Antara Cinta & Benci Sang Penguasa

Antara Cinta & Benci Sang Penguasa
Menikahi Seorang Bidadari


__ADS_3

Di pemakaman xxx.


Disinilah mereka di sebuah pemakaman elit. Abi, Thika beserta Aska dan Agastya berjalan menyusuri barisan batu nisan mencari satu nama yang akan mereka kunjungi.


Setelah menyusuri beberapa blok pemakaman yang terbilang luas akhirnya mereka sampai tepat di sebuah batu nisan yang bertuliskan 'Herman Sanjaya'.


Thika pun melihat makam ayahnya terlihat bersih dan terjaga, Di samping makam ayahnya terdapat juga makam ibunya yang sudah lama tiada.


"Mom apa ini makam kakek?" Tanya Agastya.


Thika mengangguk. "Tentu sayang, ini adalah makam ayah dan ibunya mommy." Ucapnya.


"Ucapkan salam lalu doakan kakek dan nenek ya." Lanjutnya lagi.


Aska dan Agastya pun maju terlebih dahulu menaruh beberapa tangkai bunga mawar putih untuk berdoa di makam kakek dan neneknya. "Kakek, nenek, aku adalah Agastya dan disamping adalah kakakku Aska kami kemari ingin mengunjungi kakek dan nenek bersama mommy dan Daddy."


"Kakek dan nenek tidak usah khawatir dengan keadaan mommy karena kami akan selalu menjaga dan membuat mommy bahagia." Aska berbicara.


"Jika kalian sudah selesai berdoa kembalilah ke mobil hmm. Kalian masih ingat jalannya bukan?" Ucap Thika disaat Aska dan Agastya sudah selesai berdoa.


"Baik mom!" Seru keduanya.


"Ayah, Ibu, akhirnya Thika dapat berkunjung setelah sekian lama. Kalian tahu aku sangat merindukan kalian. Apakah ibu dan ayah lihat mereka adalah kedua anakku, cucu kalian. Bukankah mereka sudah besar?" Ucap Thika terkekeh kecil.


"Ayah, bukannya ayah dulu pernah bilang jika ingin bermain dengan anakku jika aku mempunyai anak? Namun, keinginan itu tidak terwujud karena ayah sudah pergi. Hiks…. Maafkan Thika yah." Isaknya.


Abi yang melihat Thika terisak dengan cepat membawanya ke pelukannya, mengelus pelan punggungnya. Karena pada dasarnya seseorang yang sedang bersedih sangat menginginkan seseorang yang mengerti dirinya dan berbagi sedikit rasa sakit yang dialaminya berada di dekatnya.


"Sudah, jangan menangis lagi." Ucap Abi.


Thika mengangguk dalam pelukan Abi, lalu berbalik meletakkan buket bunga mawar putih kesukaan Sanga ayah dan bunga lili kesukaan ibunya. Setelah itu Thika beranjak menuju mobil meninggalkan Abi yang masih ingin berada di sana.


"Ayah mertua maafkan saya karena telah mengingkari janji dan membuat Thika kesusahan dan bersedih. Jika anda masih hidup mungkin anda akan menghukum saya dan memisahkan Thika dari sisiku. Tapi, saat ini dan seterusnya saya akan sangat mencintainya. Kali ini tidak akan saya biarkan Thika bersedih atau kesusahan lagi. Mulai sekarang hari-harinya akan dilalui dengan bahagia." Ucap Abi.

__ADS_1


"Saya mohon restu dari ibu dan ayah mertua." Ucapnya lagi.


Setelah itu beranjak dari sana menuju mobil dimana istri dan kedua anaknya sudah menunggunya.


*


*


*


Setelah dari pemakaman, Abi mengajak istrinya dan kedua anaknya pergi ke sebuah butik dimana baju pernikahan mereka dibuat.


Abi sekeluarga pun turun dari mobil disaat sudah sampai, didepan bahkan sudah ada beberapa orang yang akan menyambut kedatangan mereka.


"Oh la la, Abi kamu akhirnya datang juga." Ucap seorang laki-laki gemulai bernama Leon.


Abi berjalan masuk ke dalam butik. "Apakah baju yang aku pesan sudah siap Leon?" Tanyanya.


Dengan cepat Leon menjawab. "Sudah dong, apa sih yang enggak buat Abi sayang." Ucapnya dengan suara yang dibuat-buat seperti seorang wanita.


"Ish! Galak banget sih bang." Sahut Leon.


Sementara Thika, Aska dan Agastya hanya diam menyaksikan interaksi keduanya.


Leon pun melirik ke arah Thika. "Ahh…. Ini nyonya Dewantara ya. Cantik sekali bahkan lebih dari difoto." Ucapnya Sementara Thika hanya tersenyum.


"Ahhh…. Ini anak kalian ya? Kembar lagi. Aduh gemesin banget sih, pengen karungin deh." Ucapnya mendusel pipi Aska dan Agastya.


"Aduh! Om sakit." Ucap Aska. "Iya om, nanti pipiku tambah besar." Agastya menimpali perkataan kakaknya. Sementara Thika dan Abi menahan tawanya yang ingin pecah.


Dipanggil seperti itu dengan cepat Leon menyahut. "Hei, kalian jangan panggil om dong, panggil Miss Leoni aja ya." Ucapnya sambil mencubit pelan pipi Aska dan Agastya.


"Iya Miss Leoni." Ucao keduanya langsung memegang pipinya yang terasa panas karena dicubit.

__ADS_1


Leon pun memanggil bawahnya. "Asti, Ria bawa nyonya Dewantara mencoba gaun pengantinnya ya." Titah Leon melambaikan tangannya.


"Sementara kalian, ikut aku keruangan sebelah." Ucap Leon berbalik menatap Ayah dan anak itu.


Abi, Aska, dan Agastya mengikuti langkah Leon dengan sedikit waspada. Menuju sebuah ruang ganti dimana disana sudah ada baju yang sudah mereka pesan.


Twenty minutes later~~


Abi dan si kembar sudah terlihat tampan mengenakan jas yang mereka kenakan. Jas dengan warna dan motif yang sama membuat mereka terlihat bak pinang dibelah dua.


Abi pun menunggu sang istri yang belum selesai mencoba gaun pengantinnya. Tak berselang lama, Thika pun keluar dengan gaun putih yang sedikit menjuntai. Gaun sederhana yang dihiasi mutiara dan beberapa permata itu terlihat pas melekat di tubuhnya.


Abi tampak terkesima melihat penampilan istrinya itu yang cantik bak bidadari. 'Kenapa aku baru menyadari, kalau aku menikahi seorang bidadari yang sangat cantik.' batinnya memuji kecantikan istrinya.


"Bagaimana?" Tanya Thika yang sedikit malu.


Dengan cepat Abi mendekat, memeluk pinggangnya posesif. "Kamu sangat cantik sayang, bahkan seluruh wanita di dunia iri melihat kecantikan mu." Puji Abi.


"Gombal!" Sahut Thika, menyiku perut Abi sehingga membuatnya sedikit meringis.


"Mommy sangat cantik." Puji Agastya.


"Benar." Ucap Aska, menganggukkan kepalanya tanda setuju akan ucapan saudara kembarnya.


"Bagaimana? Semuanya sudah oke bukan?" Tanya Leon.


"Ya, terimakasih." Sahut Abi, singkat.


Leon mencebik. "Ish hanya segitu saja? Apakah tidak ada bonus?" Ucapnya.


Abi memutar bola matanya jengah. "Tentu aku akan mentransfer bonusmu nanti." Ucap Abi.


"Nah gitu dong. Apa sekalian kalian mau foto?" Tanya Leon antusias.

__ADS_1


Thika dan Abi mengangguk pelan, lalu menuju sebuah studio foto yang ada di sana. Mereka berempat pun membuat foto pernikahan sekaligus foto keluarga.


Bersambung……


__ADS_2