BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 93


__ADS_3

"Thank, sampai jumpa di lain waktu, dan pasti cerita kita akan berbeda" ucap Gilmwx setelah pergulatan panas mereka usai.


"Baiklah dan aku akan menunggu moment itu"


Glmax berlalu pergi dan kali ini sasarannya adalah Rebeca, dia akan mengatur pertemuan dengan jalang itu agar bisa mengankses jalan untuk mencari tau semua informasin dan gerak gerik Robert.


Karena kali ini tidak ada sasaran kecurigaan lain yang dia arahkan selain pada Robert dan terlebih pada Alex yang akhir alkir ini menunjukan banyak bukti keterlibatanya, tapi walau begitu Gilmax tidak ingin menyerang secara langsung karena dia tau jika ada yang menjadi raja permainan ini dan Alex adalah salah satu pion sekaligus pertahanan raja.


"Sudah kau lakukan?"


"Sudah, tinggal menunggu hasil" jawab Gilmax kemudian pamit untuk membersihkan dirinya di kamar Anna.


"Anna yang sudah berada di kamar langsung menoleh ke arah pintu saat, "honey kau sudah pulang?"


"Yes baby dan aku menginginkanmu" jawab Gilmax dan langsung meraup bibir Anna dan ********** dengan sangat ganas.


"Stop Gilmax, mandilah dulu!" uca Anna melepaskan dirinya dari pelukan Gilmax.


"Oh come on baby, i neet you! very neet you to night" ucap Gilmax dengan nada frustasinya.


"Big no!"


"Baiklah tapi kau harus melayaniku setelah aku selesai mandi"


Gilmax tidak menunggu jawaban kekasihnya, dia labgsung melesat pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, agar bisa mereguk manisnya tubuh Anna.


Sementara Jenn baru saja mendapatkan panggilan dari Alex dan gadis itu tau jika dia akan melayani si tua bangka itu lagi walau sangat muak tapi tidak masalah, Jenn akan melakukannya untuk sementara sampai Gilmax memberi kejelasan dan dia bisa bersama denhan pria tampan itu tanpa tau jika dia hanyalah jembatan mencari informasi.


"Selamat malam tuanku sayang" sapa Jenn dengan nada sensualnya.


"Come baby"


Jenn berjalan lenggak lenggok menuju Alex, dia sudah tidak merasa asing dengan rumah itu, karena dia susah sering sekali datang ke tempat ini untuk memuaskan nafsu Alex jika sewajtu waktu pria itu menginginkannya, dan bagi Jenn sendiro sebelum tidur dengan Gilmax itu bukanlah masalah karena yang terpenting biaya kelakuannya bisa terpenuhi setiap bulannya.


"Kau ingin pelayanan yang seperti apa tuan?"


"No, bukan aku tapi tuan Robert ingin merasakan pelayananmu dan aku bisa merasakan pelayanan dari pemabantu sexy yang ada dirimah ini, kau tau hanya dia yang belum pernah aku sentuh" bisik Alex dan menjilat daun telinga Jenn.


Jenn mengepalkan tangannya di bawah pahanya, wajahnya merah padama mendapati jika kini dia akan di giring dengan pria yang jauh lebih tua dari Alex, sungguh ingin seklai Jenn menghabisi bandot tua itu tapi Jenn tidak memiliki keberanian sebesar itu karena dia masih sayang akan nyawannya.


Alex menggenggam tangan Jenn yang terkepal itu, dia tau jika wanita itu tidak suka kalau harus melayani Robert, tapi Alex tidak punya pilihan lain selain memberikan apa yang di inginkan tuannya agar bisa menyenangkan Robert.


"Jangan marah Girl, kau tau bukan aku sebenarnya tidak suka tapi mau bagaimana lagi ini permintaan tuan besar" bisik Alex dengan yang kini meremas bokong Jenn, menikmatinya lebih duli sebelum di nikmati Robert.

__ADS_1


"Tapi kau tau kan sayang jika aku hanya ingin melayanimu dan bukan orang lain" tolah Jenn.


'Sttt sekali ini saja, dan bukan hanya kamu saja yang akan datang, masih ada satu gadis lagi dan kalian akan duet maut dengan Bos besar dan Keitaro" kekeh Alex.


Dia tidak peduli dengan penolakan Jenn karena saat ini yang ada di pikirannya adalah Rebeca, menjaja tubub Rebeka yang kata tuannya sangta hot di atas ranjang, dan dia tidak mau menyia nyiakan kesempatan untuk menukar Jenn dengan Rebeca.


"Selamat malam tuan Alex.


"Oh kau sudah datang, tuan Robert sudah menunggumu" sambut Alex dan mencuri ciuman yanga awalnya singkat tapi langsung di sambut baik oleh wanita itu yang lagi lagi membuat Jenn sangat muak.


"Ciumanmu lebih ganas dari tuan Robert" ucapanya dengan nada genit.


"Masih ada yang mauh lebih menggairahkan dari pada itu, jika kau mau tau maka temui aku besok siang" ucap Alex dan langsung meremas bokong wanita itu kemudian membawanya beserta Jenn diruangan Robert.


Mereka tiba di sana dan sudah ada Rebeca yang berpakaian seperti seorang ja*ang, "mereka sudah tiba tuan"


"Ohhh pemain hot sudah datang, ayo layani kami"


"Pergilah Baby, agar kau tidak berada dalam kesulitan !" bisik Alex di telinga Jenn namun penuh dengan nada penekanan.


Mau tidak mau Jenn melangkah sedangkan Rebeca undur diri setelah mendapat kode dari Robert, bagianya itu bukanlah masalah selama keuangannya di penuhi, dan Alex yang melihat Rebeca keluar juga langsung undur diri dan menarik Rebeca masuk ke dalam salah satu kamar, dan disama dia langsung menyerang Rebeca tanpa ampun.


"Wow aku pikir tidak akan bersenang senang malam ino ternyata masih ada seraf tuan Robert"


Malam itu kembali lagi Ketiga pria paru baya itu melakukan pemuasan diri mereka masibg masing bahkan menjadikan wanita sebagai barang untuk di tukar dan saling mencoba namun tidak bisa melawan para wanita karena mereka tidak punya kekuatan selain pasrah menerima takdir hidupnya.


Gilmax yang terus mendengar kan suara desanan dari alat penyadap yang di tempelkan pada Jenn membuat dirinya tidak tahan, dia menjadi teringat dengan setiap lekuk tubuh wanita itu membuat fantasi liarnya bergerak kemana mana dan sialnya dia sangat butuh pelepasan.


Tanpa berpikir Gilmax langsung melesat kembali ke kamar Anna setelah sebelumnya memilih keluar untu mendengarkan apa saja yang di lakukan wanita itu sekarang, dia ingin tau apakah ada yang mecurigakan tapi sepertinya langkah yang dia ambil tidak tepat karena yang dengar justru menyiksa dirinya kini.


Glmax menyerang Anna yang tertidur, tidak peduli ada respin atau tidak asalkan nafsunya bisa di salaurkan maka tidak masalah, tapi rupa rupanya keberuntungan ada bersama Gilmax karena Anna terbangun dan lagi yang membuat Glmax bersorak dalam hati karena kekasihnya pun menginginkan pergulatan panas.


Desahan kenikmatana terus terdengar, rasanya tidak cukup jika hanya satu gerakan saja, Gilmax merasa tidak puas sehingga dia mengubah posis dan kembalai menikmati hentakan kuatnya yang terus terpompa tidak beraturan.


Tidaj jauh Berbeda dengak pasangan suamin stri itu, walau sedang mengandung tidak menylutkan semangat mereka yang membaeea mencari kenikmatan, begitu juga dengan ELsa dan Hiebert, Mattew dan Maydeline dan tidak ketinggalan Kisar dan Catline mereguk manisnya kenikmatan dunia malam ini yang entah kenapa bisa bersamaan.


Pagi harinya, seperti rencana Robert pada Keitaro untuk menyerang langsung pihak Brillo maka hari ini semua sudah di persiapkan oleh Kietaro.


Senjata senjata terbaru yang bisa menembus sejauh sepuluh kilometer tembakan, ada juga senjata yang sekali tembakan akan menimbulkan ledakan, ada pula granat yang akan di gukanakan nanti dan itu semua adalah hasil petunjuk dari Robert yang sudah memperhitungkan segala kemungkinan yang terjadi dan senjata apa saja yang akan di gunakan mereka dalam penyerangan.


"Bukankah kai bilang kau bukan mafia? tapi bagaiman bisa kau tau semua jenis jenis persenjataan dan dalam situasi seperti apa menggunakan senjatan atau pun bom?"


Keitaro mendelil mantapa dengan tatapan curgia ke arah Robert tapi sepertinya pria tua itu tidak merasa takut sama sekali, tidak merasa ada yang di sembunyikam seolah dia tidak akan pernah berbohong dengan ekspreis muka yang sulit di artikan

__ADS_1


"Aku memang bukan mafia dan aku hanya pembisnis tapi bukan berarti aku tidak mengemal senjata, aku juga memiliki senjara bahkan semua ank buahku pun memilikinya serata bagaimana daya kuatnya pun aku tau" jawab Robert.


"Baikah terserah kau saja"


"Bersiaplah untuk menyerang" ucap Robert dan langsung pergi meninggalkan markas.


Keitaro menunggu informasi yang menjadi mata mata yang berada tidak jauh dari kediaman Kerenza untuk melaporkan jika Brillo sudah keluar dari kediamannya atau tidak.


Sementara di kediaman Kerenza drama kehamilan yang membuat Billo pusing terjadi dan itu membuat Brillo pusing dan frustasi.


"Baby jangan membuat ayahmu dalam masalah dengan keinginan your mom"


"Kau jangaj menghasut anakku Brillo dan juaa kau tidak mau maka jangan bicara padaku!" ketus Kerenza.


"Oh come on love jangan menyusahkanku, aku harus bekerja untuk kalian nanti" ucap Brillo masih berusaja untuk merayu istrinya.


"Tapi aku tetap ingin kau mengenalan itu" keukeh Kerenza.


Akhirnya mau tidak mau, Brillo hanya bisa pasrah dengan tindakan dan keinginan istrinya "Baiklah love tapi berjanji ini terkahir kalinya"


"Baiklah amu berjanji dan sekarang ganti pakaiannmu" pinta Kerenza dang langsung menyerahkan baju superhiro Spiderman pada Brillo untuk di kenakan.


"Wow kau sangat tampan" decak Kerenza yang melihat Brillo menggunkan pamaian ketat sehingga memperlihatka tubuh berotk Brillo dan lagi dalaman yang berada di luar membuat Kerenza benar benar terkesan dengan hasil karya ide gilanya.


"Jangan menertawakanku Love, atau kau akan menerima akibatnya" ancam Brillo dengan wajah datarnya membuat Kerenza malah semakin terpikal menertawakan suaminya.


"Baiklah ayo kita turun" gandeng Brillo


"No Love, jangan mebuatku malu!" tolak Brillo dengan nada tegasnya.


"Baklah maka kau keluar dari rumahku sekarang juga dan dan jangan pernah berpikir untuk bertemu denganku dan babyku!" ancam Kerenza dengan tangan yang bersilang di depan dada.


"Oh come on Love, bagaiamana bisa kau mengusirku dan tidak mempertemukan aku lagi dengan babyku" desah Brillo dengan nada frustasinya.


"Maka lakukan!"


Akhirnya Brillo kembali mengalah mengiayan semua permintaan istrinya, dan di seoanjang kegiatana saraoan tak henti hentinya Catline, Kaisar Mattew, Cloe dan Tom serta Emma tertawa terpikal menyaksikan penampilan Brillo tanpa peduli dengan wajaj datarnya karena bagi mereka jarang jarang sekali ada pemandangan seperti ini, sedangkan Gilmax dan Hiebert beserta anggota yang di pimpin Brillo tidak berani mengeluarkan suara.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2