BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 74


__ADS_3

Hampir satu hari berlayar kapal yang di naiki oeleh rombongan Kerenza, akhirnya mereka bisa menepi pelabuham sebelumnya, dan beberapa mobil yang dulu mereka gunakan masih terparkir rapi di tempar sebelumnya.


"Love, kita akan menaiki mobil ini?" tanya Brillo.


"Are you serious?" tanya Brillo.


Wajar saja jika Brillo mempertanyankan keseriusan Kerenza karena mobil yang mereka naiki merupakan mobil rongsokan bagi Brillo,, sangat jauh berbeda dengan koleksi mobil mobilnya.


"Yes, dan aku harap kau jangan berkomentar lagi karena aku tidak suka mendengar keluhanmu, nanti akan aku jelaskan ketika tiba dirumah" ucap Kerenza memutuskan.


Akhirnya Brillo pun menurut, dia tidak mau lagi berkomentar, dia hanya akan mengikuti perkataan istrinya dan mendengarkan penjelasannya nanti ketika dirumah.


Setengah jam berlalu kahirnya mobil yang beriringan sampai di kediaman Kerenza, dan keluarlah orang orang yang sudah berhari hari tidak terlihat, dengan antusias Mattew keluar dan berjalan memasuki rumah untuk bertemu dengan kekasihnya, melepaskan rindu dengan tautan bibir untuk saling mengecap rasa nikamt.


Tidak terkecuali Hiebert yang sudab sejak kemarin tidak bisa menahan diri lagi dia akan menemui Elsa dan mengungkapkan rasanya serta melampiaskan segala fantasi liarnya yang sudah berputar putar dalam otaknya.


"Ck, benar benar memuakkan cinta ini" unpat Gilamx karena dia di tinggalkan.


Sementara Kerenza dan Brillo hanya tersenyum melihat hal itu, karena mereka pun kini langsung berlalu pergi memasuki rumah dan melesat dalam kamar untuk merajut kasih dan melepaskan hasrat bersama istrinya.


"Honeyy...! panggil Mattew.


"Matt..!" seru Maydeline dengan girang.


Mereka berdua berjalan dengan cepat mwnuju tuan mereka hingga kini mereka saling berpelukan dengan Mattew yang menggndong Maydeline ala koala dan ciuman pun tidak bisa lagi di elakan untuk mencari kenikamtan dan menyalurkan rasa rindu.


Sementara Hiebert mengelilingi seisi rumah tidak mendapati apa yang dia cari hingga akhirnya dia bertanya pada Anna yang kebetulan berada di dapur memepersiapkan makan malam


"Dimana Elsa?" tanya Hiebert dengan wajah datarnya.


Anna berbalik dan kemudian tersenyum dan bertanya "kalian sudah pulang? lalu dimana nona Alana? apa kalian menemukan mereka?" tanya Ann dengan berderet membuat Hiebert berdecak sebal.


"Hei kau! kenapa banyak sekali bertanya dan tidak menjawab pertanyaanku!" sentak Hiebert


"Maaf tuan, saya hanya ingin mengetahui kabar nona muda bagaimana dan kekasihnya" jawab Anna yang merasa sangat ketakutan.


Hiebert manarik napasnya, sepertinya Anna tidak seperti Maydeline dan Elsa yang tangguh, dia sepertj wanitq biasa yang tidak bisa melindungi dirinya dari bahaya "baiklah saya jawab, tapi setelah itu jangan bertanya lagi dan jawab pertanyaanmi di mana Elsa" ucap Hiebert yang di jawab anggukan oleh Anns.


"Nona muda baik baik saja, kami juga sudah menemukan tuan muda dan yang lainnya, jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan tapi mungkin beberapa anggota lainnya ada yabg tidak selamat tapi tidak dengan tuan muda, Gilmax dan Mattew"


"Syukurlah tuan jika seperti itu" jawab Anna walau dia tidak mengenal orang orang yang di sebutka oleh Hiebert tapi tidak masalah karena yang penting baginya adalah kabar Kerenza saja.


"Katakan dimana Elsa?" tanya Hiebert yang kembli ingat apa tujuannya.

__ADS_1


"Di kamar, membersihkan diri" jawab Anna.


Hiebert langsung melesat pergi meninggalkan Ann di dapur, tujuan nya saat ini adalah kamar Elsa untuk menyalurkan rasanya, dan sampai di sana Hiebert membuka pintu dengan sangat kasar membuta sang pemiliki ruangan itu terjangkit kaget.


"Hei apa yang kau lakukan disini!" terian Elsa.


Dengan cepat wanita itu membalut kembali tubuhnya yang tadinya sempat polos karena ingin mengenakan pakaian selepas mandi, tapi dengan cepat Hiebert melangkah dan menarik Elsa dalam pulukannya.


"Aku merindukanmu" ucap Hiebert.


Tanpa aba aba lagi Hiebert menyerang bibir Esa dengan sangat rakus, dia ingin meyalurkan demua rasanya yang di rasakan beberapa hari dan berniat ingin mempraktekan fantasi liarnya akibat matanya yang selalu melihat keromantisan tuan muadanya.


Semangat Hiebert semakin menggebu manakala Elsa juga membalas ciumannya bahkan terksan Elsa menggoda dirinya dengan sentuhan tangan wanita itu yang membangjitkan gairahnya.


"Aku ingin melakukan fantasi liarku yang berdiam lama di dalam pikiranku dengamu Darling" ucap Hiebert dan kembali lagi melakukan pangutan mesra hingga terjadilah sesuatu yang selama ini di ada di pikiran Hiebert.


Sementara Hiebert sendiri karena tidak memiliki pasangan memilih membersihkan dirinya terlebih dahulu dalam kamar, setelahnya dia merebahkan dirinya di kasur empuk yang sudah beberapa hari tidak dia tiduri, dia sedang membayangkan wajah gadis yang dulu mencuri hatinya saat dulu tuan dan nona mudanya baru menjalani hubungan.


Flashback...


Alana dan Erland baru saja di pertemukan dalam acar pertemuan keluarga untuk melakukan perjodohan, dan ternyata tuan dan nona mudanya sudah lebih dulu saling menegnal bahkan sudah menjalin hibungan.


Dan di saat yang bersamaan, Gilmax yang kala itu masih di panggil dengan sebutan Adam melihat sosok gadis cantik yang duduk tidak jauh dari sisi Alana, dan ternyata gadis itu adalah Pelayan pribadi Alana kekasih tuan mudanya.


Semakin hari pertemuan keduanya sering terjadi karena mereka berdua akan ikut serta dalam pertemuan yang di lakukan oleh kedua majikan mereka itu, dan akhirnya mereka akan berkhir dengan duduk berdampingan dengan pasangan masing masing karena memang Erlan sudah mengetahui perasaan Adam terhadap pelayan pribadi kekasihnya itu.


"Sayang, jika nanti tuan Erland menikahi nona muda, maka aku akan menikahimu dan aku harap kau mau menikah dengan ku" ucap Adam.


"Tentu, tentu saja aku mau dan aku akan menantikan waktu itu tiba sayang" jawab wanita pujaan hatinya.


"Oh sayang aku sangat mencintaimu" ucap Adam dan kemudian ******* bibir kekasihnya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Namun segala impian itu surnah begitu saja, tidak ada lagi pernikahan sesuai dengan yang mereka pikirkan, semuanya berkahir tepat di hati pernikahan kedua majikan mereka yang harus mengalami kejadian naas karena beberpa orang yang saat itu belum di ketahui.


Ya, semuanya bermula dihari pernikhan, hari pernikah yang membuat pasangan yang seharusnya bahagia harus terpisah dan membuat mereka membentuk kapribadian yang sangat bertolak belakang dari sifat asli mereka, dan bermula dari pernikahan pula pasangan Adam dan kekasihnya berpisah hingga kini tidak lagi bertemu.


Flashback off...


Gilmax menarik nafanya dengan kasar, mengusap lembaran foto kenangan yang tertinggal bersamanya, figuran seorang gadis cantk yang tak lain adalah kekasihnya yang tidak dia temui lagi selama beberapa lama.


Bahkan pernah Gilmax mencari tau keberadaan kekasihnya saat pertama kali mereka kembali menginjakan kaki di Los Angel tapi bagai hilang di telan bumi, Gilmax tidak mendapatkan kabar keberadaan kekasihnya.


Lelah mengenang masa lalu, akhirnya Hiebert melangkahkan kakinya menuju dapur, perutnya tiba tiba lapar dan sanpai di sana tidak ada lagi siapa siapa, tapi makanan sudah terhidang di meja makan, dengan segera Gilmax menyantap tapi kunyahanya tiba tiba terhenti mana kala merasakan sesuatu.

__ADS_1


Gilmax merasakan rasa masakan yang sama saat dulu dia sering berkunjung di kediaman Kerenza, masakan yang di rasakan Gilmax sama persis seperti sekarang ini, tapi dengan cepat dia mengusir perasaan itu, dia berpikir mungkin hanya kebetulan saja.


Dia Kembali melanjutkan makannya walau terhs terbayang wajah kekasihnya semakin lama dia merasakan rasa itu tapi dia tetap menyantapnya.


Sementara Anna, setelah selesai dengan pekerjaanya dia kembali kekamar untuk membersihkan dirinya, sebenarnya sepanjang waktu semenjak Hiebert datang Anna terus memikirkan Alana yang ternyata sudah memiliki kekasih lagi yang artinya jika nona mudanya sudah melupakan masa lalunya.


Lalu bagaimana dengan dia yang hingga kini masih menyimpan satu nama pria dalam hatinya, pria yang bahkan tidak dia tau apakah masih hidup atau sudah tiada dalam kejadian naas tiga tahun yang lalu.


Anna mendesah pelan memikirkan perasaannya yang masih bertahan hingga kini walau tidak ada pertemuan yang terjadi di antara mereka selama tiga tahun ini atau mengubur dalam dalam persaanya dan juga impiannya bersama kekasihnya.


"Apa kamu masih hidup sayang? jika ya, kenapa kamu tidak menemuiku disini, lihatlah nona muda bahkan sudah memiliki kekasih dan itu semua karena kalian yang tidak pulang pulang" gumam Anna.


Anna memutuskan untuk membersihkan dirinya karena waktu makan malam sebentar lagi tiba dan dia akan melayani Kerenza sepeeti dulu lagi dan dia tidak mau jika nona mudanya menunggunya.


Selesai dengan itu Kerenza dan yang lainnya sudah duduk manis di meja makan kecuali satu orang yang tak lain adalah Gilmax, dia memilih kembali ke kamar setelah mengisi perutnya tanpa ada niatan untuk menemani tuan dan nona mudanya.


"Anna, kau sudah sehat?"


Anna tersenyum lembut dan menjawab "sudah nona dan aku sudah bisa bekerja seperti dulu"


Sementara Brillo menatap lekat Anna, karena jelas dia mengenali wanita itu, dia yang selalu menani istrinya dulu ketika mereka bertemu.


"Selamat malam tuan Brillo, senang bertemu dengan Anda" sapa Anna membungkuk karena merasa di perhatikan.


"Apa ada yang terlewat love?" bisik Brillo


"Banyak dan kau akan tau nanti" jawab Kerenza dengan bisikan juga.


"Kemana Kaisar?" tanya Kerenza.


"Dia pergi untuk menyelamkan keluarga kekasihnya nona" jawab Elsa yang duduk di sebelah Hiebert, tapi sikapnya masih tetap dingin sedangkan Hiebert terus tersenyum semenjak keluar dari kamar Elsa.


"Apa ada yang tidak aku ketahui!" tanya Kerenza dengan wajah datarnya.


"Nanti saya akan mengatakan segalanya setelah makan malam nona" jawab Elsa.


"Lalu Gilmax dimana?" tanya Brillo tapi matanya menatap Anna.


Brillo ingin melihat ekspresi seseorang tapi sepertinya seseorang itu biasa saja, "kembali ke kamar setelah makan lebih dulu" jawab Mattew singkat tapi matanya tertuju lada Maydeline.


Brillo melihat semua anak buahnya, sepertinya mereka berubah malam ini tidak seperti biasanya yang hanya berwajah datar dan dingin tapi malam ini senyum manis tercetak jelas di sudut bibir mereka, baik permpuan maupun pria, dan hal itu sangat membuat Brillo jengkel.


.

__ADS_1


TBC


Maaf ya, author singgung masa lalu, karena biar gk moton sama dendam terus, harus ada bumbu kisah cinta mereka biar enak bacanya.


__ADS_2