
Pencarian mulai mereka lakukan, kapal yang mereka naiki ada tiga buah, dan itu juga untuk mengalihkan perhatian musuh agar tidak mengetahui jika mereka sedang melakukan pencarian, biarlah mereka sibuk mengintai Elsa yang menyamar sebagai Kereza dan terus mematantu Hiebert yang katanya ke luar negeri karena dengan begitu mereka bisa benas mencari keberadaan Brillo dang yang lainnya walau apa apun nanti hasilnya tidak masalah yang terlenting keberadaan mereka bisa di lacak.
"Berapa lama waktu yang kita tenpuh Hiebert?" tanya Kerenza dengan suara yang sedikit berderiak.
"Satu jam Keren maka kita akan sampai di pesisir laut dan disana kita akan memuali pencarian, tapi satu kapal lagi akan menyusuri lautan" jawab Hiebert.
"Baiklah tapi pastikan mereka adalah orang yang bisa menjaga diri dalam bahaya apalagi jika bahayanya adalah serangan musuh" ucap Kerenza.
"Kau tenanglah aku tidan mungkin salah memilih dalm hal ini" jawab Hiebert.
***
Sementara di kediaman rumah yang sangat mewah tidaj kalah mewahya dengan rumah Brillo Jokson tapi tetap istana Brillo Jokson tidak bisa dikalahkan, duo sekutu menanti dengan gelisah berita dari mata mata yang di utus untuk memantau pergerakan Kerenza dan dan anggotanya dalam mencari keberadaan Brillo Jokson apakaj masih hidup atau tinggal mayatnya yang akan mereka temuakan.
"Robert, kenapa belum ada berita dari anak buahmu?" tanya Keitaro dengan gusar.
"Lalu bagaimana dengan anak buahmu yang kau suruh untuk mematai mereka apa sudah ada kabar?" sindir Robert.
"Belum ada" jawab Keitaro dengaj singkat.
"Maka kau bersabarlah, karena mungkin mereka sedang memantau, ah sudahlah Alex hubungi mereka!"
Alex tanpa di perintah dua kali langsung menghubungi anak buahnya yang di untuk untuk memantau Kerenza dan tak lama setelah itu, dia kembali mendekat dan berkata, "maaf tuan, tapi hingga saat ini nona Alana berada di kantor dan tidak keluar sama sekali hingga saat ini"
"Sepertinya bukan dia yang mencari Robert, dia tidaj turun tangan" tinpal Keitaro.
__ADS_1
Robert tidak menjawab perkatan dua orang yang sedang memberika opini, dia sibuk merangkai kejadian waktu dan pergerakan Kerenza yang kelihatannya santai saja, apakah mereja sudah mendangar kabar itu atau mereka sedang di kelabui.
"Si**l!" umpat Robert.
"Ada aoa robert? ada apa tuan besar?" tanya mereka.
Dasar bo**h! mereka pasti mengelabui kita" ucapnya.
"Apa maksudmu Robert? mengelabui yang bagaimana? bukqnkah kau sudah dengar jila Kerenza tidak bergerak sama sekali"
"Itulah gunanya otak licik, harus bisa berpikir sesuatu yang tidak terpikirkan oleh orang bodoh dan berasumsi untuk segala perkiraan itu lebih baik" ucap Robert dengab nada menyindir.
"Jadi kau berfikir jika aku bodoh begitu Robert! jangan mengundang amarahku jika kau tidak ingin tiad hari ini!" bentak Keitaro.
"Maka jika kau tidak ingin di katai bodoh maka kau harus bisa licik, karena dengan licik juga bisa membuat bisnismu menguntugakn banyak uang" jawab Robert.
"Benar! dan kau akan mendapat bagiannya nanti " ucap Brillo.
"Tentu saja, aku harus mendapatkan bagian karena kita sama sama bekerja bukan!" uca Keitaro, "tapi sebelum harta kekayaan itu di bagi maka aku akan melenyapkanmu lebih dulu" batin Keitaro.
"Tentu saja" jawab Robert dengan meneguk minumannya tapi mata tajamnya tidak lepas dari Keitaro "dan itu tidak akan pernah terjadi karena aku akan melenyapakanmu lebih dulu" batin Robert.
Dan pada akhirnya seorang yang licik tetap akan menjadi licik, apa lagi jika kelicikan disertai dengan keserakahan maka tidak peduli jika dia menyingkirkan banyak orang bahkan seseorang yang sudah berjuang bersama, seperti hanya kedua sekutu itu yang ternyata memiliki niat terselubung yang merka pendam.
"Aku akan menemui Alana, memastikan langsung apa yang terjadi" ucap Robert.
__ADS_1
Di tempat lain, Kaisar masih berada di ruang bawah tanah untuk meyakinkan kekasihnya agar mau mengatakan padanya siapa sebenarnya orang yang sudah menyuruh dirinya dan ancaman apa yang di berikan padanya sehingga mau menuruti semua perkataanya bahkan kini Catline menutup mulutnya rapat rapat dan tidak memberitahu siapa orangnya.
Kaisar membawa buku dan pena di tangannya, dia akan melakukan komunikasi dengan Catline dengan cara membaca apa tulisanntmya dan dia pun ingin keksihnya menjawab dengan menulis juga di buku.
Bukan apa apa, ini semua Kaisar lakukan untuk menghindari suara yang bisa saja akan di dengar oleh pihak lain dan membuat mereka ketahuan, dan jika ketahuan maka nyawa kekasihnya yang dalam bahaya dan Kaisar tidak ingin kehilangan kekasihnya.
Sebelum membuka tali di tubuh Catline terlebih dahulu Kaisar memberi isyarat lewat telunjuknya yang di taruh didepan bibirnya sebagai tanda agar kekasihnya diam dan Catline yang mengetahui hal itu langsung mengangguk antusias sebagai jawaban.
Kaisar membuka tali yang melilit di tubuh Catline dengan gerakan pelan tanpa menimbulkan suara, karena Kaisae yakin bunyi apa pun yang tertangkan oleh penyadap pasti akan di dengar oleh mereka yang tak lain adalah musuh.
Selesai dengan itu Kaisar kembali memberikan gerakan tubuh untuk menyuruh Catline dia di tempat dan lagi lagi wanita itu mengangguk, setelah memastikan aman, Kaisar memberikan buku dan pena pada Catline dan mereka mulai interogasi lewat bahasa tulisan.
"Pertmana yakinlah honey jika Kerenza tidak akan menyakitimu jika kau jujur, dia akan membantumu jika memang ada yang berada dalam bahaya, Kerenza akan menyelamatkannya bahkan aku sendiri pun akan datang menyelamatkan orang itu, jadi aku harap kau bisa bekerja sama honey agar aku tidak kehilangnmu" tulisan Kaisar yang sebelumnya sudah di persiapkan.
Catline menatap kekasihnya dengan mata yang berkaca kaca dan dengan penuh keyakinan dia mengangguk mengiyakan perkataan Kaisar karena memang benar dirinya yakin jika Kerenza tidak akan membiarkan keluarganya dalam bahaya.
"Tolong selamatkan keluargaku Kaisar, aku mohon" balas Catline.
Kaisar mebacanya dan mengerutkan keninya dan kemudian kembali lagi menulis "apa mereka mengancamu lewat keluargamu honey?"
Catline yang membacanya dengan antusias mengangguk mengiyakan pertanyan Kaisar, karena menurutnya tidak ada lagi yang harus dua tutupi dengan kekasihnya, dia akan mempercayakan penuh pada kekasihnya untuk menangani keluarganya dan juga dia percaya jika Kerenza akan memberikan jaminan keamanan dengan keluarganya.
"Kaisar mengepalkan kedua tangannya menahan amarah yang sudah menguasai dirinya saat mengetahui kebenaran jika keluarga kekasihnya di ancam agar wanitanya mau berhianat pada Kerenza dan mengijuti semua yang mereka katakan, sungguh benar benar membuat jika pyskopat Kaisat bangkit dan ingin segera melenyapkan seseorang.
Mungkin tidak pernah ada yang tau jika dulunya Kaisar bisa dikatakan setara dengan Pyskopat yang tidak akan segan mengahabisi nya seseorang yang bersitegang dengan dirinya, dulu dia bukalah orang yang berasal dari keluarga mapan seperti saat ini, dulu Kaisar hanya ketua geng yang tidak di bawahi oleh mafia tapi kesadisannya tidak bisa di remehkan.
__ADS_1
.
TBC