BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 28


__ADS_3

" Kau sudah menghubungi mereka Catline?"


Kerenza mempertanyakan akan keberadaan Kaisar dan Hiebert di pertengahan langkah mereka yang keluar dari perusahaan dengan tergesa-gesa.


"Sudah. saya sudah menghubungi mereka." jawab Catline.


Mobil yang mereka kendarai berjalan dengan kecepatan penuh, dan itu semua atas permintaan Kerenza. sungguh tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan lagi jangan sampai buronan mereka lari.


"Mattew tetap periksa lokasi keberadaannya Jangan sampai kita lengah dan kehilangan buronan." titah Kerenza.


" Masih di tempat awal, nona mungkin dia berpikir jika itu sudah merupakan tempag yang aman."


" Catline diaman posisi Hiebert dan Kaisar saat ini?"


" Mereka sudah menunggu di di ***** pertemuan kuta Kerenza satu menit yang lalu."


" Percepat lajunya!" titah Kerenza yang tidak ingin afa bantahan lagi


Sepanjang perjalanan, Kerenza mempersiapkan semua senjatanya, memeriksa peluru yang ia miliki dan juga menggantikan pakaian kantornya hanya dengan pakaian yang biasa ia laukan dengan tanktop miliknya dan setelah itu disusul dengan jaket kulit hitamnya. Untungnya dia memang sudah menggunkana celana walau celana kantoran tapi sepertinya tidak terlalu sulit untuk ia bergerak.


" Kenapa kau bersikap seolah kita akan menangkap buronan yang berbahaya Keren?"


Catline bertanya karena melihat Kerenza yang bersiap siap seperti itu padahal buronan mereka hanya Seorang manager Keuangan perusahaan mereka.


" Aku tidak tau, entah kenapa aku merasa bukan hanya dia yang ada disana, tapi akan ada orang lain juga disana."


" Apa maksudmu Keren?"


" Entahlah.Tapi aku merasa kita tidak akan mendapatkan buruan kita sesuai keinginan kita."


" Mungkin itu hanya perasaan kamu saja Kerenza."


" Semoga saja."


Mobil kini berhenti di persimpangan tepatnya di jembatan pengubung pusat kota ke daerah arah selatan, disana sudah Kaisar dan anggotanya tapi Hiebert tidak terlihat disana.


" Kalian sudah datang."


Kaisar dan anggota lainya langsung menyambut Kedatangan Kerenza dengan merapat mendekat kearah Kerenza.


" Diaman Hiebert?"


Kerenza mengedarkan pendangannya satu persatu menatap anggotanya untuk mencari keberadaan Hiebert disana tapi tidak ia temukan.


" Dia tidak bisa bersama kita, karena ada hal yang harus di lakukan. Mungkin dia akan langsung menyusul saat urusannya sudah selesai."


" Urusan? urusan apa yang sangat mendesak sehingga dia tidak bisa ada saat ini? apa sebegitu penting urusannya."


Mendadak Kerenza merasa ada yang menjanggal di hatinya tentang Hiebert, tidak seperti biasanya tidak menghadiri pertemuan ini.


" Sudah kita langsung kesana, aku melihat titik koordinatnya berpindah."


Merka langsung bergegas saat mendengarkan perkataan Mattew, jangan sampai mereka kehilangan jejak lagi " Kah setir mobilku dan Mattew akan mengawasi perpindahan pria itu." kata Kerenza menunjuk salah satu anggotanya untu menyetir mobilnya.

__ADS_1


" Baik nona muda." ucap anggotanya yang langsung bergegas berlari menuju mobil Kerenza.


Sedangkan ditempat kejadian yang akan di tuju oleh Kerenza dan anggotanya Sedang terjadi baku hantam antara Aggota Brillo dengan beberapa orang yang tidak mereka kenal sudah mengahabisi nyawa orang menjadi target Kerenza.


Dor dor dor


" Gilmax cepat! habisi mereka tapi sisakan satu untuk di interogasi." kata Hiebert.


Ya ternyata Hiebert ada bersama Gilmax yang lebih dulu bergerak menuju lokasi ini, tapi sayang tetap saja mereka terlambat karena manager keuangan perusahaan Brayen Wate sudah tewas lima menit yang lalu.


Tapi tidak dengan pembunuhnya yang masih berada disana untuk dengan tujuan untul memindahkan jasat itu tapi keburu di ketahui oleh Gilmax dan Hiebert.


" Kau tenang saja Hiebert, sebaiknya kau persiapkan jawaban apa yang akan kau katakan pada nona muda jika dia bertanya padamu."


Gilmax terkekeh saat mengatakannya, karena dia yakin jika Kerenza bukan orang bodoh yang bisa di kelabui dengan mudah, maka dari itu alasan yang harus masuk logika Kerenza lah yang harus di persiapkan.


" Kau tenang saja Gilmax. Jika nona muda mendesakku maka akan aku umpankan tuan muda Brillo untuknya."


Mereka berdua tertawa renyah di tengah usaha mereka menembaki musuh dan upaya menangkan salah seorang disana untuk di bawa pulang ke markas


" Hei kalian! sudah berani menertawakan aku ya."


Brillo yang mendengar sedari tadi pembicaraan Anak buahnya hanya bisa menggeram kesal di kursi kebesarannya karena tidak dapat mencapai sasarannya untuk di balas, sedangkan Gilmax dan Hiebert bukannya berhenti malah semakin mengeraskan tawa mereka yang membuat Brillo semakin meradang gemas.


" Si*l." umpat Hiebert dan Gilemax bersamaa saat salah satu target yang hendak mereka incar untuk di seret ke maraks ternyata berhasil melarikan diri.


" Harusnya aku mengahabisinya saja tadi." geram Gilmax.


" Sudahlah, kita harus segera pergi. Sebentar lagi nona muda dan anggotanya akan sampai dan jangan sampai mereka melihat kita apalagi aku disini." ajak Hiebert.


" Sepertinya sudah ada yang lebih dulu dari kita Keren."


Kaisar berkata karena Kerenza sibuk menyapukan pandanganya di seluruh halaman itu, melihat beberapa mayat yang baru saja di tembaki terlihat dari darahnya yang masih sangat segar.


" Siapa mereka?" gumam Kerenza yang masih sibuk melihat lihat keadaan sekitar.


" Mattew ikut aku memeriksa kedalam." ajak Kaisar yang tidak bisa menunggu lagi.


Mattew dan Kisar serat beberapa anak buah masuk ke dalan villa dan berniat memeriksa semua isi ruangan villa itu tapi baru saja sampai di ruang tamu, mereka melihat seseorang tergeletak di lantai dengan tubuh yang sudah bersimbah darah.


" Si*l kita terlambat." umpat Kaisar


" Kita periksa semuanya." ajak Mattew


Mereka melangkah masuk ke dalam untuk memerikasa siapa tau mereka mendapat perunjuk perihal kejadian ini.


Sementata di luar Hieberr baru saja tiba di sana dengan nafas yang terengah rengah, pertanda jika dia sedang di buru waktu san keadaan.


" Dari mana saja kau."


Kerenza bertanya dengan nada dinginnya dan tatapannya tajam mengarah pada Hiebert yang masih berusaha mengatur nafasnya.


" Aku sedang ada urusan mendadak Keren." jawab Hiebert tenang.

__ADS_1


" Urusan medadak.? urusan medadak apa yang membuatmu sampai mengabaikan perintahku Hiebert."


" Maaf Kerenza. yang pastinya ini urusan yang masih bertujuan untuk kepentingan perusahaan dan misi kita."


Kerenza diam, menelisik wajah Hiebert dan penampilannya yang seperti habis bertarung saja hingga tak sengaja matanya menemukan noda darah di jas hitam Hiebert, meski tidak terlihat tapi rupanya mata Kerenza sangat jeli mengamatinya.


" Kau yakin sibuk untuk kepentingan ku dan perusahaan Hiebert."


Kerenza bertanya dengan suara yang semakin berat dan berjalan mendekat ke arah Hiebert dan tatapan matanya tertuju pada noda itu.


Hiebert yang sadar akan arah pandangan Kerenza padanya kemana, segera memutar akalnya untuk mencari alasan yang tepat atas noda darah itu.


" Noda apa ini Hiebert?" tanya Kerenza dengan tatapan tajamnya.


" Itu noda darah Keren." jawab Hiebert tenang


" Darah." ulang Kerenza.


"Iya ini adalah noda darah, seseorang yang tidak aku sengaja tabrak saat menuju kemari."


" Tapi kau bilang sibuk dengan urusan untuk kepentinganku."


" Kau benar Keren, maka dari itu aku mengebut kemari untuk membantu, tapi sialnya di tengah jalan aku malah menabrak seseorang sehingga aku harus tertahan disana dan sekarang pun aku meninggalkannya begitu saja di rumah sakit dan akan menemuinya nanti saja setelah urusan ini selesai.


" Sebegitu parah kah dia sampai darahnya harus menempel di jas mahalmu ini."


" Benar, keadaanya parah dan mungkin butuh waktu untuk merawat dia."


" Kerenza kami tidak menemukan apapun disana, yang ada hanya mayat menager keuanganmu yang sudah tewas tertembak di ruang tamu."


" Si*l.! sepertinya ada yang sudah tau akan kedatangan kita ke mari." ucap Kerenza yang pandanganya tertuju pada Hiebert.


" Tentu tentu saja sudab ada yang tau kedatangan kita dan aku, aku akan mencatibtau siapa yang sudah menjadi jalan bagi musih kita."


Hiebert menjawab dengan tenang dan lantang perkiraan Kerenza dan tatapan itu, tapi tatapannya tertuju pada salah seorang yang ada disana.


" Oh ya." Kerenza mengangkat alisnya mendengar jawaban Hiebert yang begitu tegas dan lantang seolah menunjukan bahwa bukan dirinya lah yang harus di curigai.


" Iya benar, dan aku pastikan akan segera mengungkapnya."


Jawaban Hiebert tentu saja menbuat Seseorang disana merasa takut akan ketahuan, karena dia tidak tau apa yang akan terjadi jka dirinya di ketahui oleh Kerenza, jika disuruh memilih dia ingin tetap setia pada Kerenza tapu keadaan memaksa dia untuk berhianat.


" Aku tunggu pembuktianmu Hiebert."


Usai berkata itu, Kerenza langsung bergegas pergi meninggalkan Mereka menuju mobil yang kemudiam disusul oleh mereka semua.


" Maaf tuan saya sudah berhasil menghabisinya tapi anggota kita banyak yang tertembak, dan aku saja sudah terkena tembakan Gilemax sialan itu asisten Brillo Jokson."


" Aku tidak masalah asal kalian tidak meninggalkan jejak disana."


" Anda tenang saja tuan, saya jamin ini tidak akan meninggalan jejak yang mengundang kecurigaan mereka.


" Bagus. Obatilah lukamu dan persiapkan pertemuan besok dan jika memang tidak berhasil maka kita gunakan cara lain untuk menghabisi Alana."

__ADS_1


TBC


LIKE KOMENT, RATE DAN KASIH HADIAH SEHABIS BACA EPISODENYA YA READERS TERCINTA AUTHOR😘😘😘


__ADS_2