
Pagi pagi sekali Kerenza terbangun dari tidurnya, menggeliat dan merasakn ada benda berat yang menimpa tubuhnya, itu adalah tangan dan kaki Brillo yang sudah menguncinya.
"Lelaki ini benar benar tidak tau malu." decak Kerenza.
" Tuan Brillo bangun. Ini sudah pagi."
Tidak ada sahutan dari Brillo, tidurnya masih cukup nyaman rupanya, tapi sasarannya adalah Kerenza yang tidak bisa bergerak.
" Hei.. Bangunlah tuan! aku harus pergi bekerja."
" Oh my love kau berisik sekali sih." gerutu Brillo.
" Makanya tuan silahkan bangun dan pergi karena kita harus bekerja."
" Ck kau sangat menyebalkan love."
" Jika aku mnyebalkan maka kau pergi saja."
Kerenza tidak suka memdengar perkataan Brillo yang mengatakan dia menyebalkan, entah kenapa alasanta tapi dia lebih suka Brillo yabg suka berkata manis padanya.
" Tidak bisa love, aku akan menahan diri untuk mengahadapj sikap menyebalkanmu, asalkan aku tetap bersamamu." ucap Brillo terkekeh.
" Ohh tuan mulutmu sangatlah manis."
Brillo terkekeh mendengar perkataan Kerenza terlebih lagi ekspresi kerenza yang sangat menggemaskan menurutnya.
Sagking gemasnya refleks Brillo mengakup pipi Kerenza dan menariknya mendekat ke arahnya dan kemudian mendaratkan ciumannya di bibir Kerenza,
Kerenza sangat terkejut mendapatkna serangan mendadak dari Brillo dan tanpa sadar dia menendang perut Brillo membuat lelaki terjungkal kebelakang dan terhempas dilantai.
Bruk
" Oh my lord. kau sangat ganas my love. Bokongku sangat sakit." teriak Brillo seraya bangkit dan mengelus bokongnya yang kesakitan.
" Itu karena kau sangat lancang tuan, jika kau bisa menjaga sikapmu maka kau tidak akan mendapat tendangan dariku."
" Love, kau tau sikapmu ini semakin membuatku tergila gila padamu."
Brillo mendekati Kerenza dan wanita itu mundur selangkah Brillo maju begitu juga Kerenza mundur.
" Kau mau apa Brillo. Jangan macam macam padaku." ancam Kerenza.
Brillo tidak mengindahkan ancaman Kerenza langkahnya semakin melebar menuju kearah wanita itu yang sudah mendok di kaki ranjang miliknya.
__ADS_1
Kerenza yang sudah merasa terkunci hendak memberilan perlawanan, melanyangkan tangan kanannya untuk memukul Brillo tapi segera di tangkis, gagal dengan tangan kini berganti menyerang dengan Kaki dan lagi lagi Brillo menangki kaki itu dengan memiringkan badannya kesamping dan kemudian menghempasakn kaki itu sehingga membuat pemilik hampir kehilangan keseimbangan badannya, jika saja Brillo tidak sigap meraih tangannya.
Tapi rupanya Gadis itu belum mau menyerah juga lagi-lagi tangan kanannyaia layangkan ke arah wajah Brillo, tapi sepertinya lelaki itu sudah terbiasa dengan gerakan-gerakan pasaran seperti itu sehingga dengan gesitbia memelintir tangan itu ke belakang dan akhirnya terkunci sudah pergerakan gadis itu dan Brillo punya keleluasan memeluk Kerenza.
" Lepaskan Brillo." pinta Kerenza yang terus bergerak mencoba meloloskan diri.
" Aku akan melepaskanmu jika kau mau berjanji satu hal."
" Katakan."
" Kau harus mengikuti semua perkatannku love, apapun itu."
" Tidak mau. Aku tau kau sangat licik, Kau pasti akan meminta yang aneh aneh padaku."
Brillo terkekeh mendengarnya karena memnag benar tebakan Kerenza kalau dia akan memanfaatkan perjanjiannya dengan Kerenza agar dia bisa leluasa menyentuh wanita itu.
" Jadi kau memilih kita seperti ini terus? jika iya, maka aku akan sangat bersyukur love. Karena apa? karena aku akan menikmati sentuhan kulitmu lebih lama."
" Aku harus bekerja Brillo, so lepaskan aku."
" Berjanji dulu love, baru aku akan melepaskanmu."
" Ck, kau minta yang lain saja."
" Yes i am serius."
" Baiklah. Aku mau kita bercinta love."
" What..! kau gila." umpat Kerenza.
" Tidak. Aku tidak gila Love, ini murni kesadaranku."
" Aku tidak mau." tolaknya keras.
" Berarti kau memilih poin pertama."
" Pilihanmu sangat sulit semua tuan."
" Tidak nona manis jika kau melakukan dengan senang hati."
Brillo Tersenyum puas karena melihat Leremza yang kesulitan memilih, karena apa pun pilihan wanita itu tetap akan menguntungkannya pilah pertama dan kedua sama sama akan dengan senang hati ia terima jika Kerenza memilih.
" Baiklah aku memilih poin pertama."
__ADS_1
" Kenapa tidak yang kedua saja love." tawar Brillo terkekeh.
" Jangan mimpi kau.!"
Brillo lagi lagi tertawa puas melihat kekesalan di wajah Kerenza, tidak masalah dia ketus san galak yang penting dia bisa mengendalikan gadis iti dengan seribu satu cara.
" Baiklah love silahkan anda mandi. Atau kau mau kita mandi bersama?"
" Brillo...! kau benar benar mesum." teriak Kerenza yang di balas kekehan renyah dari pria itu.
" Mesum pada wanitaku itu tidaklah salah love, kecuali jika pada wanita lain."
terserah aku saja. "
Kerenza memilih untuk tidak lagi meneruskan perdebatannya dengan Brillo karena menurunnya itu hanya akan membuang-buang waktunya saja, karena hari ini akan ada banyak hal yang harus dilakukannya, banyak rencana yang harus mereka persiapkan untuk menangkap wanita misterius yang sudah berani bermain-main dan menantang dirinya untuk bertemu secara pribadi.
Brillo sendiri memilih untuk menyandarkan dirinya di sofa yang terdapat di di kamar Kerenza menunggu kekasihnya untuk bergantian mandi. karena hari ini pun ia berencana untuk bertemu dengan di Dinel dan memulai rencananya Mencari tahu siapa sebenarnya dalang dari kasus yang sedang dikerjakan oleh kekasihnya.
Tak lama kekasihnya kembali dari kamar mandi dengan mengenakan handuk komono dan satu lagi handuk kecil untuk menggosok rambutnga yang basah.
"Kau mandi di sini?"
"Tentu saja aku akan mandi di kamar mandi kekasihku dan memakai sabun kekasihku juga."
"tapi kau tidak memiliki pakaian ganti Disini belum, Aku bukan seperti dirimu yang sudah menyiapkan pakaian untuk ku jika aku menginap di istana mu. "
Kau Tenang saja love, asistenku yang setia itu akan membawa pakaianku kemari, dan mungkin saat ini dia sedang dalam perjalanan. Kau tidak perlu pusing memikirkan pakaian gantiku.
"Seharusnya aku tidak perlu mempertanyakan nya lagi, karena yang mulia Raja ini sudah memiliki asisten yang sangat setia yang pasti tidak akan membiarkan tuannya kesulitan bukan? tidak seperti pengikutku yang sudah mulai beebelok."
" Ada apa love? apa ada diantara mereka yang berhianat?"
Brillo tertarik mendengar pernyataan Kerenza yang mengatakan jika ada pengikutnya yang tidak setia padanya, berarti dia memang tidak salah mengira jika ada penghianat disana.
" Sudahlah pergi mandi sana."
" Love dengarkan aku. Sesuatu yang kau tau mencurigakan saat ini belum tentu benar benar penghianat. Dan sebaliknya dia yang tidak menunjukan gelagatnya bisa saja dialah penghianantnya."
Entah alasan apa Brillo mengatakan hal seperti itu kepada Kerenza, Apakah lelaki itu tahu sesuatu? tapi jika iya, apa yang ia ketahui dan mengapa dia tidal mengatakannya pada Kerenza. Apa pun itu hanya Brillo lah yang tau dan semoga itu tidak membuat Kerenza dalam masalah.
TBC
jangan lupa beri VOTE, LIKE, KOMENT Novel owner ya😊😊😊🙏
__ADS_1