Antara Cinta & Benci Sang Penguasa

Antara Cinta & Benci Sang Penguasa
Merasa Dejavu


__ADS_3

Restoran.


Setelah menempuh beberapa menit perjalanan Ranveer dan Thika sudah sampai di salah satu restoran. Ya, restoran Prancis adalah tempat dimana makanan favorit Thika dibuat.


Tak lama setelah selesai melakukan reservasi, Ranveer menuju tempat duduknya yang tadi sudah dipesan. Dengan penuh perhatian, dia membantu menarikkan kursi untuk Thika duduk.


"Thank you." Ucap Thika.


Pelayan pun datang menghampiri mereka berdua. "Apa yang ingin anda pesan tuan nyonya?" Tanyanya setelah memberikan buku menu.


"Saya pesan Confit de Canard dengan minuman orange juice." Ujar Ranveer.


"Saya pesan spaghetti carbonara dan Ratatouille. Dengan minuman lemon ice." Sahut Thika.


Pelayan pun mencatat pesanan mereka. "Baik, makanan anda akan segera siap." Ucap si pelayan.


(Confit de Canard adalah panganan khas Perancis yang cocok untuk Toppers penggemar olahan daging bebek. Dibumbui dengan beragam bumbu-bumbu khas masakan Perancis.


Ratatouille adalah olahan sayur-sayuran yang dibumbui sebelum kemudian dipanggang. Ratatouille telah dikenal luas dan kerap disajikan bersama roti, kentang, ataupun nasi dengan bumbu dan bahan yang dimodifikasi.)


Tak lama makanan mereka pun sampai, lalu mereka pun makan dengan hikmat dalam diam.


Tak lama Thika mulai bersuara. "Bos, apa ada yang ingin kamu katakan? Karena tidak biasanya kamu akan begini." Thika memulai pembicaraan.


Ranveer terlihat gugup dan raut wajahnya terlihat memerah. Seperti wajah seorang ABG yang baru saja pacaran. Bagaimana tidak dihadapan oleh wanita secantik Thika siapa yang akan menolak? Walaupun dia baru saja terpesona dengan kecantikannya setelah beberapa tahun.


"Aku…. Begini…. Kamu tahu ibuku sangat menyukai dirimu dan kedua anakmu. Dan kedua putramu pasti membutuhkan kasih sayang seorang ayah…."


"Bos katakan to the point, apa yang ingin kamu katakan." Sela Thika.


Ranveer menghela nafasnya. "Begini maukah kamu menjadi kekasihku, ah tidak maksudku maukah kamu menjadi istriku?" Tanya Ranveer tanpa basa basi lagi.

__ADS_1


Sementara Thika termangu memahami setiap kata yang keluar dari mulut bosnya itu. Menikah dengan sang bos? Menjadi istrinya? Kenapa aku merasa deJavu? Batin Thika bermonolog.


"Apakah kamu serius bos? Kamu tahu aku sudah pernah menikah dan sudah punya anak. Ada banyak wanita muda yang lebih cantik dan baik di luaran sana yang lebih cocok denganmu daripada diriku." Ucap Thika.


Ranveer menggenggam tangan Thika. "No, aku menginginkanmu. Selepas apapun masa lalumu aku akan menerimanya. Juga menerima anakmu sebagai anakku. Aku mencintaimu." Sahutnya.


Thika tampak berpikir, memikirkan apa yang dia harus katakan saat ini.


"Bukannya aku ingin menolak, tapi berikan aku waktu untuk mempertimbangkannya. Kamu tahu kita sama sekali tidak akan bisa melupakan cinta pertama kita bukan? Begitu juga denganku, berikan aku waktu untuk move on." Ujar Thika memberikan keputusannya.


Ranveer menatap netra Thika dengan intens. "Baiklah aku akan memberikanmu waktu. Tapi, sebagai gantinya panggil aku dengan namaku disaat kita berdua." Ucapnya. Lalu ibu jari tangannya bergerak mengelus punggung tangan Thika.


Setelahnya mereka makan dengan tenang lalu Ranveer mengantarkan Thika pulang ke rumahnya.


*


*


*


"Terimakasih atas semuanya bos, good night." Ucap Thika lalu berbalik hendak meninggalkan Ranveer.


Namun, tangannya tiba-tiba dicekal, dengan cepat Ranveer memberikan kecupan kecil di kening Thika.


Cup!


"Good night, have a sweet dream." Ucap Ranveer lalu memasuki mobilnya. Pergi meninggalkan Thika yang masih tidak percaya atas tindakan sang bos.


*


Dari jendela rumah, ada Aska dan Agastya yang terus memperhatikan gerak-gerik sang mommy.

__ADS_1


Setelah mommynya masuk dengan cepat mereka mendudukkan mommynya di kursi sofa. Agastya pun mendudukkan diri mereka layaknya seorang polisi yang akan menginterogasi musuh. Agastya menyilangkan kakinya sementara Aska hanya berdiri menunggu perintah sang adik.


"Jadi, apakah ibu berkencan dengan uncle Ranveer?" Tanya Agastya. Dengan tatapan menyelidik.


Thika pun hanya bisa menahan tawanya atas tindakan si kembar. "Kami hanya makan malam bersama." Sahut Thika.


Sementara Agastya memicingkan matanya, melihat dalam-dalam ekspresi sang mommy. "Benarkah?" Tanyanya lagi.


"Ya! Tapi, yah kami mempertimbangkan untuk bersama, jadi bagaimana pendapat kalian hmm?" Thika balik bertanya.


Agastya dan Aska saling pandang.


"Maksud mommy, uncle Ranveer dan ibu akan menikah?" Tanya si sulung Aska.


"Bisa dibilang begitu." Ucap Thika menggaruk pelipisnya.


"Tidak! Agastya tidak setuju mommy bersama dengan uncle Ranveer." Agastya memberikan ketidaksetujuannya.


Entahlah walaupun dia sangat dekat dengan Ranveer tapi membiarkan sang mommy menikah dengannya jelas dia tidak setuju.


"Kenapa tidak setuju? Bukankah kamu menyukai uncle Ranveer?" Sahut Nisha yang bergabunglah di pembicaraan ibu dan anak itu.


Agastya terdiam. "Aunty, aku hanya tidak suka saja." Cicitnya.


Thika menghampiri Agastya. Lalu membawanya ke pangkuannya. "Jika kamu tidak setuju, mommy tidak akan bersama paman Ranveer hmm." Ucapnya.


Agastya hanya menunduk. "Jika, mommy menyukai paman Ranveer maka, aku akan menyetujuinya. Asalkan mommy senang maka aku akan senang." Kali ini Aska yang berucap.


"Aska benar, lakukanlah jika kamu bahagia, maka kami juga akan bahagia." Ucap Nisha yang ikut menimpali.


Thika pun merasa haru, karena mendapatkan kasih sayang dan dukungan yang berlimpah dari Nisha dan kedua putranya. Tak lama dia pun memeluk semuanya.

__ADS_1


Bersambung……


__ADS_2