
Setelah melakukan perjalanan selama 30 menit, Abi dan Roy akhirnya sampai di perusahaan. Dengan santainya Abi dan Roy berjalan masuk ke gedung pencakar langit tersebut.
Melihat 2 orang penting perusahaan masuk, para karyawan pun memberi salam kepada mereka.
"Selamat pagi pak" sapa salah satu karyawan.
"Selamat pagi pak CEO" ucap karyawan lainnya.
"Selamat pagi pak CEO, selamat pagi sekertaris Roy" sapa resepsionis. Yang berdiri di depan meja panjang yang berada di lobi perusahaan.
Sekiranya begitulah ucapan para karyawan yang selalu terdengar setiap pagi, ketika melihat Abi dan Roy masuk ke perusahaan.
Abi pun masuk ke lift khusus CEO dan langsung naik ke lantai 40 dimana ruangan khususnya berada.
Siapa yang tidak kenal dengan perusahaan Dewantara Enterprise, perusahaan properti nomor satu di Indonesia dengan anak cabang yang tersebar di seluruh negeri. Selain properti, Dewantara Enterprise juga menggeluti bidang lainnya seperti perhotelan, kesehatan, tour & travel, fashion dan lain-lain.
Saking terkenalnya, Dewantara Enterprise bahkan masuk ke 10 besar perusahaan paling berpengaruh di seluruh dunia.
Bahkan banyak orang yang berlomba-lomba ingin bekerja di perusahaan ini. Namun, tidak semudah itu jika ingin bekerja di perusahaan ini. Itu karena peraturan yang ketat dari sang pimpinan. Abi sangat tidak suka dengan orang yang tidak disiplin dan tidak jujur, jika ada yang melanggar peraturan maka hukuman yang akan menanti.
Namun, yang jadi daya tarik dari Dewantara Enterprise tentu saja sang pimpinan yaitu Abimanyu Dewantara. Siapa yang tidak mengenal Abimanyu, dengan wajah tampan, hidung mancung, bentuk badan yang bak model-model profesional dan kekayaan yang melimpah. Bisa dibilang Abimanyu merupakan orang yang sempurna. Namun, ada satu masalah yaitu sifat Abi yang tidak mudah didekati, cuek dan dingin. Tapi itu yang menjadi daya tariknya tersendiri, apalagi bagi kaum hawa.
Setelah keluar dari lift, Abi langsung masuk ke dalam ruangan yang bertuliskan CEO Room. Disana sudah terdapat tumpukan dokumen yang harus diperiksa dan ditangani oleh Abi.
Abi duduk di kursi kebesarannya, sambil melihat-lihat dokumen yang akan dijadikan bahan rapat hari ini. Tanpa disangka ketukan pintu membuyarkan konsentrasinya.
Tok tok tok
"Bos, rapat pemimpin perusahaan cabang akan dimulai 10 menit lagi" ucap Roy mengingatkan Abi.
__ADS_1
"Hmmm" balas Abi dengan deheman.
Abi pun keluar dari ruangannya menuju ruang rapat dan diikuti oleh Roy.
*
*
Di ruang rapat.
Abi dan Roy pun masuk ke dalam. Semua orang yang berada di dalam menundukkan kepalanya sedikit memberi hormat kepada Abi. Abi pun duduk di kursi sedangkan Roy dengan setia berdiri di belakang bosnya.
"Baiklah, mulai rapatnya" ucap Abi
Semua orang yang ada di ruang satu persatu mulai membicarakan masalah proposal tahunan perusahaan.
Dengan wajah datarnya Abi pun menyimak proposal yang sedang didiskusikan.
"Tuan Bramantyo aku rasa ada sedikit masalah di proposal anda" ucap Abi yang membuat ruangan rapat itu seketika hening.
"Eh… tidak, ini saya rasa tidak ada masalah tuan" jawab Tuan Bramantyo terbata-bata.
"Benarkah? Anda tau aku sangat tidak menyukai orang yang tidak jujur dan bermain di belakangku" ucap Abi dengan penuh penekanan.
Mendengar ucapan Abi, Tuan Bramantyo tidak menjawab dan hanya bisa menelan salivanya kasar.
"Tuan Bramantyo aku tau kau sudah melakukan kesalahan, aku hanya ingin tau apakah kau mau mengakuinya?" Ucap Abi.
"Tidak, saya…" sebelum Tuan Bramantyo selesai berbicara, suara pukulan meja mengejutkan semua orang.
__ADS_1
Brakkk
"Kau tidak mau mengaku?! Selama 3 bulan kau sudah menggelapkan uang perusahaan sebesar 2 milyar! Kau kira aku tidak akan tahu?!!" Teriak Abi yang memukul meja. Seketika membuat semua orang ketakutan tak terkecuali Tuan Bramantyo.
Seketika Tuan Bramantyo ambruk bersimpuh di lantai sambil memegang kaki Abi.
"Tuan Abi maafkan saya… aku tidak akan mengulanginya lagi" ucap Tuan Bramantyo dengan wajah ketakutan.
"Tidak ada kesempatan lagi, orang yang sudah membuat kesalahan pasti akan mengulang kesalahan yang sama. Kau tahu kan hukuman bagi yang tidak patuh di perusahaan ini?!" Teriak Abi.
Tuan Bramantyo tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena akan sulit bila melawan Abi.
"Roy, bawa Tuan Bramantyo ke rumah malam, sekalian beserta kepala departemen keuangan dan orang-orang yang bersekongkol dengannya! Aku tidak mau ada orang-orang seperti mereka di perusahaan ku!" Teriak Abi.
"Baik bos" ucap Roy. Menerima perintah dari bosnya.
Rumah malam merupakan tempat Abi menghukum orang-orang yang memberontak, berkhianat, dan yang berani melanggar serta membantah ucapannya.
"Tuan... tolong maafkan saya...saya masih ada keluarga yang harus aku biayai" ucap pria paruh baya yang usianya hampir setengah abad. Tuan Bramantyo pun diseret keluar oleh orang suruhan Abi.
"Kau seharusnya berpikir tentang keluargamu sebelum menggelapkan uang perusahaan" ucap Abi, dengan suara yang penuh penekanan.
Semua orang yang berada di ruangan rapat hanya bisa diam melihat kejadian tersebut sampai akhirnya Abi bersuara.
"Rapat hari ini sampai disini" ucap Abi lalu pergi ke ruangannya.
Bersambung...
Ini adalah novel pertamaku, jadi maaf jika ada kesalahan kata maupun kesamaan nama tokoh.
__ADS_1
Dipersilahkan memberikan masukan.
Jangan lupa like dan vote ya💞💞