
Brillo dan yang lainnya kembali berjalan menuju tepi pantai tempat mereka menepikan kapal, dan sepanjang perjalanan meskipun hutan pasangan itu tidak melepaskan tautan tangannya rasanya rasa rindu itu masih begitu menggebu dan belum puas atas pertemuan ini dan mungkin saja setengah dari sini mereka akan berlibur untuk bekerja dan mengurung diri di dalam kamar saja.
Sedangkan Hiebert yang melihat itu semakin geram dan kesal, sepanjang perjalanan dia menggerutu tidak jelas dan sebenarnya Kerenza dan Brillo mengetahui hal itu tetapi mereka Masa bodoh biarlah pria itu uring-uringan sendiri.
"Dasar mereka! benar benar tidak tahu tempat dan membuatku terus mengingat wanita itu saja!"
Hiebert terus saja komat kamit seperti membaca mantra, seperti ada hiburan tersendiri bagi pasangan itu terus tersenyu mendengar keluh kesah Hiebert, tapi tak lama setelah iti Brillo berekata, "Biarlah kita sampai twrlebih dahulu maka aku melamarnya untukmu!" seru Brillo yang berada di depan Hiebert
"Benarkah tuan muda, kau tidak berbohong padaku?" tanya Hiebert yang kini tersenyum cerah.
"Iya benar tapi setelah musuh kita tangkap hahaha...." ucap Brillo yang langsung tertawa renyah setelah mengatakan itu.
"Ck, kau sangat menyebalkan tuan muda tapi aku akan menunggu hari itu dan pasti itu tidak akan lama lagi iya kan nona!"
"Tidak akan lama jika kalian bekerja keras" jawab Kerenza.
"Tentu saja non muda, karena kita sudah hampir mendapatkan petunjuk yang cerah!" ucapnya lagi
"Benarkah love yang aku dengar" tanya Brillo.
"Kau akan mengetahui semuanya nanti"
"Oh baiklah love, tapi ingat sampai di sana maka aku akan lebih dulu mengajakmu berolahraga dan setelah cukup dengan itu baru kita akan membahas masalah itu" ucap Brillo dengan tatapn genitnya.
"Ck, kau mesum sekali bahkan di saat seperti ini pun!" kerus Kerenza dan Brillo hanya terkekeh mendegarnya.
***
D sisi lain seorang wanita muda dan pria paruh baya saling menatap tajam satu sama lain, saling mempertahankan apa yang menjadi Keinginan mereka hingga kini tidak ada penyelesaian bahkan yang terjadi adalah saling mengancam untuk menyingkirkan satu sama lain.
"Jadi kau belum mengubah permintaanmu nona Catline?" tanya pria itu dengan penuh penekanan.
Senyum sinis seolah mengejek terbit di sudut bibir gadis itu, menertawakan apa yang menjadi pertanyaan yang ditujukan padanya, apakah pria yang ada di hadapannya ini tidak mengerti jika dari dulu hingga kini permintaannya hanya ingin keluarganya dibebaskan tetapi berulang kali di lontarkan pertanyaan padanya.
"Ku rasa kau sudah paham tuan Alex jika aku tidak membutuhka apapun apalagi uang yang aau tawarkan karena uang yang ku miliki dari pemebrian Kerenza sudah sangat cukup bahkan kini berlebih karena kebutuhan keluargaku di tanggung olehmu!" sinis Catline.
"Kau minta lah yang lain maka aku aku berikan, dan kau tenang saja keluargamu aman padaku" ucap Alex kembali menawar.
Catline berdecak sebal, mendengar perkataan pria tua ini yang berulang kali menjamin keselamatan keluarganya bukankah dia susah katakan jika dia tidak menginginkan perkataan itu.
Sepertinya Catline harus memutar otaknya agar bisa memancing Alex supaya mau mengatakan keberadaan keluraganya agar Kaisar bisa menjemput mereka sekarang juga sab setelah itu dia akan melakan operasi untuk melepaskan alat penyadap yang tertanam dalam tubuhnya, kareka kaisar sudah menemukan dokter alih bedah yang sangat profesional dan berpengalaman menangani kasus seperti Catline.
"Dengarkan aku tuan Alex dan ini hanya aku tawarkan sekali saja dan tidak ada ke dua atau seterusnya! aku berjanji di hadapanmu, aku akan melenyapkan Kerenza dengan tanganku sendiri walau saat itu nanti aku harus kehilangan nyawa ku juga tidak masalah, asalkan kau memenuhi syaratku" ucap Catline.
Wanita itu terpaksa memberikan penawaran yang seperti itu, menggunakan nama Kerenza aga bisa mendapatkan dan melancarkan rencana mereka dan agar mereka lekas menangkap pria yang ada di hadapannya ini.
__ADS_1
"Aku juga akan menjadikan Maydeline sebagai budakmu yang akan meneruskan pekerjaanku melenyapkan semua yang berhubungan dengan Kerenza" lanjut Catline meyakinkan.
Alex menatap lekat wajah gadis muda yang ada di depannya menelisik dengan tatapan tajam dan menilai apakah Catline berbohong atau tidak, tapi sepertinya acting gadis muda itu benar-benar bagus sehingga akhirnya pria paruh baya yang terkenal licik itu percaya dan mau menerima syarat yang diajukan oleh.
"Baiklah aku meneriam syaratmu tapi ingat mau harus menepati perkataanmu atau alat penyadap itu akan meledak dengan tiba tiba di dalam sana!" ucap Alex penuh peringatan.
"Kau tenang saja tuan Alex, aku bukan wanita pecundanh!" jawab Catline dengan angkuh.
" Mereka di pulau Hog kabupaten Marin, California bagian utara" ucap Alex mengatakan keberadaan keluaraga Catline.
Catline mengepalkan kedua tangannya mendengar penjelasan Alex tentang keberadaan keluarganya, benar benar jauh dari kota dan haru menaiki kapal untuk ampai disana, dan dia yakin jika pengawal disana pun sangatlah ketat mengingat tempatnya yang jaih dari keramaian.
"Jangan pikir aku bodoh nona, saya tidak akan menyandra seseorang di tempat terbuka karena aku yakin kau bisa dengan mudah menemukan mereka" ucap Alex dengan nada mengejek.
"Jangan sampai merja terlukan sedikit saja Alex atau aku akan menghabisimu!" ancam Catline.
Di perusahaan yang di jadikan markas untuk sementara bagi mereka bertiga yaitu Els, Maydeline dan Kaisar, sama sama mengepalkan kedua tangan menahan amarah, mereka benar benar tidak habis pikir jika orang yang mereka hadapi bukanlah orang sembarangan mereka orang hebat yang memiliki jaringan bagus dan kuat.
"Kaisar ini adalah tugasmu, dan beberala anggotaku akan ikut bersamamu!" ucap Elsa.
"Kau tidak usah khawatir, aku akan menyelamatkan keluarga kekasihku, dan kalian teta pantau jika ada hal yang mencurigakan dan kau May usakan gar bisa bertemu dengan bos nya dan cari semua bukti untuk kita serahkan pada Kerenza, tebakanku sudah benar jika Robert Hans adalah dalangnya!" ucap Kaisar dengan penuh amarah.
"Kau tenang saja, aku sudah mendapatkan cara untuk itu tapi nanti jikan nona muda kembali maka sampaikan jika aku tidak akan kembali untuk beberapa lama"
"Kau tenang saja, aku yakin jika sebenarnya bukan untuk nona Alana kan pesan ini tapi untuk si dia yang tidak tau apa kah masih hidup atau sudah tiada!" ejek Elsa.
"Hei ada yang terlewat olehku" sela Kaisar.
"Dia dan Mattew menjalin hubungan!" jawab Elsa.
"Ck, dan kau dengan si Es itu!" sentak Maydeline.
"Hei hei, kalian menjalin hubungan tanpa memberi tahuku!" rajuk Kaisar.
"Kita tidak sedekat itu!" cibir Maydeline.
"Bagaimana dia menagatakan padamu, sedangkan padaku saja yang partner nya tidak di beri tahu jika aku tidak menangkap basah mereka sedang berciuman" ceplos Elsa
"Apa! bagaimana ceritanya? katakan padaku!" heboh Kaisar.
"Begini..."
Flashback...
Masalah yang terjadi pada perusahaan Brillo memaksa dirinya membawa serta Gilmax dan Mattew untuk melacak siapa pelaku yang sudah berani bermain main padanya.
__ADS_1
Dan sebelum pergi Mattew dan Maydeline bertemu di samping kediaman Kerenza.
"Honey, aku pergi dan kau jaga diri dan hatimu disini" ucap Mattew sambil mengusap wajah Maydeline.
"Ya, dan kau cepatlah kembali agar kita bisa menangkap musuh lalu menikah" jawab Maydeline dan melingkarkan tangannya di leher Mattew.
Mereka berciuman penuh dengan gairah, baik Maydeline dan Mattew sama sama menikmati bibir masing masing, bahkan Mattew masih menyempatkan menyesap seauatu yang indah yang di miliki Maydelien membuat bibir wanita itu mendesah kenikamatan.
"Pergilah dan cepat kembali" ucap Maydeline setelah kegiatan mereka usai.
"Tentu, aku akan kembali untumu Honey" jawab Mattew dan kemudian berlalu"
Flashback Off...
"Ck, kalian benar benar sudah gila!" umpat Kaisar.
"Apa maksudmu"
"Kalian masih terlalu muda untuk menikah, jangan mendahuluiku!" kesal Kaisar.
"Maka segeralah menikah!" ejek Elsa.
"Aku akan menikah jika semuanya sudah selesai" lirih Kaisar.
"Kau benar, aku dan Mattew juga berkata begitu, kami akan menikah jika semua sudah finish" timpal Maydeline.
"Dan kau? jangan bilang tidak punya pasangan!" ejek Kaisar.
Elsa menendang tulang kering Kaisar karena di ejek seperti itu, "aku juga akan menikah tapi semuanya lembali jika masalah nona dan tuan muda selesai" ketus Elsa.
"Siapa calonmu? jangan bilang kau yang akan melamarnya!" tebak Kaisar yang lagi lagi mendapat tendangan dari Elsa.
"Akh kau benar benar bar bar sekali" teriak Kaisar.
"Bukan bar bar, tapi dingin dan jika dia bersama Hiebert maka anak mereka akan lebih dingin lagi"
"Apa..! jadi kau bersama Hiebert?" tanya Kaisar tidak percaya.
.
TBC
Haiiiii readers....πππ
hari ini senin kan.?π€
__ADS_1
Bisanya vote mingguan ada,π€ yuk setor ke author biar di tampung dan di simpan di karya ownerπβ