Antara Cinta & Benci Sang Penguasa

Antara Cinta & Benci Sang Penguasa
Hati Yang Masih Ragu-ragu


__ADS_3

Keesokan harinya, Thika sedang bersiap-siap menyiapkan pakaian putranya Aska dan Agastya. Kedua bocah tersebut sedang bersiap untuk pergi ke sekolah.


Setiap pagi seperti biasa Agastya akan terus berteriak memanggil sang mommy untuk sekedar melihat penampilannya. Tak bisa dibayangkan bagaimana setiap pagi Thika mengurus kedua putranya itu. Untung saja Aska anaknya mandiri sehingga sedikit meringankan pekerjaannya.


Thika menatap kedua putranya itu, mereka walau mirip namun, memiliki kepribadian yang berbeda. Aska sendiri lebih mandiri dan pendiam sama seperti ayahnya sementara Agastya sendiri agak banyak bicara dan keras kepala sama seperti Thika sewaktu kecil.


"All right boys! Let's go to school!" (Baiklah semua. Ayo berangkat ke sekolah!) Ucap Thika bersemangat.


Di Luar rumahnya sudah terparkir sebuah mobil putih menunggu mereka keluar. "It's uncle Ranveer!" Teriak Agastya kegirangan. Lalu menghampiri Ranveer yang masih berada di dalam mobilnya.


Ranveer pun turun dari mobilnya. "Good morning! Paman akan mengantarmu sekolah hmm." Ucapnya.


Sementara Thika masih tertinggal menggandeng tangan Aska. Dengan cepat Thika menuju mobil Ranveer dikala dia melihat Agastya yang sudah masuk kedalam.


"Bos, kami bisa pergi sendiri." Ucap Thika sungkan.


"No Problem. Aku akan mengantar mereka dan mengantarmu juga." Ucap Ranveer lalu masuk duduk di kursi kemudi.


"Masuklah!" Titah Ranveer disaat melihat Thika yang masih mematung di luar mobilnya.


*


Tak berselang lama mereka pun sudah sampai di sekolah dimana Aska dan Agastya bersekolah. "Belajarlah yang baik! Jangan nakal, khususnya kamu Agastya!" Ucap Thika yang memperingati putranya.


Lalu mencium kening putranya satu persatu. "Good bye mom!" Teriak mereka serempak. Thika pun melambaikan tangannya menghantar kepergian putranya.


Setelah itu, Thika pun masuk ke dalam mobil, untuk datang ke perusahaan.


*

__ADS_1


*


*


Mereka pun kini sudah berada di perusahaan, Ranveer memarkirkan mobilnya di basement. Lalu membukakan Thika pintu mobilnya.


Lalu mereka pergi melangkah, masuk ke perusahaan. SI Company perusahaan yang menjalankan bisnis properti dan desain interior.


Banyak pasang mata yang melihat Thika datang ke perusahaan berbarengan dengan sang pemimpin perusahaan. Bisik-bisik semua karyawan bahkan sudah biasa dia dengar, bila sang atasan berjalan bersama dengan seorang wanita.


Ranveer Sharma adalah pemimpin sekaligus pemilik perusahaan SI Company. Pria karismatik dengan sejuta pesona itu banyak digandrungi oleh karyawan wanita yang bekerja disana. Sorot mata sayu, hidung mancung dan wajah khas Asia barat, selain itu dan yang paling penting dia adalah duda.


Banyak perempuan yang berlomba-lomba merebut perhatian duda keren tersebut. Namun pria 38 tahun tersebut jelas tidak membuka diri dan hatinya.


Dan bagi Thika sendiri jelas Ranveer merupakan malaikat penolong yang datang disaat dia kesulitan. Ranveer datang memberikannya pekerjaan.


Thika pun sudah berada di ruangannya. Lalu mengerjakan tugas-tugas yang sudah menunggu kehadirannya untuk diselesaikan.


*


Jam makan siang sudah tiba. Thika pun membereskan berkas-berkasnya lalu bangkit dari duduknya untuk pergi ke kantin perusahaan.


Namun, disaat Thika inggin membuka gagang pintu, pintu sudah dibuka duluan sehingga menabrak seseorang. Lebih tepatnya menabrak dada bidang seseorang yang tak lain adalah Ranveer.


Sementara Ranveer yang ditabrak hanya diam. 'Wangi, apakah ini wangi shampoo yang dia gunakan?' Batin Ranveer bertanya. Seketika membuat gejolak yang sudah tertidur lama bangkit kembali.


Sementara Thika sudah mendorong pelan dada Ranveer untuk sedikit menjauh. "Maaf bos." Ucap Thika, yang merasa sedikit bersalah.


"Uhuk! Tidak masalah, aku kesini hanya ingin mengajakmu pergi makan siang." Ucapnya dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Kalau begitu mari bos!" Ucap Thika, mengiyakan permintaan bosnya.


Sementara Ranveer berpikir begitu mudah mengajak Thika makan siang. Mungkin akan mempererat hubungan mereka. Sementara Thika sendiri berpikir, akan sangat bagus jika dia ditraktir oleh bosnya itu. Karena jarang sekali bosnya itu mentraktir nya.


*


*


Mereka pun sudah ada di sebuah restoran. Dengan cepat dia pun memesan makanan kesukaannya.


"Permisi, saya mau pesan spaghetti bolognese minumannya orange juice." Ucap Thika mengorder makanannya.


Setelah makanannya tersaji, mereka pun makan dalam diam. Hanya ada denting sendok yang menemani mereka. Ranveer sendiri hendak membicarakan sesuatu tapi dia urungkan karena hatinya masih ragu-ragu.


*


*


Mereka pun sudah kembali ke perusahaan setelah makan siang. Namun, belum juga memasuki perusahaan ponselnya sudah berdering, menandakan panggilan masuk.


"Halo?"


📞 "Apa benar ini ibu dari Agastya Saputra?" Tanya seorang wanita paruh baya.


"Ya, saya sendiri ada apa ya Bu kepala?" Tanya Thika.


📞"Maaf sebelumnya, bisakah ibu kemari. Anak ibu kembali memukul anak lain." Ucapnya.


"Apa!!!"

__ADS_1


Bersambung……


__ADS_2