
Thika dan kedua anak kembarnya pun sudah berada di pesta ulang tahun perusahaan. Jika saja bukan permintaan nyonya Sharma makan dia tidak akan membawa kedua putranya ikut.
Dia pun meninggalkan kedua putranya bersama nyonya Sharma dan pergi mengurus beberapa persiapan bersama beberapa pegawai.
"Thika apakah semua persiapannya sudah selesai dengan sempurna?" Tanya Ranveer yang datang dari arah belakang.
Thika berbalik. "Ya, tinggal menyesuaikan makanan yang akan dihidangkan kepada tamu yang akan datang." Sahutnya.
"Kamu siapkan saja makanan oriental, karena mitra kerja sama kita berasal dari Asia tenggara. Kamu pasti tahu makanannya bukan?" Tanya Ranveer.
"Baik, akan aku suruh koki membuatnya." Ucapnya lalu pergi ke dapur.
Sementara Ranveer menatap kepergian Thika dengan tatapan cinta. Batinnya merutuki kebodohannya 'Kenapa aku baru menyukainya sekarang? Kemana saja aku dulu, sehingga tidak melihat kehadiran bidadari cantik seperti Thika?'
Tak lama sekretaris Ranveer datang menghampirinya. "Pak, acara sudah akan dimulai tapi, mitra kerja sama masih belum datang. Katanya masih diperjalanan." Jelasnya.
"Baik! Kamu sambut tamu itu di luar aku akan menyambutnya lagi didalam. Ada beberapa persiapan yang masih harus aku kerjakan." Sahut Ranveer.
Waktu pun menunjukkan pukul 9 malam. Acara pun dimulai dengan meriah. Dimulai dengan sambutan dari Ranveer yang notabene sang pemilik perusahaan. Lalu ketua dari berbagai divisi yang memberikan sambutan beserta kesan dan pesannya, tak terkecuali Thika yang merupakan ketua bagian keuangan.
Saatnya Thika memberi sambutan, dia pun maju lalu naik ke podium.
"Terima Kasih atas kerja keras kalian semua. Tanpa adanya kalian semua mungkin perusahaan ini tidak akan berjalan. Selain itu ini salah tahun ketiga saya bekerja di perusahaan ini. Terima Kasih kepada pak Ranveer yang sudah menerima dan membimbing saya bekerja di perusahaan ini. Dan terima kasih kepada kalian semua yang sudah membantu saya. Semoga kedepannya perusahaannya bisa semakin maju." Ucapnya mengakhiri sambutannya.
__ADS_1
Lalu pergi turun dari podium, memilih duduk disamping kedua putranya. Takut dia akan merepotkan nyonya Sharma yang usianya sudah tidak muda lagi.
"Maafkan aku karena sibuk dan meninggalkan mereka pada Aunty." Ujarnya yang merasa bersalah.
"No Problem, Avanthi. Duduklah kamu pasti lelah setelah mempersiapkan urusan ulang tahun perusahaan." Sahut nyonya Sharma.
Acara pun dilanjutkan dengan pemotongan kue yang dilakukan oleh Ranveer dan Nyonya Sharma. Dan beberapa petinggi penting perusahaan.
"Aska, tolong jaga diri kalian nanti ya, karena mommy tidak akan selalu mengawasi kalian." Ujar Thika.
"Baik mom, aku akan menjaga Agastya. Nanti kami akan pergi ke ruang istirahat." Jawabnya.
Thika pun membelai rambut putra sulungnya itu. Putranya yang selalu dapat memahami situasi. Disisi lain Agastya sedang berada di atas panggung bersama nyonya Sharma karena ingin ikut dalam pemotongan kue.
*
"Miss, can I dance with you?" (Nona bisakah aku berdansa denganmu?)" Tanya Ranveer dengan berlutut dihadapan Thika.
Tak bisa menolak Thika pun menerima ajakannya. Mereka pun berdansa beberapa menit, sampai akhirnya kedatangan seseorang membuyarkan mereka.
"Istriku!" Teriak seseorang lalu memeluk Thika dengan eratnya.
"Ternyata selama ini kamu ada di sini. Apakah kamu tahu betapa aku merindukanmu?" Ujarnya lagi lalu memeluk Thika semakin erat.
__ADS_1
Ya, yang datang dan memeluk Thika adalah Abi.
Beberapa saat sebelumnya.
Abi dan Roy masuk ke dalam aula hotel dimana acara diadakan. Dengan dipandu oleh sekretaris Ranveer.
Didalam dapat didengar suara musik dansa yang menggema. Bahkan semua orang sedang berdansa dengan riangnya bersama pasangannya.
Namun, atensinya teralihkan ketika melihat sosok yang selama ini dia cari. Istrinya yang selama ini menghilang selama tujuh tahun. Dan akhirnya dia menemukannya di Winnipeg, Kanada.
Dengan cepat, Abi melangkah menghampiri keberadaan Thika sang istri, tak peduli bahwa dia sedang berdansa dengan seseorang. Asalkan dia dapat melepaskan rasa rindunya dan kangen yang selama ini dia pendam di dalam dada.
Kembali ke waktu kini.
Thika sendiri mematung, tak bergerak sedikitpun. Tidak menyangka karena dia bertemu lagi dengan orang yang dicintainya. Namun, di hatinya tidak ada lagi cinta seperti dulu, itu karena rasa cintanya sudah terkikis sedari dulu. Tapi, dia tidak menampik, bahwa dirinya masih menyukai Abi yang sekarang menjadi ayah dari anak-anaknya.
Tunggu! Anak-anak! Thika lupa bahwa dia membawa kedua putranya kemari. Dia tidak ingin Abi mengetahui keberadaan anaknya, karena dia masih belum mau mengatakannya. Dengan cepat Thika pergi dari sana, meninggalkan semua orang yang sedari tadi menatapnya.
"Thika!" Teriak Abi disaat Thika lepas dari pelukannya sambil berlari.
Abi pun ingin menyusul namun, pergelangan tangannya dicekal oleh Ranveer. "Maaf, tuan Abimanyu saya adalah Ranveer Sharma CEO SI Company bisakah kita membahas kerjasamanya di ruangan lain?" Tanyanya.
Ranveer yang tidak ingin acara ini menjadi runyam mengajak Abi menuju suatu ruangan.
__ADS_1
Sebelum itu, Abi menyuruh Roy untuk mengikuti Thika pergi.
Bersambung…..