BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 49


__ADS_3

Brillo Kerenza dan yang lainnya sudabh kembali ke rumah termasuk Mattew yang sudah boleh kembali.


"Kalian sudah datang nona Alana"


Catoline menyambut kedatangan majikannya tapi keningnya mengeru saat mendapati dua hadis muda yang menetang tas mereka.


"Mereka akan tinggal bersama kita!" ucap Brillo yang tau arti dari ekspresi Caroline.


"Benarkah nona"


"Benar! kenapa kau masih bertanya padaku sementara kekasihki sudah menjawabnya"


"Maaf nona, saya hanya tidak habis pikir kenapa orang asing di tampung kemari".


"Mereka bukan lagi orang asing marena mereka akan bersamamu mengabdi di rumah ini!" tegas Brillo.


Caroline menatap Brillo dengan tatapan tidak sukanya, dia jelas tau siapa Brillo dan seperti apa Brillo yang akan mulai berkuasa pada Kerenza dn dia pun yakin jika Kerenza akan menuruti semua perkataan Brillo.


"Apa kau keberatan Nyonya Caroline?" tanya Hiebert penuh penekanan.


"Tidak, tidak mungkin aku keberatan terhadap keputusan nona mudaku" jawabnya dengan senyum yang di buat selembut mungkin.


Melihat senyum itu membuat Mereka semua merasa jengah tak terkecuali Kerenza yang sudah mulai muak, ingin sekali rasanya dia menjambak dan mengjajar wanita tua ini, tapi dia harus bisa menahan diri untuk mencapai tujuannya.


"Tunjukan kamar mereka dan bantu arahkan pekerjaan mereka"


"Baik nona Alana" jawab Caroline " mari ikut saya" ajak Caroline dengan wajah masamnya.


"Tunggu!" seru Gilmax


"Caroline memandang ke arah Gilmax menunggu apa yang akan di sampaikan pria itu


"Kau bersihkan kamar mereka duu, sementara mereka akan memberishkan kamarku lebih dulu anggap saja sebagai pekerjaan pertama mereka"


Gilmax berkata dan langsung pergi tanpa di perintah kedua wanita itu mengikuti Gilmax pergi menunu kamar pria itu.


Sementara Brillo dan Kerenza berjalan menuju kamar mereka, merebahkan diri untuk melepaskan lelah.


"Love, besok Dinel Xiau akan kembali"


"Lalu"


"Kau tidak lupa bukan dengan apa yang sudah aku katakan padamu tempo hari"


"Hm"


"Maka muali besok aku akan memulainya dan jika sudah waktunya maka kau bisa megeksekusinya"


"Baiklah asal jangan sampai kau tergoda padanya" ucap Kerenza bergerak dan tidur dengan posisi menyamping, tangannya terulur mengelus pipi Brillo.

__ADS_1


Brillo menangkap tangan itu dan dan menciumnya dengan lembut dan berkata "Love apa kita bisa mencapai surga lagi"


Brillo mengerlingkan matanya dengan genit untuk menggoda istrinya, dan Kerenza sudah merona malu karena perbuatan dan pertanyaan suaminya.


Entah kenapa Brillo kini menjadi lebih romantis dan bahkan terkesan lebih mesum dan bergairah jika sudah menyangkut kegiatan nirwana.


"Love..." panggil Brillo yang kini tangannya sudah menangkup salah satu gundukan Kerenza dan meremasnya dengan lembut.


"euhhh" terdengar lenguhan dari bibir Kerenza saat merakan nikmat yang di ciptakan Brillo untuknya.


"Love.." panggil Brillo yang kali ini sudah berada di atas tubuh Kerenza dengan tangan yang sudah bergerak lembut menyusuri lekuk tubuh istrinya yang masih terbaluk pakaian.


Brillo melancarkan akasiya membungkam bibir Kerenza dengan bibirnya mengecap dan mengisapnya dengan lambut yang langsung di sambut baik oleh wanita itu.


Permainan mereka semakin panas saja, saling meraba satu sama lain, memberikan sensasi nikmat bagi pasanganan.


Terus berlanjut dengan kegiatan yang kini sudah kembali melebur dalam penyatuan yang nikmat, hingga akhirnya erangan panjang terdengar dari bibir keduanya.


Brillo ambruk di samping Kerenza menariknya ke dalam pelukannya dan mengecup kening itu dengan mesra.


"Thank you Love and i love you so much" Ucap Brillo setelah mengecup kening Kerenza.


"Love you more husband" jawab Kerenza dan memeluk Brillo semakin erat.


Mereka tidur sore itu melepaskan lelas setelah kegiatan yang menguras tenaga namun tak lama mereka terlelap, ponsel milik Brillo berdering nyaring mengusik pasangan itu.


Brillo bergerak pelan menggeser tubuhnya untuk bisa meraih ponselnya "Hallo Dinel" jawab Brillo yang ternyata Dinel lah yang menghubunginya.


"Bukankah kau bilang besok pagi baru kembali?" tanya Brillo dengan suara seraknya.


Sebenarnya Brillo sangat kesal karena merasa tergganggu dengan panggilan Dinel, tapi mengingat rencananya maka dia harus bersabar.


"Maaf nona Dinel aku tidak bisa, bagaimana jika anak buahku menjemputmu saja" tawar Brillo.


"Tapi aku menginginkan dirimu yang menjemputku" rajuk Dinel.


"Maaf nona, bagaimana jika nanti sebagai gantinya kita makan bersama"


"Benarkah?" tanya Dinel dengan girang"


"Ya benar.!"


"Baiklah"


Selesai dengab itu, Brillo menghubungi Gilmax untuk menjemput Dinel di bandara "Gilmax! jemput Dinel di bandara!" titah Brillo.


"Ya ampun tuan, bagaimana bisa aku menjemput ja**ng itu!" teriak Gilmax.


"Jangan membantahku! jemput dia sekarang juga!"

__ADS_1


Brillo mematikan ponselnya tanpa menuggu jawaban dari Gilmax yang pasti saat ini sedang mengumpati dirinya.


Brillo menghubungi Hiebert, menyuruh pria itu untuk mempersiapkan makan malam untuk dia dan Dinel.


Brillo berencana untuk mepercepat rencananya agar dia dam Kerenza bisa hidup dengan tenang dan bisa merencanakan kehidupan keluarga kecil mereka kelak.


"Atur makan malam yang bagus untuk pasangan yang sedang pendekatan tapi ingat! saya tidak suka romantis!" tekan Brillo.


"Apa ini untuk ja**ng itu tuan"


"Tentu saja, karena dia datang mendadak dan saya harus menggantikan dengan makan malam karena saya malas menjemputnya!" ketus Brillo


Hiebert terkekeh mendengar ucapan tuannya, dia tau jika tuannya pasti sangat terpaksa melakukan semua ini.


"Baiklah akan saya lakukan"


Brillo kembali terlelap dan mendekap istrinya, dia sangat bersyukur karena masih bisa bersama dengan Kerenza terlebih lagi karena wanita itu masih setia padanya dan itu sangat dia syukuri.


Sore hari tiba, pasangan itu terbangun dan mandi bersama "love.. Aku akan pergi malam ini" ucap Brillo di tengah ritual mereka.


"Kemana?" tanya Kerenza mengerutkan keningnya.


"Menemui Dinel"


"Ja**ng itu!"


Kerenza memasang wajah datarnya saat mengetahui jika suaminya akan menemui wanita lain, dia sangat tidak suka jika suaminya berdekatan dengan wanita lain, apa lagi jika sampak bersentuhan dengan wanita lain.


"Kamu tidak lupa kan dengan rencana kita?"


Brillo mendekap tubuh Kerenza dari belakang dengan erat, tidak da jarak di antara keduanya dan kulit telanjang itu saling bersentuhan dan merasakan bagaimana hangatnya kulit masing masing di tengah dinginnya air shower yang bercucuran.


"Aku ingat itu, tapi aku tidak suka jika wanita lain mengganggu priaku!" ucap Kerenza berbalik dan melingkarkan kedua tangannya ke leher Brillo lalu mengecup bibir pria itu.


"Tentu saja. Aku tidak akan membiarkan wanita lain mendekatiku love, ini hanya untuk sementara" jawab Brillo.


Tanganya bergerak mengelus pipi Kerenza setelah kecupannya terlepas, kini beralih Brillo yang mengecup pipi dan berakhir pada bibir gadis itu.


Mereka kembali beradu bibir ditengah guyuran air yang membasahi tubuh mereka dan kegiatan panas yang teradi di atas ranjang kemabli terulang di kamar mandi.


TBC


KERENZA ALANA



BRILLO JOKSON


__ADS_1


Gimana menurut kalian visualnya?


Cocok gak ya?


__ADS_2