BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Maf


__ADS_3

Moment yang menghangat itu ternyata bukan hanya anak dan ibu saja yang merasakan, tidak jauh dari pintu kamar Radith yang terbuka lebar, seseorang tengah memperhatikan gerak gerik keduanya, mulai dari Nara yang memasangkan pakaian Radith hingga kini mereka berpelukan dengan erat.


Dia adalah Rajehs suami dan ayah dari keduanya, dia tidk sengaja ingin mengajak istri dan putranya untuk turun kebawah makan malam tapi sukar dugaan, justru dia dihadapan dengan keadaan seperti ini, dan Rajehs bisa menebak jika yang menjadi permasalahan istrinya saat ini adalah anak, dia tau istrinya ingin memiliki anak, karena dirinya pun demikian.


Tapi kenapa harus dijadikan beban jika belum diberi kepercayaan, harusnya Nara bisa bersabar menanti kapan Tuhan mempercayakan mereka menjadi orang tua, sama seperti dirinya yang bersikap biasa saja walau dalam hatinya dia ingin sekali ada kabar bahagia didengar dan itu seorang makhluk hidup didalam rahim istrinya.


"Kenapa kamu menjadikan ini beban sayang, harusnya kami bersabar untuk menunggu kapan Tuhan memberi kita kepercayaan" batin Rajehs.


Dia tidak tau siapa yang menjadi pemicunya karena selama satu bulan belakangan ini Nara selalu bersikap biasa saja menurut Rajesh tanpa dia ketahui jika istrinya padahal sering menangis dalam hati apalagi melihat para wanita yang sibuk mengurusi anak anaknya.


"Sayang.... Boy..." panggil Rajesh.


Kedua anak manusia itu menoleh dan spontan melepaskan pelukannya, melihat Rajesh berjalan menuju kearah mereka.


"Mas..."


"Daddy...."


"Ada apa? kenapa ada acara pelukan segala? dan kenapa Daddy tidak diajak" ucap Rajehs berpura pura merajuk, pura pura tidak melihat apa yang terjadi agar tidak membuat istrinya semakin sedih.


Dan benar saja, sikap Rajesh yang seperti itu membuat Nada menghembuskan napas leganya, dia bersyukur karena Karena Rajesh tidak mengetahui dan mendengar semua obrolan mereka, tanpa Nara tau jika semuanya memangs udah diketahui oleh Rajesh.


"Tidak ada, hanya ingin memeluk sayang putraku" jawab Nara.


"Iya Dad, kami hanya berpelukan" timpal Radith yang jelasa meang tidak tau akan isi hati ibu sambungnya.


"Jadi sudah selesai? atau masih berlanjut? jika masih, Daddy ingin ikutan" canda Rajesh.


"Sudah selesai" jawab keduanya kompak.


"Wah wah wah...sekarang sudah semakin kompak saja ya, entah apa lagi akan akan kalian kompakan dibelakang Daddy" pura prua Rajehs mengambek membuar Radirh terbahak melihat wajah ayahnya yang lucu menurutnya.

__ADS_1


"Hahaha....wajah Daddy sangat lucu jika sedang merajuk seperti itu" ucap Radirh meledek ayahnya.


"Ohhh mau meledek Daddy ini...? awas yaa..." gertak Rajesh dan langsung menyerang Radith dengan menggelitik perut putranya membuat Radith merasa kegelian dan tak bisa menghentikan tawanya karena tangan Rajesh yang terus menari nari dan terkadang berpindah tempat menggelitik perutnya.


"Ampun Dad...sudah hentikan, ini sangqt geli hahaha" Radith terus berteriak meminta ayahnya untuk berhenti, tapi Rajehs tidaj kunjung berhenti, dia berbuat seperti itu karena ingin membuat istrinya tertawa.


Dan benar saja, seketika Nara melupakan kesedihannya, dia ikut tertawa menyaksikan kedua prianya yang saling menyerang dan memohon ampun apalagi Radith yang sangat kalah jauh tenaganya dari Rajehs membuat dirinya terus berusaha melepaskan diri.


"Mom....help me... aku sudah tidak tahan" ungkap Radith meminta tolong pada ibunya.


Nara yang melihat putrnya mulai kewalahan tentu saja tidak bisa membiarkan putranya seperti itu "sudah Mas...jangan diteruskan lagi, kasihan putraku" tegur Nara dan menghentikan pergerakan Rajehs.


"Sebentar lagi sayang, dia harus memohon ampun" ucap Rajehs dan terus melakukan aksinya


"Mas...bukankah dia sudah mohon ampun tadi? sudah hentikan! aku tidak mau anakku kesakitan" tegas Nara.


Rajehs menghentikan gerakannya dan dengan cepat Radith mendekat dan memeluk Nara, membuat Rajesh hanya bisa mendengkus sebal, dia tau saat ini putranya sedang beracting dan juga dia tau jika putranya sedang merencana hal licik untuk membalasaya.


Nara yang memang sangat menyayangi Radith langsung menyingkap pakaian Radith dan meilhat ada beberapa tanda merah, mungkin karena Rajesh tadi sedikit menekan lebih kuat perut Radith


Dasar anak ini, berani sekali dia mengadukannya pada Nara" geram Rajehs dalam hati.


Sementara Nara yang melihat itu langsung merasa khawatir, dia menatap suaminya dengan horor, dia tidak suka dengan kelakuan suaminya yang mengakibatkan adanya kemerahan dilulit Radith..


"Tanganmu terbuat dari apa Mas...! kenapa jadi merah merah begini" tanya Nara dengan wajah garangnya.


Rajehs menelan ludahnya kepayahan, sudah bisa dipastikan akan ada bahaya yang sebentar lagi akan menerjang dirinya dan itu tidak akan jauh jauh dari Nara yang tidak akan mengijinkan dirinya disentuh lagi.


"Dasar bocah edan.. berani sekali dia memhuatku dalam maslaah besar, apa dia tau jika ibunya ini kalau garang bukan main?" umpat Rajehs lagi lagi hanya dalam hati bisa berkata.


"Te...tentu saja tanganku sama dengan tangamu dan putra kita sayang" jawab Rajehs terbata.

__ADS_1


"Tapi kenapa meninggalkan tanda kemerahan ha..!" sentak Nara mulai berkacak pinggang dihadapan suaminya.


"Sayang itu tidak akan lama, mungkin karena tadi aku sedikit menekan jariku" jawab Rajesh jujur, karena dia tau percuma jika berbohong karena tidak akan ada gunanya.


Entah kenapa semakin kesini semakin Rajesh tidak bisa berkutik pada istrinya, padahal di awal awal menikah Rajehslah yang mendominasi keadaan, semua terjadi berdasarkan cara licik dan sanggahm sanggahannya terhadap Nara jika sednag berdebat tapi kini, jangankan mau berdebat, menjawab pertanyaan Nara saja terasa sangat susah.


"Tidak akan lama katamu Mas..? ohhh jadi karena tidak akan lama memarnya makanya Mas terus menggelitiknya walau tadi putra kita meminta ampun dan berhenti" Nara melototkan matanya semakin besar pada Rajesh membuat Radith hanya bisa menahan tawanya melihat ayahnya yang sudah tidak berkutik lagi jika macan ibunya terbangun.


"Mom.... aku lapar, ayo kita makan malam" tawar Radith membuat Nara mengalihkan perhatiannya.


"Kau lapar sayang?" tanya Nara yang dijawab anggukan oleh Rajesh.


"Yes Mom, i am Hungry" jawab Radith membuat Nara langsung bergerak cepat mengajak putranya untuk makan malam.


"Baiklah ayo kita makan malam" ajak Nara.


"Sayang....Mas tidak diajak?" Tanya Rajesh dengan muka tidak percaya.


Niatnya datang ke kamar Radith karena mengajak kedua orangnya makan malam, tapi kini yang terjadi malah dirinya yang ditinggalkan dengan kondisi seperti ini.


"Ya....kalau Mas lapar, yasudah ayo makan" ucap Nara dengan santai.


Rajehs melongo mendengar ajak istrinya, speeti ya wanitanya masih dalam kode singa dan dia sepetinya harus mencari jalan aman saja agar tidak terkena amukan lebih banyak lagi.


"Yasudah ayo kita makan malam, Mama sama Papa pasti sudah menunggu" ajak Rajehs dengan cepat.


Mereka menuruni tangga menuju meja makan untuk makan malam seperti biasanya dan mulai makan malam setelah piring Rajesh, Heru dan Radith sudah terisi dan disusul dengan Nara dan Clara yang mengisi piring sendiri.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2