Antara Cinta & Benci Sang Penguasa

Antara Cinta & Benci Sang Penguasa
Si Cantik Avanthika!


__ADS_3

Di Bandara


Terlihat 2 gadis cantik sedang menunggu kedatangan seseorang di International Arrivals. Sambil melihat kesana kemari menyusuri segala arah.


Sampai akhirnya instruksi bandara yang mengatakan pesawat dari New York-Indonesia sudah mendarat dengan selamat.


Dua gadis itu pun mengangkat papan nama, agar memudahkan orang yang ditunggu melihat kehadiran mereka. Satu persatu penumpang turun dan melangkah meninggalkan pintu kedatangan, namun mereka tidak melihat orang yang ditunggu. Sampai akhirnya ada suara seseorang yang memanggil nama mereka.


"Nisha! Sarah! I'm back!" Seru orang yang ditunggu.


"Avanthika!" Seru dua gadis itu, berlari lalu memeluk Avanthika.


"Akhirnya setelah berpisah selama 2 tahun, kami bertemu dengan lo Ka, hiks…" ucap Sarah dan Nisha haru dengan disertai tangisan.


"Oh… come on! Gue keluar negeri untuk belajar bukannya berlibur" jawab Thika, memeluk erat kedua sahabatnya.


Avanthika Sanjaya bisa dipanggil Thika merupakan seorang gadis berusia 22 tahun yang baru menyelesaikan kuliahnya di New York. Thika merupakan gadis yang memiliki wajah cantik, bola mata indah, bulu mata lentik, hidung mancung dan bibir tipis berwarna merah muda. Kulit putih bersih dan postur tubuh yang aduhai, bisa dibilang Thika bagaikan boneka hidup berjalan. Sifat baik, ceria, dan ramah menambah nilai plus banginya.


Thika memiliki 2 orang sahabat dekat. Nisha Agatha merupakan sahabat yang selalu menemani Thika dari kecil karena dulu mereka bertetangga. Sedangkan untuk Sarah Azhari, Thika dan Nisha mulai bersahabat dengannya saat awal-awal SMA.


Pertemuan penuh haru untuk melepas kerinduan diantara mereka bertiga harus disudahi karena Nisha merasa sesak.


"Sudah… sudah, jika terus pelukan gue gak bisa nafas nih" ujar Nisha sambil melepaskan pelukannya.


Mereka pun melepas pelukannya. Lalu berjalan ke parkiran bandara dengan sedikit bercanda gurau.


"Nis, Sa, gue laper nih, cari makan yuk?" Tanya Thika menyarankan. Pasalnya perjalanan selama sehari dari New York ke Indonesia membuatnya sangat lelah dan juga lapar.


"Eh, gimana kalo kita ke cafe dekat sekolah SMA dulu?" Ajak Sarah.

__ADS_1


"Sabi tuh udah lama juga gak kesana" jawab Nisha.


Mereka pun pergi dari bandara dengan menggunakan mobil. Dengan Nisha yang menyetir dan Sasha duduk di jok samping kemudi. Sedangkan Thika duduk di kursi belakang.


*


*


*


Setelah menempuh waktu 40 menit dari bandara, mereka bertiga pun sampai di cafe langganan mereka saat SMA.


Mereka bertiga pun melangkah beriringan ke dalam cafe, dan disambut dengan senyuman oleh beberapa pelanggan yang berada di sana. Terutama kaum Adam yang seolah melihat bidadari yang jatuh dari surga.


'Woi, tuh 3 cewek cantik banget' ucap seorang pelanggan pria kepada temannya.


'Duh Gusti, inikah jodoh yang hamba nantikan?' ucap salah satu pengunjung pria.


Sekiranya begitulah reaksi orang-orang yang melihat kedatangan para bidadari surga tersebut🤭. Mereka pun memilih duduk di pojokan. Karena Thika ingin sedikit ketenangan.


"Selamat siang, kakak-kakak mau pesen apa ya?" Tanya seorang pelayan perempuan yang datang menghampiri mereka bertiga.


"Saya mau pesan Mie Ayam minumnya Es jeruk aja" jawab Thika.


"Kalo saya pesan steak ayam minumnya lemon ice". Ucap Sarah.


"Saya sama kayak dia" ucap Nisha sambil menunjuk Sarah.


"Baik kakak, ditunggu ya" ucap pelayan yang telah selesai mencatat pesanan lalu pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


"Eh, lo kok pesen mie ayam sih Ka? Gak kayak biasanya aja" Tanya Nisha pada Thika.


"Iya nih gue kangen banget sama masakan Indonesia. Di New York gue cuma masakan barat aja, bosen gue. Sesekali masakan Indonesia lah." jawab Thika. Dengan tersenyum memperlihatkan barisan gigi putihnya.


"Eh Ka rencana abis ini lo ada ngelamar kerja dimana? Kalo mau lo bisa kerja di perusahaan papa gue aja, biar kita bisa sama-sama gitu" Tanya Sarah.


Thika tampak berfikir sebentar. "Hmmm… makasih Sa tapi, gue udah direkomendasiin sama salah satu dosen gue buat kerja di Dewantara Enterprise" jawab Thika.


"Eh beneran? Dewantara Enterprise?" Ucap Nisha dan Sarah serentak, bahkan secara tak sadar mereka menggebrak meja. Karena ulah mereka sampai membuat pengunjung meja sebelah sedikit terkejut.


"Hebat banget sahabat gue satu ini" ujar Nisha memuji Thika. Satu jempol bahkan sudah ada di depan wajahnya.


"Tentu dong, gue gitu loh" ucap Thika membanggakan dirinya.


"Eh ngomong-ngomong Lo langsung ke rumah kan Ka? Tanya Sarah.


"Gak, gue dah bilang sama Ayah, gue mau tinggal di apartemen biar deket kalo kemana-mana" jawab Thika.


"Terus Kakak lo tau?" Kali ini Nisha yang bertanya.


"Ya gak lah, ngapain juga gue ngasih tau dia. Sekarang aja dia masih di markas. Kalo sampai dia tau abis gue" jawab Thika santai.


Mereka bertiga pun berbincang sambil menunggu makanan yang mereka pesan datang. 15 menit kemudian makanan yang mereka pesan pun datang. Mereka memakan makanannya dengan lahapnya. Bahkan sesekali mereka membicarakan tentang masa-masa SMA mereka.


Setelah makan mereka pun pergi dari cafe mengantar Thika ke apartemennya terlebih dahulu lalu kemudian pulang ke rumah masing-masing.


Bersambung….


Ini adalah novel pertamaku, jadi maaf jika ada kesalahan kata maupun kesamaan nama tokoh.

__ADS_1


Dipersilahkan memberikan masukan (Kritik dan Saran).


Jangan lupa like dan vote ya💞💞


__ADS_2