
Di sebuah istana seorang lelaki tampan sedang tersenyum, setelah mendapat laporan dari anggotanya bahwa wanitanya akan berburu malam ini.
"Kamu benar benar sangat berbeda sayangku. Dan aku tidak akan membiarkan kamu melakukan hal itu sayang." gumamnya
Dia meraih penselnya yang ada si atas nakas kamarnya, mendial nomor seseorang untuk di beri tugas malam ini.
"Siapkan seluruh anggota! Lima belas menit lagi aku sampai di markas!" titahnya penuh ketegasan.
Tanpa menunghu jawaban dari orang yang dihubunginya, langsung saja mematikan sambungan telponnya, berlalu pergi meninggalkan istananya memuju garasi mobilnya.
Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata, dia ingin segera sampai untuk membahas kesiapa anggotanya untuk berburu musuh.
Sampai disana, semua orang yang menjadi anggotanya sudab menyambut kedatangannya. Dan dengan gagahnya ia keluar dari dalam mobil dangan kaca mata hitam yang bertengger di atas hidungnya.
"Selamat datang tuan muda" sapa mereka semua.
Tidak ada jawaban darinya, hanya wajah angkuh dan tegas yang ia tampilkan. Dengan langkah tegas ia memasuki markas mereka menuju tempat di mana mereka selalu melakukan rapat seluruh anggota.
Asisten yang selalu setia padanya sejak enam tahun lamanya itu datang menghampiri dan mebungkuk hormat pada tuannya.
"Selamat datang ke markas tuan" ucapnya. "ada apa tuan? apa kita akan memiliki misi kali ini.
"Ya. Kita akan berburu malam ini."
"Siapa tuan yang menjadi buruan kita kali ini?" tanya asisten dengan posisi masih menundukan kepalanya begitu pun dengan anggota lainnya.
"Angkat kepala kalian." titahnya
Mereka semua kompak mengangkat kepala dan melihat satu arah yaitu Bos besar mereka.
"Kita akan memburu orang nomor dua di dunia mafia." ucapnya terdengar tenang.
Ya, Dia sangat tenang saat berkata begitu karna ia tau kalau kemampuan mereka bisa mengimbangi kekuatan orang orang si dunia haram itu.
Meski mereka tidqk pernah berkecipung di dunia ilegal, tapi buka berarti mereka tidak memiliki kemampuan dan anggota yang begitu banyak dan memiliki kemampuan masing masing.
Karna sejak di dirikan kelompok dengan nama pengaman dalam bisninya, lelaki itu sudah memiliki ijin mendirikan kelompok dan membentuk kemampuan yang tak terkalahkan.
Begitu pun sebenarnya dengan Kerenza Alana, ia tidak pernah berkecipung di dunia mafia atau ilegal itu, tapi ia bisa medirikan organisasi Angela of Death itu berdasarkan ijin dari petinggi perusahaan dengan alibi sebagai keamanan perusahaan.
"Ben Han Keiji." ucap nya lagi.
"Anggotanya tidak ada yang terkejut atau merasa takut karna mereka tau kalau kekuatan sang bos dan mereka senidir bisa mengimbangi kekuatan anggota Keiji, apalagi dapam persenjataan mereka tidak pernah tertinggal.
__ADS_1
"Kapan Tuan."
"Nanti malam. dan saya mau kalian semua bersiap dan ingat ini bukan hanya buruan kita tapi Keiji juga merupakan buruan seorang wanita." ucapnya.
"Lalu apa rencanamu tuan?"
"Siapkan penembak jitu kita dalam jarak 1500 meter dari TKP dan mereka harus mengepung setiap sisi tempat itu, sebagai pelindung yang didepan. Ingat perlindungan utama kalian adalah wanitaku, habisi siapa saja yang berani mendekati apalagi sampai membuatnya terluka.
Pastikan sebelum jam sembilan, utus beberapa orang untuk menyamar di bar itu, agar bisa mengawasi dari dekat, agar mereka bisa memberikan informasi disetiap situasi dan pastikan semuan senjata kita tidak bermasalah."
"Baik tuan."
"Ada pertanyaan lagi?" tanyanya.
"Apa tuan akan menggunakan pistol terbaru kita tuan muda" tanya Asistennya.
"Ya, berikan aku satu dan juga pastikan pistol kesayangaku bisa di gunakan dengan baik nanti. Dan satu lagi, biarkan para penembak menggukan senjata lama saja karna aku yakin buruan kita sama dengan seekor lalat yang bisa di tepuk sekali saja akan langsunh KO.
"Baik tian muda." jawab asistennya.
Kemudian dia pergi menuji ruangan Yang menjadi tempag ia beristirahat jika di markas, sedangkan anggotanya, bergegas untuk mempersiapkan semuankeperluan berburu mereka.
Beberapa anggota akan menjadi mata mata, ada yang menjadi seorang pelan bar ada juga yang datang hanya sekedar minum minum.
Sedangkan yang didalam kamar merebahkan dirinya memandangi wajah kekasih hatinya yang ada di dalam ponselnya harsil kiriman dari anggotanya yang ia kirimkan sebagai pengawas terdekat keksaihnya.
Malam sudah tiba, baik anggota Kerenza maupun sang lelaki misteriua sudah bersiap siap. Rupanya rencana mereka sama persis, mulai dari persiapan persenjataan, formasi anggota, dan teknik memasuki bar benar benar sangat sama
"Kau sudah siap Keren?" tanya Kisar.
"Ya, sudah sangat siap. Bagaimana dengan anggota lain? ada informasi dari Catline.?" tanya Kerenza.
"Catline bilang, kalau mereka sudah tiba lima belas menit yang lalu, dan sekarang mereka sedang berpesta ria."
"Bagus, berarti setengah jam wantu tempuh yang kita gunakan nanti bisa membuat Keiji mabuk oleh Catline."
"Benar sekali."
"Baiklah sudah waktunya berangkat."
Mereka berangkat pergi, namun langkahnya terhenti tat kala ia mendengar pembicaraan seseorang.
"Baik, saya mengerti."
__ADS_1
.....
" Ya, saya akan mengawasinya."
.....
"Baik kami akan berangkat sekarang."
"Hiebert!" seru Kerenza yang mendapati Hiebert sedang menelpon seseorang.
Hiebert menoleh dan langsung mematilan ponselnya secara sepihak. " Ya, nona Keren" jawabnya dengan tenang.
"Siapa yang kau hubungi." tanya Kerenza dengan penuh ketegasan dan sorot mata yang mengintimidasi, tapi hal itu tidak membuat Hiebert terintimidasi sama sekali.
Saya menghubungi anggota yang mengawasi disana nona, karna mereka bertanya kapan kita akan sampai sementara Keiji sudah memulai persta rianya disana." ujarnya dengan sangat tenang seolah ia tidak menyembunyikan apapun.
"Lalu siapa yang kau awasi Hiebert?" tanya Kerenza yang masig tidak puas dengan jawaban anak buahnya.
Karna jujur saja Kerenza harus bisa wanti wanti terhadap semua orang bahkan itu termasuk pada anggotanya, tidak ada yang tau akan kejadian buruk bisa saja terjadi. Dan pelakunya adalah orang orangnya sendiri.
"Saya mendapat informasi kalau sepertinya ada yang mengawasi gerak gerik mu Keren dan tujuannya masih belum diketahui dengan jelas, sehingga saya mengatakan kalau saya akan mengawasi dengan ketat dirimu." jawab Hiebert.
Memang yang dikatakan Hiebert adalah benar, karna ia merasa kalau selalu ada yang mengawasi gerak gerik Kerenza baik itu dirumah, maupun di kantor tapi Hiebert masih belum tau siapa orang itu, karna ia harus mencari tau dengan teliti setiap orang orang tang bersama dengan Kerenza.
"Apa kau yakin?" tanya Kerenza.
"Sangat yakin!"
"Kalau begitu kau tidak bisa langsung keluar dan menuju TKP Keren, kau harus mengecoh mereka dulu karna tidak ada yang tau apa yang mereka incar darimu." saut Kaisar memberi usul.
Hiebert menetap tajam ke arah Kaisar dan berkata. "Apa rencanamu?" tanyanya.
"Rencanaku adalah, Kerenza jangan langsung ke tempat buruan tapi dia harus mengecoh terlebih dahulu dengan dia pergi ke kantor atau supermarket dan beberapa orang akan membantunya nanti meloloskan diri." jawab Kaisar dengan gamblangnya tanpa rau maksud dari tatapan Hiebert.
"Itu ide bagus Kaisar." setuju Kerenza.
"Aku yang akan bersama Keren" kata Hiebert tegas.
Mereka menyetujui ucapan Hieber, lalu mereka berpencar pergi dengan berbeda beda arah dan akan bertemu di titik temu yang sudah mereka sepakati.
Sedangkan seseorang sedang menelpon tuanya. "Nona Alana menuju supermarket di tengah kota Tuan."
"Apa yang dilakukan malam malam begini? awasi terus gerak geriknya jangan sampai melewatkan hal yang mencurigakan."
__ADS_1
TBC
Jangan lupa VOTE, LIKE, RATE DAN KOMENT KARYA AUTHOR YA😊🙏