
"Jadi kita mendapatkan undangan pembukaan cabang baru perusahaan ternama di Spanyol?" tanya Kerenza juga yang ingin memastikan perkataan Kaisar.
"Benar nona dan kita adalah salah satu tamu eksklusive disana."
"Kenapa bosa seperti itu.?!
"Bukan hanya kita saja nona yang menjadi tamu kehormatan disana, tapi ada beberapa perusahaan lagi yang menjadi tamu VIP dan perusahaan Hans Group adalah salah satunya." tutur Hebert.
"Baiklah! Kita akan kesana nanti, tapi tidak semua kita akan bersama."
Semua orang memasang wajah serius saat mendapatai perkataan Kerenza untuk tidak berangkat bersama.
"Apa maksud nya nona?" tanya Hiebert.
"Kita akan kesana dengan kelompok masing masing, dan masalah kartu undangan biarkan Mattew yang mengatur semuanya."
"Apakah dia bisa?" tanya Hiebert meragu.
"Apa kau tidak percaya pada keahlianku bung." tanya Mattew yang sedikit tersinggung.
"Bisa dikatakan begitu" jawab Hiebert dingin.
"Hei k..-" terpotong karna suara bariton yang terdengar.
"Diam!" tegas Kerenza penuh penekanan.
Mereka diam, dan tidak bebicara lagi, sementara Kaisar hanya tersenyum tipis melihat kepatuhan dua orang lelaki itu terhadap Kerenza. Bukan berarti dia tidak patuh, tapi ada kalanya mereka akan terlihat santai dalam mejalani hari hari.
"Kau tidak perlu takut Hiebert, karna Mattew bisa diandalkan dalam hal ini!" ujar Kerenza penuh keyakinan.
"Ck" Hiebert berdecak medengar penutiran Kerenza dan melihat gaya pongah Mattew yang di puji.
"Baik. Jika tidak ada lagi yang di bahas maka kita sudahi dan kembali lah bekerjan" ucap Kerenza.
Mereka keluar dari ruangan Kerenza dan melakukan pekerjaan mereka masing masing sesuai tupoksi yang diberikan oleh Kerenza.
Sementara Lelaki yang dari tadi tidak sabar untuk kembali ke negara asalnya, kini sudah berada di bandara internasional LA.
Wajahnya sumringah bisa melihat dan menginjakan kembali kakinya di negara yang penangan itu bersama wanita yang di cintainya sampai sekarang.
Kini mereka sudah berada dalam mobil yang sudah stay menunggun kedatangannya.Berjalan dan munuju kediamaan yang serti istana.
Dalam perjalanan, lagi lagi bibirnya tersenyum, hatinya terasa tergelitik, saat mendengar semua percakan sang wanitanya, dan sandiawaranya saat seseorang datang untuk memantau pergerakan mereka.
"Kamu sekarang benar benar licik sayang" gumamnya masih dengan sudut bibir yang terangkat ke atas.
__ADS_1
"Oh ya, bagaimana dengan persiapan pembukaan cabang kita.?"
"Semua sudah beres Tuan dan dua hari lagi semau akan berjalan sesuai dengan keinginan anda, bahkan tamu undangan yang spesial sudah kami tangani tempat dan kenyamanannya dan saya jamin tuan akan puas dengan kinerja saya."
"Bagus! Kau memang selalu bisa di andalkan."
Masih dalam perjalan dan keheningan sudah mengambil alih karna sang tuan lebih memilih untuk memejamkam matanya membayangkan wajah sang gadis yang sudah menempatkan hatinya beberap tahun belakangan ini.
Sedangkan sang pengikut setia juga memilih diam dan fokus pada gadget untuk mengetahui mencari informasi terbaru tentang perkembangan semua pekerjaan yang di berikan oleh tuannya.
Jika Kerenza dan Dan yang lainnya sedang memikirkan bagimana caranya untuku menangkap buruan dan lelaki tampan memikirkan bayangan sang wanitanya.
Berbeda dengan lelaki tua yang sedang memikirkan bagaiman cara untuk memiliki semua kekayana Bryan Wate tanpa harus manyabotase kematian Kerenza lagi.
Karna dia akan menjadikan Kerenza sebagai alat untuk menguasai kekayaan Brayan Wate dengan cara mengikat Krenza untuk selamanya berada dalam kendalinya.
"Apa ada tanda tanda mencurigakan?"
"Sejauh ini masih belum ada tanda tanda yang mencurigakan tuan."
"Bagaimana akses kita di perusahaan?"
"Masih berjalan di tempat tuan."
" Apa maksudmu?"
"Lakukan apa pun untuk bisa menyusup kesana, kau tau kan aku harus memiliki perusahaan itu! percuma jika aku menyingkirkan beberapa orang untuk sampai di titik ini, jika karna seorang gadis menghalangi jalanku yang tinggal selangkah lagi" ucapnya tegas.
"Baik tuan, akan sata usahakan."
***
Satu hari lagi menuju acara peresmian perusahaan ** Group, Alana beserta bawahannya sudah bersiap untuk berburu, jatna menurut informasi bahwa target sudah ada di LA.
Falshback...
Didalam ruangan kerja Kerenza yang berada du markas tempat penampungan anggotanya, Kerenza dan beberapa anggotanya sedanf bekumpul untuk menantikan informasi dari utusan mereka, yaitu Catline.
Sambil menunggu mereka membahas senjata apa saja yang perlu mereka siapkan untuk berburu.
"Hiebert, pastikan senjata kita aman dan tidak ada kendala saat penggunaannya nanti."
"Sudah saya persiapkan semua, dan kita sudah bisa menggunakannya."
"Bagaimana senjata keluaran terbaru kita?"
__ADS_1
"Semua sudah aman Keren, dan saya sudah menguji kemampuannya, mereka bisa menembus sesuai jarak yang kita inginkan."
"Apa ada yang cocok untukku?" tanya Kernza dengan senyum smirknya.
"Kau ingin berburu dengan jarak dekat atau mengambil tempat Keren.?" Hiebert balik bertanya untuk memastikan senjata apa yang cocok untuk kerenza.
"Pertanyaan macam apa itu Hiebert! tentu saja aku ingin berburu dengan dengan dekat pada buruanku." ucap Kerenza dengan wajah dinginnya
"Berarti kau harua mencoba pistol keluaran terbaru kita Kerenzz karna aku yakin ini bisa menjadi sahabatmu karna yang ini sangat gesit dalam penembakan."
"Berapa kecepannya."
"580 meter perdetik Keren, dengan energi 2700 joule. Dan aku yakin kalian bisa menjadi pasangan yang klop" jawab Hiebert dengan sedikit menyanjung serta menyindir Kerenza, mengingat bagaimana gesitnya Kerenza dalam mengendalikan senjata api.
"Bagus. Aku sangat menyukainya jika dia bisa menyenangkan aku."
Kaisar merasakan ponselnga bergetar dan ia mendapatkan pesan singkat dari sang kekasinya Catline.
"Catline mengirimkan pesan untukku." ujar Kaisar.
Seketika semua mata tertuju padanya, dan menanti pesan apa yang disampaikan Catline.
"Katakan." ucap Kerenza.
"Dia mengatakan kalau mereka dalam perjalanan menuju LA dan Keiji bersama dengannya." ucap Kaisar
"Apa ada kode tempat untuk kita bisa lacak Kaisar."
"0909. Itu kode singkat yang dia kirimkan padaku." ujar Kaisar.
"0909" gumam Kerenza. " Mattew cari tau." titah Kerenza
"Mattew mengamati kode tersebut,dan tak lama kemudian ia berkata" sepertinya ini kode waktu dan tempat nona."
Semua mata kembali tertuju pada Mattew yang masih mengamati ponsel di tangannya.
"Cepat katakan apa yang kau tau" desak Kerenza.
"09 yang pertama itu adalah sebagi tanda waktu nona, dan 09 yang kedua itu adalah tempat menurut jarum jam yang Terdapat di tengah kota."
"Yang artinya Catline mengatakan kalau Keiji akan keluar jam sembilan dan ketempat arah jarum jam sembilan." tebak Kaisar
"Ya betul." jawab Mattew singkat.
"Bukankah disana ada Hard Rock Cafe? clup orang orang ternama dan terkaya di Negara ini Keren." kata Hiebert.
__ADS_1
Mereka kini paham kalau nanti besok malam Keiji akan ketempat itu dan hal ini adalah kesempatan bagus untuk mereka berburu.
TBC