
Dewantara Enterprise, cabang Kanada.
Abi saat ini berada di salah satu anak perusahaannya. Dengan cepat naik ke sebuah ruangan dimana Roy sudah menunggunya.
Membuka ruangan itu, lalu duduk di kursi yang di atas mejanya sudah berada tumpukan dokumen.
"Bagaimanapun dengan hasil diskusi dengan SI Company?" Tanya Abi.
Roy menyerahkan sebuah map berwarna biru. "Semuanya sudah tercatat di sana bos Anda bisa membacanya." Ujarnya.
Abi pun membaca hasil yang dicapai dari negosiasi yang dilakukan oleh Roy. Abi menganggukkan kepalanya disaat merasa puas dengan hasilnya.
"Lalu dengan ASTA Corp?" Abi bertanya lagi.
"Mereka mengundang kita untuk meeting di perusahaan mereka jam 2 siang. Mereka sama sekali tidak menyukai orang yang tidak disiplin dan tidak tepat waktu, kalau tidak maka kerjasamanya akan batal dan tidak akan bisa bekerjasama lagi kedepannya." Ujar Roy.
Abi pun memeriksa beberapa berkas yang dikirim oleh Denny orang kepercayaannya yang menggantikannya di perusahaan pusat. Sesekali mengirim beberapa dokumen yang menurutnya kurang sempurna.
*
*
Abi dan Roy pun sampai di perusahaan ASTA Corp lebih awal. Dengan cepat Roy bertanya kepada resepsionis mengenai meeting yang akan diselenggarakan. Resepsionis itu pun membawa mereka ke sebuah ruangan yang dipergunakan untuk pertemuan.
Tak lama seorang datang kedalam sana. "Perkenalkan tuan-tuan, nama saya Justin ketua sekretaris dari ASTA Corp." Ucapnya memperkenalkan diri.
Abi mengernyitkan dahinya. "Permisi, dimana pimpinan kalian. Bukankah sebaiknya meeting ini dilakukan olehnya?" Tanya Abi.
"Maaf, pimpinan kami sangat sibuk sehingga tidak bisa menghadiri rapat ini." Sahutnya.
Abi dan Roy mengangguk tanda mengerti. Mereka pun menjelaskan poin-poin penting untuk melakukan kerjasama dengan ASTA Corp. Hingga tak terasa mereka sudah satu setengah jam mendiskusikannya.
__ADS_1
"Pertemuan ini bisa dicukupkan tuan. Saya akan menghubungi anda bila kerjasama yang anda ajukan diterima oleh pimpinan kami." Ujar Justin. Lalu menjulurkan tangannya.
Abi bangkit, lalu menjabat balik tangan Justin. "Semoga kerjasama kita berhasil." Ucap Abi.
Setelah itu Abi dan Roy meninggalkan gedung perusahaan ASTA Corp.
Di Dalam mobil. "Roy, cari tahu siapa pemilik ASTA Corp. Aku ingin tahu siapa pemimpinnya." Abi menyuruh Roy.
"Baik bos!" Sahut Roy.
*
Diperkirakan Abi pun menyuruh Roy ke salah satu pusat perbelanjaan paling mewah di sana.
"Kenapa kemari bos?" Tanya Roy yang tidak tahu kenapa sang bos datang kemari.
"Aku ingin membeli sesuatu untuk istriku dan kedua anakku."
"Jika kamu mau berbelanja untuk Sarah dan anakmu Reno, belanjalah dan ambil ini." Ucap Abi lalu menyerahkan salah satu kartu kreditnya.
Setelah setengah jam berbelanja Abi dan Roy pun pergi meninggalkan pusat perbelanjaan lalu menuju kediaman Thika.
*
*
Setelah menempuh perjalan selama beberapa waktu, Abi pun sampai di rumah Thika. Dengan cepat dia melangkah, seakan tak sabar ingin menemui sang istri dan kedua anaknya. Abi pun memencet bel.
Tak lama pintu terbuka, memperlihatkan wajah tampan sang putra yang tak lain adalah Agastya.
"Daddy!" Pekiknya lalu bergelayut manja dalam gendongan Abi.
__ADS_1
"Tenanglah boy." Ucap Abi yang kaget karena Agastya yang tiba-tiba menabraknya.
Abi masuk ke ruang tamu. Alangkah kagetnya dia ketika melihat Ranveer duduk di sofa sedang berbicara dengan Thika. Hatinya sedikit memanas ketika melihat Thika yang nyaman berbicara dengan Ranveer sementara dengan dirinya sangat ketus.
"Kamu kedatangan tamu, aku akan pergi sekarang." Pamit Ranveer.
Pandangan mata mereka bertemu. Dengan Abi yang menatapnya sengit seakan mengajaknya berperang sementara Ranveer hanya tersenyum melewati Abi.
Thika menatap kedatangan Abi dengan tatapan jengah. Sampai Nisha datang menghampiri Abi. "Kenapa kamu kemari lagi? Bukankah Mahen sudah mengusirmu kemarin?!" Sarkas Nisha.
"Ya, tapi Thika sudah mengijinkan aku datang." Sahutnya.
Nisha sedikit terkejut, lalu menatap Thika sahabatnya. "Apa yang kamu lakukan? Kenapa membiarkannya datang?" Tanya Nisha.
"Aku tidak ingin memisahkan Aska dan Agastya dengan ayahnya. Bukankah itu tidak adil?" Ujar Thika.
"Tapi…."
Thika menggeleng, agar Nisha tidak meneruskan perdebatan mereka.
Abi menurunkan Agastya dari gendongannya. "Boy, I have a gift for you." (Nak aku punya hadiah untuk kalian). Ucap Abi.
Agastya dan Aska tampak antusias. Dengan cepat Abi memberikan mereka mainan robot dan beberapa stel baju yang sama untuk mereka berdua.
"Thanks dad." Ucap keduanya yang senang dengan hadiah ayahnya. Lalu memeluk Abi.
Abi bangkit lalu menghampiri Thika. "Ini hadiah untukmu. Aku harap kamu menyukainya." Lalu memberikan paper bag yang berisi baju edisi terbatas yang harganya sangat mahal.
Begitupun juga Nisha, Abi memberikannya baju edisi terbatas dari perancang busana terkenal.
"Lain kali jangan membelikanku barang-barang mahal." Ketus Thika, tapi menerima pemberian Abi.
__ADS_1
Abi tampak sedikit mengukir senyum, setidaknya hati Thika sedikit tersentuh akan tindakannya.
Bersambung……