thika bekerja. "Apa kamu punya waktu sore ini?" Tanyanya.
"Aku rasa tidak bos." Thika menyahut.
"Aku ingin…. Mengajakmu makan malam apa kamu keberatan?" Tanyanya dengan sedikit gugup. Takut ajakannya akan ditolak.
Thika terlihat melihat jam di pergelangan tangannya, menimang-nimang keputusan yang akan diambilnya. "Baik bos, saya bisa." Sahutnya.
Ranveer menggandeng pergelangan tangan Thika lalu mengajaknya keluar. "Kalau begitu mari kita pergi sekarang." Ucapnya.
Tak menunggu lama mereka sudah berada di basement perusahaan. Dengan cepat Ranveer melajukan mobil mewahnya menuju ke suatu tempat.
__ADS_1
Bersambung……