
Tak lama Roy pun datang karena pelayan menelponnya, mengatakan bahwa saudaranya memukul Abi.
"Bos! Roni! Apa yang kalian lakukan?!" Tanya Roy yang melihat Abi duduk di lantai sedangkan saudaranya berjongkok.
Roni menghembuskan nafasnya melihat kedatangan kakak kembarnya. "Bisakah kau diam dan jangan menyela. Dengarkan apa yang akan aku bicarakan!" Ucap Roni serius.
Roy pun diam lalu duduk. Karena kalau Roni sudah berbicara serius pasti ada satu hal yang sangat penting ingin dia sampaikan.
"Lalu bagaimana dengan Vira? Kenapa kamu bisa dekat dengannya?" Tanya Abi menatap Roni.
Roni pun kembali bercerita.
Kembali ke beberapa tahun kebelakang.
Saat pertama kali melihat kedatangan Vira jelas Roni menangkap gelagat aneh darinya. Dan jelas dia tidak menyukainya sedari awal. Entahlah baginya tatapan mata Vira waktu itu penuh dengan rahasia dan misterius.
Diawal Vira mengaku sebagai gadis kecil yang ditemui Abi di masa lalu. Roni pun merasa aneh, pasalnya Abi waktu itu berumur 10 tahun dan jelas gadis kecil itu umurnya lebih kecil dari Abi sekitar 5 tahun-an. Bagaimana bisa anak sekecil itu bisa mengingat. Karena biasanya anak kecil tidak bisa mengingat apapun yang terjadi pada mereka sampai mereka berusia tujuh atau delapan tahun. Rata-rata, ada kilasan ingatan yang kabur yang muncul dari saat seseorang berusia tiga setengah tahun.
Karena merasa aneh dan curiga kepada Vira, Roni menyuruh beberapa anak buah yang dia miliki untuk terus mengikuti dan memantau apa yang Vira lakukan. Namun, Vira dengan mudahnya menghilang dari pantauan anak buah Roni. Seperti belut yang licin ketika ingin ditangkap.
Roni pernah memperingati Abi tentang Vira namun, perkataannya hanya dianggap angin lalu oleh Abi.
Dua tahun, selama itu Roni mengawasi Vira. Sampai akhirnya dia mendapatkan petunjuk, mengenai gelagat anehnya. Ya saat itu dia tahu satu hal Vira dijadikan alat oleh ayahnya sendiri untuk membalas dendam kepada Jenderal Sanjaya.
__ADS_1
Pak Tirto, Ayah Vira jelas sangat membenci keluarga Sanjaya karena kematian istrinya. Namun,dia tidak mengaku bahwa penyebab istrinya meninggal juga karena salah satu perbuatannya. Dibutakan balas dendam Pak Tirto meminta bantuan Dimas Dewantara namun, dikhianati olehnya sehingga kehilangan seluruh perusahaannya. Sehingga dia mengalami stroke
Karena sifat tamak Dimas, istri pak Tirto memberikan Vira sebagai jaminan kepada Dimas. Dengan syarat Dimas melunasi hutang yang mereka miliki.
Waktu itu, Roni yang tahu kebenaran tentang Vira. Segera pergi ke suatu tempat, tempat dimana Vira akan dijual oleh ibu tirinya karena menghianati Dimas.
Roni pun menyelamatkannya, membawanya ke apartemen miliknya. Bisa dia lihat Vira pingsan karena sedikit overdosis obat tidur. Dengan segenap tenaga Roni memberinya sebuah obat, membuatnya sadar.
"Dokter…. Roni…." Lirih Vira.
Tanpa basa-basi Roni pun duduk di sebuah kursi. "Jadi, apa alasanmu mendekati keluarga Dewantara?" Tanya Roni dengan tatapan tajam.
Tak punya pilihan, Vira pun menceritakannya. "Dokter, aku hanya disuruh oleh Dimas Dewantara. Sekarang aku tahu salah, dan aku hanya ingin menebus dosaku, karena beberapa hari lagi beberapa orang dan Dimas Dewantara akan melakukan transaksi obat terlarang dan senjata ilegal. Ada beberapa orang yang disekap juga. Dan mungkin Jendral Sanjaya akan datang kesana, karena mereka semua menargetkannya." Ucap Vira menjelaskan secara garis besar.
Roni mengangguk. "Katakan apa yang ingin kamu katakan, sebisa mungkin aku akan membantumu." Tegas Roni.
"Dokter Roni, tolong bantu aku. Berikan ini disaat semuanya sudah terungkap. Karena hidupku mungkin tidak akan lama lagi." Ucapnya Vira. Memberikan sebuah buku dan beberapa surat. "Dan ya, ada beberapa bukti kejahatan Dimas Dewantara di sebuah kotak di rumahku yang berada di pinggiran kota. Mungkin itu bisa membantu." Ucapnya lagi.
Roni jelas terkejut, apakah wanita di depannya ini benar-benar dalam bahaya yang besar? Batinnya.
"Jangan sepelekan nyawamu, Aku sudah sering melihat orang meregangkan nyawa. Di antara hidup dan mati. Katakan padaku dimana tempat itu mungkin aku bisa membantu." Ucap Roni.
Vira menggeleng pelan. "Kamu bisa membantuku, tolong cari anak perempuan Jenderal Sanjaya. Satukan dia dengan Abi, karena dia adalah gadis kecil yang dia cari selama ini." Ucapnya. "Lalu berikan kalung ini padanya." Lalu menyerahkan kalung tersebut.
__ADS_1
Roni hanya mengangguk ragu. Mengiyakan permintaannya.
Beberapa hari kemudian, perkataan Vira jelas menjadi kenyataan. Karena anak buahnya mengatakan Vira diculik dan dibawa ke sebuah gudang.
Namun, sayang Roni datang terlambat dan sudah melihat Abi dan yang lainnya di sana dengan membawa Vira yang bisa dilihatnya sudah meninggal karena kehabisan darah.
Roni pun sedikit menyesal karena tidak dapat menolong Vira. Lalu menjalankan rencananya yaitu menemukan putri dari keluarga Sanjaya.
Kembali ke masa kini.
Roni pun selesai menceritakan segala peristiwa yang terjadi di masa lalu. Lalu memberikan Abi sebuah kalung.
"Ini adalah kalung imitasi yang dibuat oleh Vira, mengikuti desain ibumu. Dan kamu tahu, aku yang memberikan anak buahmu sebuah kotak yang berisi semua kejahatan yang pamanmu lakukan." Ucap Roni.
Sementara Abi hanya termangu menatap kalung tersebut.
"Sekarang kamu sudah tahu kebenarannya, aku harap jika kamu mencintainya cari dan temukan dia. Apabila kamu menyakiti Avanthika maka jauhi dia. Karena ada aku yang akan melindunginya." Ucapnya menepuk pundak Abi dengan sedikit ditekan.
Roni pun mendekat ke arah saudaranya. "Kak, kamu bisa menyuruh anak buah kita menyebar ke luar negeri. Karena aku sudah menyuruh anak buahku mencari Thika di dalam negeri. Namun, sama sekali tidak ada jejaknya. Kemungkinan besar dia pergi ke luar negeri." Ucap Roni.
Roy pun mengangguk, mendengar ucapan Roni. Sementara Abi pergi melenggang menuju kamarnya. Mengurung dirinya di dalam kamar.
Bersambung…….
__ADS_1