
Beberapa saat lalu di perusahaan.
Abi dan Roy sedang berada di ruangan Abi, mereka disibukkan dengan berbagai macam-macam dokumen yang mengharuskan untuk diselesaikan hari ini. Karena dokumen tersebut akan diserahkan ke perusahaan lain.
Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Ia pun beranjak untuk pulang menuju mansion nya. Diikuti oleh Roy, Abi berjalan gontai disaat sudah sampai di lobi perusahaan.
Seketika ia teringat dengan sekretaris yang merangkap menjadi istrinya itu.
"Apakah Thika sudah pulang?" Tanya Abi kepada Roy yang mengekor di belakangnya.
"Sudah satu jam yang lalu." Ucap Roy sambil melihat jam tangan yang melingkar di tangan kanannya.
Ponsel Roy berdering, dilihatnya telepon berasal dari mansion Abi. Ia tahu pasti Pak Man yang menelponnya saat ini. Roy pun mengangkat panggilan di ponselnya.
"Ada apa Pak Man?" Tanya Roy. Abi seketika berhenti ketika Roy mendapat telepon dari mansion nya
Pak Man pun memberitahu Roy bahwa sampai saat ini nyonya mudanya belum kembali. Pak Man berfikir mungkin saat ini Thika sedang bersama dengan Abi.
Seketika Roy terkejut. "Apa?! Nyonya belum pulang bagaimana bisa?!" Teriak Roy sampai menggema di seluruh lobi perusahaan. Tak lama Roy pun menutup teleponnya.
Abi pun ikut terkejut. Ia terkejut mendengar kabar bahwa Thika saat ini tidak ada dirumah. Thika juga tidak ada di kantor, lalu dimana ia saat ini?
Ia khawatir bukan main, jika sampai Thika ditemukan oleh Jenderal Sanjaya maka dipastikan balas dendamnya akan gagal. Karena itu, secepat mungkin ia harus mencari keberadaan Thika.
__ADS_1
"Roy! Cepat lacak dimana lokasi Thika saat ini!" Titah Abi. Dengan cepat Roy dan Abi menuju ruangan khusus yang digunakan untuk melacak lokasi seseorang.
Tak berselang lama Roy pun sudah menemukan lokasi dimana Thika berada. Dengan cepat Abi dan Roy menuju lokasi tersebut.
Sesampainya Abi di depan restoran, ia tidak langsung masuk. Ia pun mengambil gawainya dan menghubungi Thika, agar ia keluar dari restoran.
*
Saat ini Thika sudah ada di depan mobil yang biasa dikendarai Abi. Thika pun masih berdiri di luar. "Masuk!" Titah Abi. Dengan cepat Thika pun masuk ke dalam mobil.
Mobil pun melaju, di tengah hiruk pikuk jalanan. Dimana saat ini jalanan sedang ramai-ramainya dilewati oleh para pengendara yang akan pulang setelah seharian bekerja.
Selama di dalam mobil, tidak ada yang bersuara. Hanya suara mesin mobil yang terdengar. Thika hanya diam tak bergeming. Pandangannya hanya melihat jalan dan suasana gemerlap malam Ibu Kota.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di mansion. Roy yang mengemudikan mobil membukakan pintu untuk Abi. Thika pun turun sendiri takut merepotkan.
Abi langsung melenggang ke lantai atas menuju kamarnya. Meninggalkan Thika yang masih diam di lantai bawah. Tak lama Thika mengikuti Abi ke kamar.
Di dalam kamar, Thika mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Abi. Terdengar suara gemericik air dari arah kamar mandi. Menandakan saat ini Abi sedang membersihkan tubuhnya setelah bekerja seharian. Dengan cepat Thika menuju walk in closet menyiapkan baju untuk Abi kenakan.
25 menit kemudian Abi sudah selesai mandi. Lalu ia keluar tangan kanannya memegang handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Dilihatnya Thika yang duduk di sisi ranjang. Thika pun mendongak ketika mendengar Abi sudah keluar dari kamar mandi.
"A-anu, i-itu, Aku minta maaf karena tidak meminta izin mu terlebih dahulu sebelum pergi." Ucap Thika dengan terbata-bata.
__ADS_1
Abi diam, melempar handuk kecilnya ke sofa. Lalu beranjak keluar dari kamar. Thika pun menelan salivanya kasar, ia berfikir apakah akan mendapatkan hukuman.
"Ikut aku! Temani aku makan malam!" Titah abi. Thika pun dengan cepat bangkit, lalu mengikuti Abi dari belakang.
Abi pun duduk di kursi lalu diikuti oleh Thika yang berdiri di sebelah kanan Abi. Dengan telaten Thika menyajikan makanan ke piring Abi mulai dari nasi hingga lauk pauknya. Tak lupa ia juga menuang air putih. Setelah selesai Thika duduk di kursinya. Abi pun memulai makan malamnya.
"A-anu." Ucap Thika gugup sembari melirik Abi yang sedang fokus dengan makannya.
Abi pun melirik sekilas. "Aku minta maaf karena tidak meminta izinmu." Ucap Thika menundukkan kepalanya.
"Lain kali jangan ulangi lagi! Aku tidak suka Kamu dekat dengan laki-laki lain!" Ucap Abi. Mendengar itu, Thika pun merasa lega.
*
*
Di tempat lain, dengan pencahayaan yang temaram duduk seorang pria di sebuah sofa di tangan kanannya, jari tengah dan jari telunjuknya menjepit rokok yang menyala. Sesekali ia mengeluarkan asap rokoknya.
"Tuan semuanya hampir siap!" Ucap seorang pria.
"Hmm… pastikan semua lancar!" Jawabnya dengan angkuh.
"Baik tuan! Dan satu lagi ini mengenai Abimanyu Dewantara, saya dengar dia baru-baru ini sudah menikah Tuan." Ucap pria itu memberi informasi.
__ADS_1
"Ehh… menarik! Kali ini akan ku pastikan semua keluarga Dewantara lenyap tanpa sisa!" Ucapnya dengan senyum yang tak dapat diartikan.
Bersambung…..