BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 81


__ADS_3

Kaisar, Cloe dan yang lainnya baru tiba subuh hari, dan ternyata di sama sudah ada yang menunggu kedatangan mereka, dan itu adalah Kerenza, Hiebert, Brillo, Elsa, Mattew, dan Maydeline.


Mereka berdiri di teras rumah menyambut Cloe yang sudah di anggap ibu oleh Kerenza dan semua yang ada di sana pun juga sama mengikuti Kerenza tak terkecuali Brillo pun ikut menyambut wanita yang di anggap ibu itu


"Mommy!" seru Kerenza berjalan maju memeluk wanita tua itu.


"How are you Girl?" tanya Cloe.


"I am ok mom, and are you fine?" jawab Kerenza kemudian berbalik bertanya.


"Seperti yang kamu lihat, mommy tidak bisa berbohong padamu" kekeh Cloe.


"Baiklah ayo kita masuk" ajak Cloe dan mereka semua mengkuti Kerenza.


Mereka semua masuk Cloe, Emma dan Tom adik adik Catline mengikuti langkah Kerenza mata mereka menari nari menyusuri setiao sudut ruamah itu, semua terilha mewah dan memanjakan mata.


"Kak Keren, ini bemar milikmu?" tanya tom.


"Yes dan kalian juga akan menjadi pemiliknya" jawab Kerenza dengan senyum hangatnya.


"Really? kami akan tinggal disini?" tanya Tom.


" Yes, dak kamar kalian sudah kaka siapkan" jawab Kerenza.


"Kak Kerenza tetap the best sejak dulu bagi kami" girang tom yang baru berusia dua belas tahun.


"Ohh come on tom, jangan bikin malu apa algi merepotka kak Keren" ucap Emma memperingati adiknya.


"shut up, don't bother me!" ketus Tom.


"Mom, lihatlah putramu yang hanya bisa membantah" ucap Emma memutar bola matanya malas.


Kerenza, Cloe dan yang lainnya hanya bisa tersenyum melihat itu, "Aku tidak merasa di repotkan untuk adik adikku ini" ucap Kerenza.


"Kau dengar itu! Kakan tidak merasa di repotkan olehku!" ketus Tom menjulurkan lidahnya.


Emma hanya merotasikan bola matanya, malas mendengar ocehan adiknya yang tidak tau malu itu, selalu menggap semua tidak masalah walau itu merepotkan orang lain.


"Sudah, lebih baik kalian istrahat lebih dulu, kalian pasti lelah iyakan mom?" tanya Kerenza.


"Dimana putri mom yang satu?" jawab Cloe dengan balik bertanya.

__ADS_1


"Mom, besok kita akan bicara dan sekarang lebih baik mom istrahat dulu dan putri mom yang satu itu sedang sibuk" jawab Kerenza.


"Baiklah jika seperti itu" jawab Cloe


Mereka bertiga berjalan mengikuti langkah Kerenza yang akan membawa mereka ke kamar untuk rehat, "ini kamar Tom dan di sebelahnya kamar Emma, dan berikutnya kama Mom Cloe" ucap Kerenza setelah mereka sampai di jejeran pintu kamar.


"Kenapa banyak sekali kamar Girl? kami bisa satu kamar Emma" ucap Cloe.


"No mom, aku ingin kalian nyaman, dan lagi kamar di sini banyak jadi sayang juga jika tidak di gunaka" jawab Kerenza.


"Baiklah" jawab Cloe dan kemudian masuk ke kamar menyusul kedua anaknya yang lebih dulu masuk.


Kerenza kembali ke ruang tengah karena sebenarnya mereka sedang menunggu hasil operasi Catline, tapi Kerenza masih melihat Kaisar disana sepertinya lelaki itu sedang menunggu kekasihnya.


"Kau istrahat lebih dulu Kaisar, kau pasti lelah" ucap Kerenza.


"Aku sudah menyuruhnya Love tapi sepertinya dia masih menunggu perintah dari singa betina" Kekeh Brillo.


Yang lain ikut tersenyum namun tidak terang terangan karena takut jika mata singa betina iti mengintimidasi mereka, dan itu akan menjadi musibah bagi mereka berikutnya.


"Dan singa ini tidak ada yang bisa menandingi dalam menaklukkanmu bukan!" sinis Kerenza.


Yang lain semakin tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum melihat tuan muda mereka ini bisa berbicara absur di depan mereka, walau itu bukan rahasia umum lagi karena mereka sendiri pun sudah sering kali bergelud dalam usaha mencari kenikmatan


"Jaga bicaramu Brillo!" sentak Kerenza.


"Mereka bukan anak kecil lagi Love bahkan Hiebert sudah mempraktekkan fantasinya kemarin" jawab Brillo yang kini membuat semuanya tergelak.


Semetara Hiebert sudah merona merah menahan malu karena dia yang di jadikan contoh baranh oleh tuan mudanya.


"Sudah kau ustrahat saja dulu, nanti jika susah selesai kau akan di panggil!" titah Kerenza tanpa ingin menerima bantahan lagi.


Sementara Di dalam kamar yang di sulap menjadi ruangan operasi darurat, Dokter dan beberapa rekan lainnya serta Perawat yang membantu jalannya operasi baru saja menyelesaikan misi mereka, waktu yang mereka gunakan kurang lebih dua belas jam, lebih lama dari waktu perikiraan mereka kerena ternyata tidak mudah melepaskan penyadap yang sudah terhubung di syaraf.


Dokter dokter itu lebih dulu melakukan penganan pembunuh syaraf terlebih dahulu agar tidak berfingsi dan mematikan fungsi kerja sementara sehingga Catline merasakan tubuhnya tidak bisa di gerakkan lagi karena akibat dari obat itu.


Tapi kembali lagi terhambat karena bahas yang mereka gunakan adalah bahasa tubuh tidak mengeluarkan suara sama sekali sehingga ada sedikit kendala dalam berkomunikasi, untungnya pasukannya orang oran yang susah sering berada di meja operasi sehingga dengan mudah mengenali semua alat alat operasi dan di mana saka alat itu akan di gunakan.


Tapi pada jam yang berikutnya yaitu jam ke delapan operasi berjalan, Catlien meringis dakit merasakan tubunya di obrak abrik oleh mereka, dan mereka menyadari jika syarafnya mulai berfungsi dan kembali lagi mereka mulai dari nol menyuntikan obat pembunuh syaraf sementara dalam dosis yang lumayan banyak untuk menampung hingga sepuluh jam kedepan.


Mereka semua keluar dari kamaar itu, setelah memastikan semua beres, perawatan Catline hindaa kesehatan dan tensi Catline mereka periksa dan setelah pasti barilah mereka keluar menghembuskan nagas lega semuanya.

__ADS_1


"Akhirnya opersinya berjalan" ucap dokter yang menjadi ketua tim.


"Benar senior, ini benar benar operasi perdanaku yang sangat menegangkan" jawab salah seorang dokter.


"Benar dok, saya dari tadi nerfous" timpal seorang perawat wanita.


"Bukan hanya kalian, dan jujur saja ini pertama kalinya saya menangani operasi dengan tidak boleh mengeluarkan suara sedikitpun dan harus menggunakan bahasa tubuh di tambah lagi dengan keadaan pasien yang hampir sekarat" jawab ketua tim.


"Sudah ayo kita temui mereka" ajaknya lagi


Mereka pun berjalan menuju ruang tengah tempat orang orang sudah menanti kabar gembira "bagaimana dokter?" tanya Kerenza yang melihat kedatangan para petugas.


"Semua berjalan sukses walau tadi ada kendala tapi kami bisa menanganinya" jawab dokter itu tapi tidak berani lagi menatap Kerenza takut sang suami murka dan matanya di colok seperti ancama Brillo padanya dua belas jam yang lalu.


"Lalu apa keadaannya tidak menghawatirkan kan dok?"


"Semua aman, keadaanya pun aman, dan hanya pengecekan lanjutan saja nanti yang akan kami lalukan" jawabnya.


"Kalau begitu kau akan tetap disini hingga kesehatanya benar benar pulih!" titah Brillo dengan baritonnya yang tegas dan berat.


"Ba baiklah tuan muda" jawab Dokter itu pasrah, tidak barani membantah.


"Bagus, sekarang kalian istrhat dan Elsa akan memenuhi semua kubutan kalin, besok sode kalian semua bisa kembali ke negara masing masing kecuali ketua tim kalian akan tetap berada disini hingga keadaan Catlien benar benar membaik!" putus Kerenza kemudian pergi menuji kamarnya untuk kembali ke kamar melanjutkan tidurnya yang di susul oleh Brillo yang masih memberikan tatapan tajam pada mereka.


"Dimana penyadapnya?" tanya Elsa dengan dingin juga.


Semua dokter dan perawat saling menatap, sepertinya pikiran mereka sama kali ini sama sama menganggap dan sama sama takut dengan semua penghuni mension ini.


"Penghuni iblis semua," batin mereka bersamaan.


"Katakan diaman penyadapnya?" sentak Elsa membuat mereka tersentak kaget.


"Di dalam kamar, keadaan masih utuh dan masih bisa di fungsikan" jawab Dokter itu.


"Bagus, sekarang kalin istrhatlah agar besom bisa segera pergi dan bayaran kalian sudah di transfers dan kalian sudah boleh menggunakan ponsel" ucap Elsa membuat mereka tersenyum karena langsung di bayar.


Akhirnya mereka semua istrahat setelah memastikan keadaan operasi berjalan lancar dan juga sebelum itu, pengawal sudah dimtempakan didepan kamar Catline setelah tadi penyadap sudah di amankan.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2