BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 95


__ADS_3

Semua anak buahnua menyerang tersisa dirinya yang masih menyaksikan pertarungan tapi tangannya bergerak cepat meminta pertolongan dengan pasukan lain yang sudah menunggu aba aba darinya.


Dan kejadian yang sama, lagi lagi dua puluh orang tumbang dalam waktu sepuluh menit dan kiini tersisa dirinya yang menunggu bala bantuan.


"Masih ada?" tanya Gilmax dengan tatapan mematikannya.


"Ck, kalian tidak akan selamat setelah ini!" ucapnya dan melsatkan beberapa tembakan ke sembarang arah membuat kelima orang itu terpaksa mencari perlindingan karena tidak sempat menarik pelatuk masing masing.


"Akh si*al..!" umpat Elsa di tengah ringisannya.


Rupanya lengannya tergores oleh senapan yang di lesatkankan secar acal oleh pria itu, dan Hiebert yang melihat kekasihnya terlukan langsung tersulut emosi, dengan cepat Hiebert menari pistolnya dan mengarahkan di kaki musuh membuat pria itu memekik kesakitan.


"Akhhhh...!


Dor


Sekali lagi Hiebert melepaskan pelurunya dan kali ini mengenai pergelangan tangannya yang masih memegang pistol dan sekali lagi suara teriakan kesakitan terdengar untuk kedua kalinya. Hiebert terus berjalan maju dan mendekat kearah pria itu, emosinya sudah benar-benar menguasai dirinya melihat darah segar di pergelangan tangan kekasihnya mengalir membuat Hiebert gelap mata dan ingin segera menghabisi pria itu.


"Kau berani sekali melukai wanitaku!" bentaknya dan langsung mengarahkan pistolnya di bagian kepala dan menembaknya.


Dor dor dor


Tiga kali suara tembakan mampu menghancurkan kepala pria itu membuat Mattew dan Kaisar berdecak kesal karena target terakhir mereka mati tidak bernyawa.


"Kenapa kau menghabisinya! kita harus menginterogasinya"


"Aku tidak suka jika dia berani melukai kekasihku!"


"Ck, kau bisa menghabisinya nanti di ruang eksekusi bodoh!"


Di tengah perdebatan mereka, tiga mobil berjejer mendekat membuat mereka menghentikan perdebatan mereka dan fokus pada ketiga mobil itu.


"Elsa masuk kedalam dan perintahkan beberap anggota datang untuk membereskan kekacauan"


"Baiklah"


"Jadi ini belum selesai?" tanya Kaisar.


"Sepertinya belum" jawab Gilmax singkat.


Tapi kali ini akan sedikit berbeda, orang-orang yang datang seperti menyembuhkan orang-orang lemah seperti yang tadi terlihat kini pimpinannya adalah orang yang sangat dikenal Gilbert yang tak lain adalah Luis kaki tangan dari Keitaro.


"Sekarang aku paham siapa yang memerinyahkam mereka" ucap Gilmax.


"Keitaro!"


"Ya, dan kita tidak bisa sembarang melawan, kita harus menanyakan apa alasan mereka menyerang kita"


"Ada masalah apa? kenapa kalian menghadang perjalanan kami!" tanya Gilmax dengan wajah datarnya.


"Tidak perlu menanyakannya! karena kalian harusnya tau jika masalahnya adalah kalian!" bentak Louis.


"Apa maksudmu? kami tidak bermasalah dengan tuanmu!"


"Pertama Alana sudah menghabisi Ben Han Keiji, kedua kemarin anak buah Brillo Jokson menyerang tuan ku!"


Gilmax dan yang lainnya terkejut mendengar perkataan Louis yang ternyata sudah tau jika Kerenza yang menghabisi Keiji, berarti bisa jadi sniper yang mereka habisi kemarin berkata benar jika Keitaro yang menyuruh mereka, tapi kembali Gilmax menganalisa situasi dengan pernyataan Louis jika mereka di serang dan itu ternyaya suruhan Brllo Jokson.


"Sepertinya ada yang salah tuan Louis! kami tidak menyerang tuanmu dan bukan nona muda kami yang sudah menghabisi Keiji, beri kami bukti untuk kebenaran ucapan anda"

__ADS_1


"Jangan berbohong!" tuanku tidak mungkin di bohongi olehnya karena jelas dia yang membantu tuanku memberikan informasi itu"


"Katakan siapa dia!" dan berikan kamu bukti kejahatan yang memang di lakukan nona muda kami.


"Tidak perlu kau tau! yang jelas bersiaplah menerima lenyerangan dari kami!"


"Kau mengibarkan bendera perang terhadap tuanku?" tanya Gilmax dengan dingin.


"Ya, dan itu akan tiba waktunya!"


Louis memilih untuk mundur mengikuti instruksi dari Keitaro melalui earohonenya dan itu pun karena permintaan Robert yang merasa cemas akan di sebutkan namanya, oleh karena itu Robert meminta Keitaro agar Louis mundur dengan alibi target tidak ada.


"Hei jangan pergi! katakan siapa yang sudah menghasut kalian!" teriak Kaisar yang melesatkan satu tembakan di uadara untuk menghentikan Louis tapi sepertinya tidak berhasil karena mereka sudah melaju.


"Kenapa kau membiarkan mereka perg ha!"


"Biarkan saja, permainan tidak akan menarik jika pertahanan tiada karena apa karena kita akan dengan mudah menumbangkan rajanya dan sudah pasti raja sesungguhnya tidak akan pernah kita temui" ucap Gilmax dengan seringai liciknya.


Gilmax semakin yakin jika permainan ini dikendalikan oleh satu orang saja dan menumbalkan pion untuk menutupi identitasnya, tetapi Gilmax tidak akan menyerah dia akan mencari bukti kejahatan yang saat ini sudah ya curigai yang tak lain adalah Robert Hans, ayah tiri dari tuam mudanya Brillo Jokson.


"Kau sudah menemukan pelakunya? tapi kenapa kau tidak langsung menyerang, kenapa kau biarkan dia berkeliaran!"


"Karena aku yakin tuan muda masih tidak percaya dengan kenyataan walaupun dia bersikap dingin dan seolah siap untuk mengeksekusi lawan tapi aku yakin jika saat ini dia sedang mempersiapkan dirnya"


"Hei siapa maksudmu! jangan berteka teki padaku!"


"Kau akan tau nanti!"


"Ck menyebalkan sekali, hei kau Hiebert! katakan siapa yang di maksud sama bajingan ini"


"Tidak tau!"


Mereka semua kembali melajukan mobilnya tapi kini tempat sudah berganti, Mattew yang selalu menghindari Gilmax terpaksa harus satu mobil karena Hiebert ingin bersama kekasihnya untuk mengobati luka Elsa.


Mattew sendiri sudah sangat gerah padahal AC dalam ruangan itu sudah sangat cukup untuk mereka berdua dan memang sudah seperti itu ukuran anggka yang biasa mereka gunakan.


"Tidak ada tuan, saya hanya tidak punya bahan pembicaraan"


"Kau membuat kesalahan!"


Mattew mendongak melihat ke arah Gilmax "apa maksudmu tuan? saya tidak melakukan kesalahan"


"Jika tidak! lalu kenapa kau selalu bersikap seperti itu jika bersamaku, atau kau melakukam kesalahm padaku!"


Perkataan Gilmax sukses membuat nyali Mateew teruji, dia tidak suka jika di tuduh seperti itu "saya tidak melakukan kesalahan apa pun padamu dan soal saya diam itu uruan saya dan jika mau bicara maka bicara seputar pekerjaan saja!" ucap Mattew dengan dingin.


Citttttt


Gilmax menghentikan laju mobilnya, menginjak pedal remnya secara mendadak membuat Mattew terhuyung ke depan, untung saja Mattew memiliki kesigapan mengatur keseimbangan tubuhnya, jika tidak mingkin jidatnya akan menjadi sasaran.


"Hei kau mau ma-"


Mattew langsung menutup rapat mulutnya saat melihat raut wajah datar Gilmax, berusaha menelan ludahnya kepayahan dan dia sadar jika kini nyawanya dalam bahaya karena susah berani lancang pada manusia mengerikan yang satu ini.


"Ke kenapa kita berhenti tuan, apa ada sesuati yang di tabrak?" tanya Mattew celingukan sok sibuk melihat ke dapan untuk menghindari tatapa mematikan itu.


"Hahahaha" tawa Gilmax pecah melihat ekspresi Mattew seperti orang bodoh, sedangkan Mattew belum menyadari jika dia di permainkan oleh Gilmax.


"Ada yang lucu tuan?"

__ADS_1


"Ada, dan itu adalah wajahmu seperti orang bodoh hahaha...!"


"Jangan menghinaku tuan dan jangan tertawa karena kau lebih pantas dengan muka datarmu!"


"Hei kau berani padaku!" sentak Gilmax.


"Awalhnya takut tapi kini tidak lagi!" jawab Mattew dengan singkat tidak mempedulikan dengan Gilmax yang kini benar benar kesal.


"Kau masih bisa menyertir tuan? jika tidak aku bisa bisa membantumu"


"Tdak perlu! aku bisa sendiri!"


"Baiklah silahkan, karena waktu kita tidak banyak dan aju yakin macan jantan itu sudah mengamuk karena pakaiannya belum sampai" ucap Mattew dan seketika tawa keduanya pecah saat mengingat kostum yang di kenakan Brillo tadi pagi.


Sampai di kantor setelah tadi berpidah dan tugas di kantor masing masing, Kini Gilmax dan Hiebert sedang menghadap sang yang mulia raja, tatap Brillo tajam dengan tangan yang di silangkan di depan dada, "bisa jelaskan kenapa baru tiba!" pinta Brillo dengan tatapan tegasnya.


"Maaf tuan, ada insiden sedikit memaksa kami harus bermain" jawab Gilmax.


"Wow pagi pagi sekali sudah ada yang mengajak bermain!" seru Brillo.


"Benar tuan dan sialnya harusnya bukan kami yang bermain tapi anda"


"Apa maksudmu?"


"Mereke mengincar pemilik mobil dan keberuntungan berada dipihakmu tuanmu, karena nona muda menyelamatkanmu dengan costum dan motor itu!"


"Ck, jangan berbasa bas! katakan saja ada apa?"


"Keitaro mengibarkan bendera perang!"


Brillo tentu saja sedikit terkejut mendengarny, Brillo jadi berpikir apa mungkin dia sudah mengetahui perihal Keiji, "jangan bilang jika dia sudah mendapat informasi tentang Keiji!"


"Tepat tuan, dan satu lagi"


"Katakan! jangan suka menggantung cerita Gilmax!"


"Dia menuduh tuan atas penyerangan yang terjadi padanya kemarin sore" ucap Gilmax.


Lagi lagi Brillo tercengang mendengarnya, bahkan dirinya saja hampur tiada di tangan seorang penembak jitu, lalu bagaimana bisa Keitari menudih dirinya menyerang, walau bagaimana pun Keiji dulu pernah hampir melenyapkannya tapi bukan berarti dia akan melenyapkan orang lain juga bahkan kemarin dia pun menerima ancaman dan pelakuanya adalah Keitaro.


"Bukan kah kau tau jika saya juga di serang!"


"Benar tuan, dan saya sudah menjelaskan hal ini pada orang kepercayaan Keitaro tapi dia tidak mau mengerti bahkan dia mengatakan jika orang itu tidak mungkin berbohong dalam memberi informasi"


"Jadi ada raja di balik permainan ini?" gumam Brillo dengan nada dinginnya.


"Anda benar tuan muda, sepertinya seseorang sedang menciptakan kesalah pahaman antara kita dan Keitaro, dia ingin agar kita saling bermusuhan" jawab Hiebert.


"Memang sudah bermusuhan bodoh!" sentak Brillo.


"Tapi kita hanya mencari kebenaran dan pembelaan tuan, dan lagi nona muda yang membuat semuanya begini!" ucap Hiebert yang di akhir kalimatnya hanya berupq bisikan.


Tapi bukan Brillo namanya jika dia tidak mendengar, rasanya semua yang berhubungan dengan istrinya akan sangat peka terhadapa dirinya, "jadi kau menyalahkan istriku karena mencari pelaku yang membuat kami berpisah?" tanya Brillo dengan suara beratnya.


Hiebert terkejut ternyata gumamanya di dengar oleh yang mulia raja, padahal menurutnya suaranya sangat kecil dan tidak mungkin di dengarkan termasuk Gilmqx sekalipun.


"Benar benar peka terhadap istrinya, sampai pendengaranya menajam jika menyangkut nona Alana" batin Hiebert..


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2