BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 61


__ADS_3

Kerenza sendiri masih menunggu laporan dari Hiebert tentang kelanjutan kabar suaminya dan juga hasil penggeledahan terhadap Veronika, dia terus berjalan mondar mandir di ruang tengah merasa gelisah karena tak kunjung mendapatkan informasi.


"Nona muda, bisa ikut kami sebentar" ucap Els yang kini sudah berada di hadapannya.


"Ada apa?"


"Ada yang ingin kami tunjukan padamu nona" jawab Elsa.


"Kemana?"


Pertanyaan Kerenza selalu saja singkat, karena saat ini pikirannya sedang kalut dan untungnya Elsa bisa memahami setiap pertanyaan Kerenza yang sangat singkat itu.


"Ke kamar Carolien" jawab Elsa.


Tanpa menunggu lagi, Kerenza langsung melangkahkan kakinya menuju kamar Caroline selama ini, dia ingin tau apa yang akaj di tunjukan anak buah Gilmax itu padanya, apakah sesuatu yang bisa menjadi petunjuk atau bagiaman itu.


"Silahkan nona"


Kerenza melangkah masuk dan mengedarkan pandangnya tapi dia tidak menemukan kejanggalan disana "apa yang jaggal disini Elsa"


"Coba nona perhatikan lagi, aku yakin nona sangat membedakan benda mati dan benda yang memiliki fungsi lain" jawab Elsa.


Kerenza kembali mengedarkan tatapan jelinya menyusuri setiap inci dari ruangan itu dan mencari apa yang dimaksud oleh Elsa, hingga akhirnya tatapanya jatuh pada kaca besar dengan lebar satu meter dan tinggi yang hampir menyamai tinggi badan manusia.


Kerenza merasa tidak mungkin jika itu hanya sekedar cermin untuk berkaca karena dalam kediamannya tidak ada cermin setingggi ini.


"Elsa bagaimana bisa ada cermin sebesar ini di kamarnya?"


"Saya belum mengerti, saya merasa jika itu bukan hanya sekedar pajangan nona muda, didalam pasti ada sesuatu tai cerminya polos tidak ada timbol atau apapun itu, bahkan cermin itu tidak bisa di pindahkan dari tempatnya" jelas Elsa.


Kerenza mendekatinya dan menyussuri sisi cermin dan memang benar adanya polos tanpa ada sesetu yang bisa di jadikan tombol atau semacamnya uruk menyingir cermin itu, Hingga akhirnya Kerenza yang masih tidak berhenti berusahan pun matanya menangkap tali yang menggantung, warananya menyatu dengan cermin sehingga tidak bisa mengenalinya.


Perlahan tangan Kerenza mengulurkan tanganya dan memarik tali yang dia lihat, dan terbukalah cermin itu dan rupanya itu adalah sebuah jalan menunu sebuah tempat yang ala itu Kernza belum mengetahuinya.


"Kunci pintu dari dalam jangan biarkan aatu pun masuk kemari dan melihat kita berada disini! aku ingin menyusuri pintu ini!" titah Kerenza.

__ADS_1


"Baik nona"


Setelah memastikan keadaaan aman, Kerenza mulai melangkah memasukinya, Kerenza sangat takjub dengan apa yang dia lihat, pikirannya selama ini dalam kediamannya baru kali ini dia melihat tenpat rahasia Caroline.


Dan lagi ruangannya sangat luas dan tertata rapi banyak buku buku tebal disana, senjata api , benda tajam juga ada disana dan juga satu komputer yang terletak di meja masih dalam posisi menyala.


Kerenza dengan segala rasa penasarannya dia mendekati dan melihat apa saja yang ada disana dan seketika rahang Kerenza mengeras saat mengetahui isi dalam komputer itu adalah rekaman CCTV rumahnya yang dia yakini pasti ulah Caroline kerena dia tidak pernah merasa meletakan CCTV di setiap tempat yang terlihat di komputer itu.


"Kurang ajar...! berani sekali Carolie berhianat pada Brayen Wate!"


Tangannya terkepal kuat menahan amarah sembari matanya tetap fokus melihat lagi pada saja, dan kini dia berinisiatif untuk membuka rekaman mulai dari awal dia masuk, karena Kerenza berpikir mungkin ada petunjuk disana.


Dan benar saja, Kerenza melihat Caroline berbincang dengan salah seorang anak buahnya, dan gerak gerik mereka sangat mencurigakan, tapi dalam rekaman yang di pasangkan Kerenza gambar ini tidak pernah dia temui, karena ternyata selalu di retas sebelum Kerenza memeriksanya.


Kerenza kembali melayangkan tatapan penuh amarah mengetahui siapa yang selama ini mengacaukan semua rencana dan juga menimbulkan kecelakan dalam rumahnya, Kerenza benar benar kecewa sangat kecewa karena orang yang sudah dia percayai bahkan orang yang dulu dia percayai sebagai penolong saat pertama kali menginjakkan kakinya di Paris Prancis, kini dengan teganya menjadi penghianat bahkan berniat untuk melenyapkan dirinya.


"Aku tidak akan mengampunimu! aku akan melenyapkanmu dan tidak akan pernah mau mendengar apapun yang menjadi alasan dirmu melakukan hal itu!" ucap Kerenza dan kemudian berbalil untuk keluar dari sana.


Kerenza yang sudah tidan tahan ingin menangkap penghianat langsung melesat pergi meninggallkan tempat itu tapi seruan Elsa menghentikan langkahnya.


Dengan cepat Kerenza berbalik dan berlari menuju tempat Elsa berada, dan melihat wanita muda yang di pasung layaknya pasung orang tidak waras, rambut yang sudah acakan, mulut di sumbat dengan solatip dan tubuhnya yang sangat kurus.


"Siapa dia Elsa?"


"Saya tidak tau nona, apa mungkin nona mengenalinya" jawab Elsa.


Jawaban Elsa sungguh membuat Kereza zengah, karena pertanyaanya dijawab sengan pertanyaan pula oleh anggota suaminya ini.


"Coba, bangunkan dia! kalau dia tidak mah bangun maka siram saja wajahnya!" ucap Kerenza dengan wajah datarnya.


Elsa pun melakukannya dan benar saja setelah air di siramkan pada wanita itu terbangun dengan nafas yang tersengal.


"Anna!" seru Kerenza setelah melihat siapa yang ada di hadapannya ini.


"Hm hm hm" Anna berusaha untuk berbicara tapi tentu saja tidak bisa karena mulunya yang sudah di selotip

__ADS_1


"Elsa! singkirkan borgol si**an ini!" teriak Kerenza.


Elsa melakukan apa yang di perintahkan dan Kerenza sendiri berusaha melepaskan selotip yang menempel di bulut Anna.


"Nona Alana" lirih Anna.


"Anna apa yang terjadi padamu! kenapa kau bisa di sekap disini bukankah kata Caroline kau sudah kembali ke negaramu?"


Kerenza menodong Anna dengan banyak pertanyaan kareba merasa ada yang benar benar tidak beres dan dia yakin jika dalangnya adalah si tua bangka itu.


Sementara Anaa hanya menggeleng sebagai jawaban, dia tidak memiliki tenaga saat ini untuk menjawab semua pertanyaan majikannya.


"Minggir nona!"


Kerenza menyingkir dan Elsa membuka borgol dengan kunci yang dia temukan di gantungan yang ada tidak jauh dari sana, dan setelah itu borgolnga terlepas dan Anna bisa bebas dari pasungan itu.


"Ayo berdiri!" ucap Kerenza dan membantu Anna.


Kerenza dan Elsa memapah tubuh Anna agar bisa keluar dari sana, dan kemudian membaringkannya di kasur milik Carolina sebelumnya "terimakasih nona Alana" ucap Anna.


"Elsa minta Maydeline untuk membuatkan makanan!" titah Kerenza.


"Katakan bagaimana bisa kau seperti ini"


"Bibi Carolien nona yang membuatku berada di tempat itu" jawab Anna dengan lemah.


Lagi lagi Kerenza mengepalkan kedua tanganya mendengar jika benar kalau dalang di balik ini semua adalah Caroline tapi Kerenza tidak tau kenapa Anna juga ikut terseret.


"Tapi apa alasanya Anna, kenapa dia memasungmu seperti ini?"


"Karena aku mengetahui jika dia yang sudah melenyapkan nyonya besar dan aku mengatakan jika akan melaporkannya padamu nanti saat kau sudah kembali, sehingga dia mengahajarku dan menyandraku di tempat itu" jelas Anna.


"Aku akan melenyapkanmu Caroline!"


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2