
"Ck, siapa kau berani mengaturku!" decaknya.
"Nyonya tolong jangan cari masalah, jika tidak kau akan bermasalah dalam hidupmu" tegur pelayan yang melihat pelanggan mereka mau melawan istri dari pemilik butik.
"Diam kau!" bentaknya.
"Ck, masih berani saja mulutmu" decak Kernza dan tampa aba aba langsung memelitir pergelanngan wanita itu dan menjambak rambutnya dari belakang.
"Nyonya jangan seperti itu nanti dia kesakitan" seru pelayan yang mulai khawatir.
Sedangkan korban berteriak kesakitan karwna tangannya yang di pelintir dan di tekan kuat di punggungnya "Sudah ku katakan jangan bersikap kasar pada pelayanku tapi kau masih saja berani membentaknya.
"Sudah nyonya, aku tidak masalah dan hal seperti ino sudah biasa terjadi padaku, jadi ku mohon jangan membuat saya di pecat nyonya daya butuh pekerjaan ini"
Kerenza berdecak sebal, mendapati wajah memohon sari gadis canti itu, " jika kau di pecat maka kau bekerja saja padaku dan aku akan mengganjimu dua kali lipat darj bayaranmu disini, jadi jangan halangi aku" ucap Kerenza dan semakin menguatkan tangannya.
Lagi lagi wanita itu berteriak kesakitan menngundang perhatian orang orang yang berkunjung di sana, dan melihat hal itu manager langsung menengahi.
"Nyonya, aku mohon hentikan kasihan pelangganya dan nyonya nanti akan terluka" mohon sang manager.
"Love...!" panggil Brillo dengan lembut dan memeluk Kerenza dari belakang membuat tangan wanita itu spontan menurun.
"Dia sangat menyebalkan berani merebut gaun yang aku sukai dan malah membentak pelayanku saat dia di tegur" ketus Kerenza.
Brillo melepaskan pelukannya dan membalikan tubuh Kerenza agar saling berhadapan, tangannya merapikan uraian rambut wanitabya yang berantakan kemudian mencium pipi Kerenza dengan lembut.
Tapi tak lama sikap lembutnya itu berubah menajdo dingin dan datar, semua yang melihat tiba tiba gugup dari yang tadinya terpesona dengan sikapnya termasuk pelayan itu yang sudah sangar khawatir karena tidak bisa menjaga Nyonya Jokson dengan baik dan malah dirinya di bela oleh istri dari pemiliki butiknya.
"Siapa kau berani berurusan dengan istriku?" tanya Brillo dengan suara beratnya.
Pelanggan wanita itu sedikit ketakutan tapi larena rasa sombong yang ada pada dirinya membutakan dia untuk melihat siapa yang dia hadapinya saat ini, "Aku putri dari pemilik perusahaan tambanh minyak" jawabnya.
Brillo tersenyum sinis mendengar jika wanita itu adalah putri dari rekan bisinisnya, "Minta maaf pada istri dan pelayan ini sekarang!" ycap Brillo yang membuat pelayan itu terkejut bukan main.
"Aku tidak akan menjatuhkan harga diriku pada pelayan rendahan seperti ini!" jawabnya angkuh.
"Baiklah tidak masalah!" jawav Brillo dan langsung menghubungi Gilmax.
"Gilmax, tarik semua saham ku di perusahan tambang minyak itu dan jika dia bertanya apa alasanya, katakan padanya karena putrinya sudah berani menentang istriku!" ucap Brillo dengan penuh ketegasan.
Bukan main keterkejutannya, tubuhnya mendadak lemas mendengar jika orang dia tantang adalah pemegang saham terbesar di perusahaan ayahnya dan jika ayahnya tau dirinya penyebabnya maka habislah dia.
"Serer wanita ini keluar!" titah Brillo dan di anggukan oleh kemanan.
"Jangan..Tuan jangan lakukan itu, aku mohon jangan cabut sahammu tuan dari perusahaan daddyku!" teriak nya tapi tidak di indahkan oleh Brillo.
"Are you ok love?"
"Ye, i am ok, tapi aku kesal karena aku belum puas memberinya pelajaran!" geram Kerenza.
Brillo terkekeh mendengar perkataan istrinya, " jangan melawan orang lemah Love, karena di bukan lawab sepadan untukmu"
"Yah kau benar, dan kau sayang, berikan bonus untuk pelayan ini" rayu Kerenza
"Tentu saja, di itu untuk semuanya" jawab Brillo, "kalian dengar, semua akan mendapatkan bonus dua kali lipat dari gaji kalian di akhir bulan karena istriku sedang mengandung, dan berikan doa untuk baby kami!" seru Brillo langtang membuat para pekerja bersorak gembira.
"Wahhh selamat tuan dan nyonya sebentar lagi mau punya baby semoga sehat sanpai persalinan"
__ADS_1
"Selamat nyonya, semoah sehat selalu"
"Selamat nyonya"
Ucapan selamat dan doa yang di ucapkan di sambut baik oleh pasangan itu, dan setelah itu mereka kembali ke rumah dengan pakaian yang sudah ganti dan orang orang yang tak lain adalah bawahan Kerenza dan Brillo yang sudah berkumpul dengan pakaian yang tak kalah mewah dan elegannya dengan pasangan yang berbahagia itu.
"Mereka semua datang Brillo?" tanya Kerenza yang melihat banyaknya orang yang sudah membuat kelompok masing masing.
"Yes Love"
"Bukankah kau bilang ini hanya pesta kecil kecilan saja?"
"Iya, tapi bukan berarti tidak ada undangan"
"Tapi bagaiman bisa pesta siap hanya dalam setengah hari saja?"
"Karena Gilmax yang melakukannya" jawab Brillo dengan asal.
"Baiklah, aku percaya asistenmu itu tidak perlu di ragukan lagi"
Mereka berjalan menuju halaman belakang tempat pesta di adakan, dan semuanya menyambut dengan hormat pasangan yang menjadi bintangnya malam ini.
Pesta berjalan dengan lancar, dan kini Brillo dan Kerena waktunya mengumumkan tentang kehamilan istrinya pada seluruh anggota agar kebahagiaan mereka juga di rasakan para anggotanya.
"Perhatian semua, hari ini kita semua berkumpul disini karena aku bersama istriku ingin menyampaikan bertia bahagia yang kami dapatkan dan kami ingin membagikan kabar bahagia ini bersama kalian semua" ucap Brillo dengan suara lantang dan tegasnya membuat wibawanya menarik semua perhatian semua yang berada disana sehingga hanya berpusat dan mendengarkan kelanjutan ucapannya.
"Saat ini! istri saya Kerenza Alana Wate, mengandung baby kami yang akan menjadi penerus dari ** Group dan BW Group di masa depan!" lanjut Brillo membuat semua orang bahagia dan bertepuk tangan riuh mendengar berita tumbuhnya calon pemimpin baru di masa depan.
Satu persati datang memberi selamat, dan berakhir dengan Cloe yang datang memberi ucapan selamat pada putrinya, "Selamat girl, kau akan menjadi mommy," ucap Cloe seraya memeluk putrinya.
"Mom, bisakah kau jangan memeluk istriku seperti itu, nanti baby kami akan sesak!" tagur Brillo seraya melerai pelukan dua orang ini.
"Yes, karena kau adalah ibu dari istriku dan aku harus menghormati itu"
"Oh my son, thank you" ucap Cloe dan memeluk Brillo dengab erat lahyaknya anak lelakinya.
Brillo pun membalas pelukan hangat Cloe ransanya benar benar nyaman sekali di peluk wanita tu itu, "beginikah rasanya memiliki ibu?" batin Brillo.
Wajar mungkin jika Brillo bertanya seperti itu, karena memang sejak kecil dia tidak pernah mendapatkan pelukan hangat selain pada mendiang ibu mertuanya yaitu ibu Kerenza, karena memang Robert memang tidak memliki istri dengan alibi sudah meninggal juga sehingga Billo pun tidak pernah melihat rupanya.
"Selemat Keren!" seru seseorang yang berasal dari belakang dengan rasa sungkan yang menginggapi dirinya.
Kerenza menoleh disusul yang lainya, dan dia melihat wanita itu adalah Catline, "Ohhh Catline kai sudah sadar?"
Kerenza berjalan mendekati Catline yang berada di kursi roda dan di dorong oleh Kaisar kekasihnya, dia sengaja datang bahkan memaksakan diri untuk memberi selamat untuk saudaranya.
"Seperti yang kau lihat" jawab Catline
"Syukurlah, aku senang kau sudah sadar"
"Keren,... I am sorry" lirih Catline.
"No problem, aku tidak memikirkan itu dan kau pikirkan saja kesehatanmu"
"Kau tidak mau menghukumku?"
"Menghukummu? tentu saja tapi nanti jika kau sudah sembuh, eh hei! aku bukan orang yang tidak punya perasaan menghukum orang yang tidak berdaya sepertimu" kekeh Kerenza.
__ADS_1
"Thanks"
"I'ts ok"
Pesta sudah usai dan kini semua kembali pada tempat tinggal semula, Kerenza dan Brillo beristrahat dan semuanya pu ikut istrhat, begitu juga dengan Catlien dan Kaisar yang memilij tudur satu kamar, Anna dan Gilmax yang sudah pasti melanjutkan acara tadi sian yang tertunda, Mattew dan Maydelina, dan Elsa dengan Hiebert.
Masing masing tidur dalam satu kamar bersama pasangan berbeda dengan Cloe, Tom, dan Emma yang memiliki kamar masing masing
Sementara Robert sedang asyik bermain dengan pelayan nafsunya di dalam kamar milikinya, tapi kegitan itu harus terhenti saat Alex datang dan memberikan informasi yang membuat hasratnya menguap tak tersisa lagi.
"Ada apa kau mengganggu kegiatanku Alex?" tanya Robert dengan tatapan tajamnya.
"Maaf tuan, tapi ada berita penting.
"Katakan! tapi ingat kau akan menerima akibatnya jika informasi itu tidak penting!" ancam Robert.
"Baru saja saya mendapatkan informasi tuan, nona Alana dan tuan muda Erland melakukan pesta kehamilan istrinya.
Robert terkejut? tentu saja, karena apa yang dia takutkan pun akhirnya terjadi, Brillo memiliki keturunan yang artinya semakin sulit jalannya untuk menguasai sepenuhanya harta kekayaan Brillp Jokson sebagai pewaris dari kedua orang tuanya.
Tangannya terkepal kuat, matanya nyalang auranya seketika berubah menjadi aura pembunuhan yang saat ini ingin sekali menelan korban jiwa.
"Sudah kau pastikan ini informasi yang akurat?" tanya Robert.
"Sudah tuan, dan ini sangat akurat sebagai informasi yang kita punya"
"Brengsek...! masalah ayahnya belum selesaj dan kini ada anaknya yang akan lahir, dan itu akan membuatku semakin kesusahan!" teriak Robert.
"Apa yang akan kita lakukan tuan?"
"Kau hubungi Keitro, kita harus melakukan pertemuan!"
"Baik tuan besar"
Selepas kepergian Alex, Robert kembali ke kamarnya dan disana masih ada Rebeca yang menunggu dengan keadaan polos tanpa sehelai benang pun, posisinya kini benar benar memantang iman tapi tidak dengan Robert yang sudah marah membuat hasratnya menghilang.
"Kau pergilah!" usir Robert.
"Ada apa tuan? ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Rebeca dengan suara sensualnya.
"Pergilah, aku tidak mau diganggu!"
"Tuan pusing? kalau pusing, aku bisa memijitmu agar kau bisa lebih relax"
"Bisa kau lakukan?"
"Tentu, untukmu aku berikan yang terbaik"
"Lakukan!"
Rebeca memulai aksinya memijit pelan dan sexy gerakan Rebeca memperlakukan Robert, dan Robert pun menikmati pelayanan yang di berikan wanita ranjangnya itu, matanya terpejam dan mulai hanyut dengan pijatan wanita itu, tapi lama kelamaan rasa hanyut itu berganti jadi rasa gairah akan nafsuyang harus di tuntaskan.
Dengan cepat Robert menarik Rebeca dan menduduka tubuh sexy itu di atas pangkuannya dan meraup bibir sexy itu dengan penuh gairah dan terjadilah pelepasan yang sempat tertunda.
.
.
__ADS_1
TBC