Antara Cinta & Benci Sang Penguasa

Antara Cinta & Benci Sang Penguasa
Karena Aku Percaya Padamu


__ADS_3

Langit sudah berganti warna dari mulanya cerah menjadi agak gelap. Saat ini Abi sudah sampai di mansionnya. Lalu melenggang ke dalam, untuk mencari sang istri tercinta.


"Sayang?" Teriak Abi pelan.


Lalu menuju dapur, karena biasanya Thika akan berada disana pada jam segini. "Sayang? Kamu dimana?" Teriaknya lagi. Kali ini dengan suara yang lantang dan menggema.


"Nyonya sedang di kamar tuan." Ucap salah satu pelan yang memberitahu dimana sang nyonya berada.


Abi hanya mengangguk, lalu dengan cepat menuju kamarnya yang terletak di lantai dua. Dibukanya pintu dengan tergesa-gesa. "Sayang?" Ucapnya. Ketika sudah berada di dalam kamar.


Lalu dia mendengar suara gemericik air dari arah kamar mandi. Dengan cepat Abi pergi kesana menyusul Thika yang sedang mandi. Abi pun melepas semua pakaian yang melekat ditubuhnya. Dibukanya pintu kamar mandi dengan hati-hati agar tidak mengagetkan Thika. Dan beruntungnya dia karena pintu kamar mandi tidak dikunci.


Abi menyeringai, melihat istrinya yang sedang berada di bawah guyuran shower. Dengan mengendap-endap Abi melilitkan tangannya ke pinggang istrinya. Thika yang tidak menyadari kedatangan suaminya pun kaget.


"Ah…. Hubby kamu membuatku takut!" Pekiknya karena kaget.


Abi pun tertawa melihat ekspresi Thika yang sedang kesal. "Maaf ya, habis aku dari tadi memanggilmu tapi kamu tidak menyahut." Ucapnya lalu meletakkan kepalanya di pundak sebelah kanan Thika.


Thika pun memberontak. "Hubby lepasin, aku mau mandi." Ucapnya.


Abi tersenyum penuh arti. Kedua tangannya sudah naik ke atas sana menuju perbukitan yang sudah menjadi benda favoritnya. Merema*nya pelan, yang seketika membuat Thika tersentak kaget.


"Ugh!"


Sentak Thika yang kaget karena perlakuan Abi. Melihat itu, bukannya berhenti Abi tangannya malah dengan nakal memili* pucuk milik Thika. Yang seketika membuat Thika meremang dengan menahan desa*annya.


Dengan cepat Abi mbalik tubuh istrinya, merapatkannya ke dinding kamar mandi. Lalu menciu* bibirnya melu*atnya pelan lalu menerobos masuk mengabsen setiap inci milik istrinya.


Setelah puas bermain di bibir, Abi menuju telinganya lalu turun ke leher menyesa*nya dengan lembut. Thika pun sedari tadi menahan agar suaranya tidak keluar. "Keluarkan desaha*mu hmmm. Aku suka mendengarmu mend*sah.

__ADS_1


Abi mencium seluruh titik sensitif milih istrinya. Sehingga membuat Thika sudah berada pada puncaknya. Dengan cepat Abi melesakkan miliknya ke inti milik istrinya.


"Ah….."


Desa*nya karena kaget ketika Abi memasukkannya tanpa aba-aba.


Tak lama kegiatan itu, membuat mereka menge*ang nikmat. Thika merasa seperti berada di atas awan karena permainan suaminya itu. Mereka terus berpacu sampai akhirnya mereka bersama mencapai di puncak.


"I Love You." Ucap Abi lalu mengecup kening istrinya. Thika tersenyum karena setiap selesai melakukannya maka Abi akan selalu mengatakan kata-kata cinta. Setelah itu, mereka pun mandi bersama.


*


*


Saat ini mereka sudah berada di atas ranjang. Karena Thika yang kelelahan setelah melakukannya di kamar mandi. Dia berada di pelukan suaminya, yang belakangan ini pelukannya membuatnya sedikit rindu.


Abi menoleh lalu mencium pucuk kepala Thika. "Katakanlah." Ucapnya.


"Aku ingin tahu…. Apakah benar bahwa selain CEO kamu juga merupakan ketua mafia Golden Eagle?" Tanya Thika sedikit ragu-ragu.


Abi pun kaget. Darimana Thika bisa tahu Identitasnya yang lain? Siapa yang memberitahukannya? Pikirnya.


"Siapa yang memberitahumu?" Ucap Abi, bahkan alisnya sendiri sudah menyatu membuat keningnya mengkerut.


Thika menelan ludahnya. "Kak Mahen yang memberitahuku. Aku ingin kamu sendiri yang menjelaskannya. Karena aku percaya padamu. Tapi, jika kamu tidak mau memberitahu tidak apa kok." Ucapnya dengan senyum getir.


Lalu bangkit menuju walk in closet untuk berganti bajunya karena masih menggunakan handuk kimono.


Melihat itu, Abi segera menarik pergelangan tangan Thika. Sehingga membuatnya terjatuh tepat di atasnya. "Maaf, aku tidak bermaksud tidak mengatakannya. Memang benar Aku adalah ketua mafia Golden Eagle meneruskan apa yang ditinggalkan ayahku." Ucapnya sendu.

__ADS_1


"Lalu terimakasih kamu sudah percaya padaku. Menungguku untuk menjelaskannya sendiri." Lanjutnya lagi. Sambil merapikan anak rambut Thika yang mengganggunya.


Thika tersenyum karena mendengarnya langsung dari suaminya. "Bukankah memang seperti itu, kamu suamiku tentu aku harus mendengarkan penjelasanmu terlebih dahulu. Dalam hubungan ada satu hal yang paling penting yaitu kepercayaan, jika tidak ada kepercayaan sebagai dasar hubungan maka, itu bukanlah sesuatu hubungan." Ucap Thika menatap netra milik suaminya.


"Kamu benar. Kamu semakin mirip saja dengan si Roni." Ucap Abi. Lalu membaringkan Thika disampingnya.


"Apakah kamu mau ikut denganku besok?" Tanya Abi.


Thika mengernyitkan dahinya. "Kemana?" Jawabnya.


Abi tersenyum, memandang kecantikan istrinya itu. "Bertemu dengan ayahmu. Kamu tahu beliau sedang dirawat dirumah sakit." Ucap Abi.


"Apa?! Ayah dirumah sakit?" Pekiknya. "Ta-tapi bagaimana jika ayah marah? Aku takut." Lanjutnya lagi, antara khawatir dengan kondisi ayahnya dan khawatir ayahnya yang masih marah.


"Tidak akan, aku akan selalu bersamamu." Ucap Abi menyakinkan Thika. Thika hanya tersenyum simpul.


Mereka pun menyudahi obrolan mereka. Karena hari yang sudah mulai malam. Lalu tidur menyelami mimpi indah mereka.


*


*


*


Sementara di rumah sakit.


Sarah yang mendengar Roy terluka dari Roni dengan cepat menuju rumah sakit. Perasaannya sangat kacau karena mencemaskan Roy.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2