BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 112


__ADS_3

"Robert Hans!" seru Mattew.


Pria itu tidak percaya akan apa yang dia lihat saat ini, dalang dari semua permasalahan mereka ternyata adalah mertua dari nona mudanya. Akan seperti apa nanti reaksi Kerenza jika dia tau kenyataan ayah mertuanyalah dalang semuanya.


"Ckck baru kau yang bangun? padahal aku mengharapkan wanita itu yang terbangun" kekeh Robert.


"Jadi kau pelakunya?" tanya Mattew dengan tatapan tajamnya.


"Turunkan pandanganmu anak muda jika kau tidak mau berakhir tragsi!" sentak Alex.


"Biarkan saja Lex, aku suka dengan anak mida seperti dirinya. Aku jadi berniat menjadikan dirinya anak buahku" kekeh Robert Hans.


"Hahaha.... aku tidak sudi menjadi pengikutmu! lebih baik kau penggal kepalaku dari pada mengabdi padamu!" tolah Mattew dengam tawa mengejeknya.


Alex geram mendengar penolakan Mattew, tanganya mengepal kuat dengan nafas yang susah mulai memburu sedangkan Robert Hans hanya tertawa mendengar perkataan Mattew yang menurutnya hanya ocehan saja.


"Baiklah, aku tidak akan berbaik hati untuk kedua kalinya. Kau akan menyusul majikanmu itu setelah dia aku lenyapkan" jawabnya santai.


.


Di luar sana, Brillo berusaha untuk menyerang para penjaga yang mengawal di depan markas, Brillo tidak menyangka jika ayah angkatnya memiliki banyak pengawal. Karena yang selama ini dia tau Robert Hans hanya seorang pembisnis dan masalah pengawal tentu saja dia punya tapi dia tidak menyangka sebanyak ini bahkan memiliki markas sendiri.


"Kau benar benar hebat Robert Hans, pandai memyembunyikan segalanya" gumam Brillo yanh trus saja menembaki para musunya.


Dor Dor Dor


"Tuan, kita harus berpencar mencari keberadaan nona muda!" ucap Gilmax dengan suara nyaringnya.


"Ya, kau ke arah kiri dan aku ke kanan untuk menerobos pintu utama" jawab Brillo.


"Berhati hatilah tuan muda"


"Kau tenang saja, aku pasti akan selamat"


"Jangan berani menyentuh nona mudaku Robert..!" teriak Mattew.


"Hohooo... kesetiaanmu luar biasa bahkan kau masih berani menggertakku di saat kau sudah dalam keadaan seperti ini" ejek Robert Hans.


"Aku sudah memperingatkamu! jangan sampai kau menyesal!" tekan Mattew


Kerenza terbangun karena terusik akan suara keras Mattew, matanya mengedar melihat sekelilingnya dan tak lama matanya terpusar pada satu arah saat suara yang sangat dia kenal di dengarnya.

__ADS_1


Mencoba memberontak melepasknan ikatan tali yang mengikat tangan dan kakinya tapi sepertinya ikatan itu sangat kuat.


"Ohh....menantu daddy sudah bangun? lama sekali kau tidur nak" ucap Robert dengan senyumnya.


Kerenza menatap Robert Hans dengan tatapan yang sulit di pahami bahkan Roberr sendiri yang akhirnya melunturkan senyumnya dan air mukanya berubah menjadi dingin. Ekspetasinya rupa rupanya tida sesuai, dia berpikir Kerenza akan sangat terkejut tapi ternyata tidak sama sekali.


"Bagaimana kabarmu nak?" tanya Robert seolah tidak terjadi apa pun.


Sepertinya ketidak warasan Robert kembali mengmbil alih kedasarannya setelah sekian lama dia sembuh dari stresnya kini kembali pada hari ini, terbukti dari dia yang tidak merasa bersalah dan bertingkah seolah tidak terjadi apapun hingga masih bertanya kabar Kerenza.


"Akhirnya kau menunjukanya" ucap Nara dengan nada dinginnya.


Senyum Robert kembali pudar mendengar perkataan Kerenza, bisa di simpulkan jika Kerenza sudah mengetahui dirinya tapi yang menjadi pertanyaanya adalah kenapa Kerenza dia saja padanya? kenapa tidak melakukan penyerangan.


"Kau sudah tau rupnya" ucap Robert dengan alis yang mengerut.


"Sejak dulu" jawabnya singkat.


Bukan main keterkejutan Robert, Alex tak terkecuali Mattew yang juga sangat terkejut mendengar jawaban Kerenza. Jika memang benar seperti itu tapi kenapa Kerenza diam saja dan tidak melakukan perlawanan.


"Jadi kau sudah tau menantuku?" tanya Robert dengan senyum liciknya.


Walau ia terkejut tapi bukan berarti dia takut, justru dia merasa sangat senang dan dia berpikir jika Kerenza bodoh karena membiarkan dirinya terus berkeliaran hingga kini Kerenza berada dalam genggamannya.


"Hahaha.... aku suka sangat suka dengan keberanian gadis yang dulu polos dan lugu kini tidak takut dengan maut"


"Itu karena hari ini lah mautmu Robert Hans!" sentak Kerenza.


Kembali Robert terbahak mendengar jawaban Kerenza, bagaimana bisa wanita itu mangatakan jika hari ini adalah mautnya sementara permainan dirinya yang memenangkan. Dengan perlahan Robert maju kemudian berhenti tepat du hadapan Kerenza tangannya terlurr menarik paksa rambur waniya canti itu membuat Kernza mengelurakan rintihan kecil.


Sedangakan Mattew sudah meradang melihat nona mudanya di perlalukan sepertu itu, "lepaskan tangan kotormu bajingan...! jangan menyentuh nona mudaku!" teriak Mattew.


Bugh


"Diamlah anak muda jika kau tidak ingin tiada, belum giliranmu" ucap Robert setelah mendaratkan pukulan di wajah Mattew.


"Diamlah Matt, jangan ikut campur masalah ini. Cukup pikirkan untuk menyelamatkan dirimu" tegur Kerenza.


"Tapi nona...!"


"Diamlah Matt...!" bentak Kerenza.

__ADS_1


"Katakan kenapa Robert!" pinta Kerenza yang bermaksud meminta penjelasan.


"Apa? aku tidak mengerti?" jawab Robert pura pura tidak mengerti.


Kerenza menggeram dalam hati, dia sangat kesal akan jawaban Robert. Jika saja bukan untuk mendapati alasan serta memikirkan perasaan Brillo Jokson yang menyayangi Robert sudah sejak dulu Kerenza menghabisi pria tua itu.


"Katakan kenapa kau lakukan semua ini? kenapa kau habisi keluarga suamiku dan juga daddy?" tanya Kerenza dengan berusaha menekan amarahnya agar tidak terbawa emosi.


Robert mengusap usap dagunya bertingkah seolah berpikir, "kenapa ya? aku juga sedang memikirkannya mencoba mengingat apa alasanya"


"Jangan membuat amarahku Robert atau aku akan melenyapkanmu sekarang juga..!" teriak Kerenza.


"Hahaha....apa yang bisa kau lakukan dalam keadaan seperti ini ha! kau tidak bisa menyelamatkan diri, yang ada kau akan aku lenyapkan"


"Ck, aku tidak bodoh yang akan menyerang terang terangan" decak Kerenza.


"Baiklah aku akan mengatakan kenapa aku melakukanya .....".


Brakk


Robert belum menjelaskan, suara pintu kamar terdobrak dan itu adalah Brillo Jokson besertak Gilmax yang menatapa Robert Hans dengan nafas yanh terengaj rengah.


Tentu saja Robert dan Alex terkejut mendapati Brillo apa lagi Gilmax sudah berada di hadapanya, situasi ini tidak sesuai ekspetasinya. Robert berpikir jika Brillo akan kesusahan untuk melawan Keitaro karena seorang diri tapi ternyata si pengikut setianya sudah kembali yang berarti jika orang suruhannya di Inggris sudah lenyap di tangan Gilmax.


"Lepaskan istriku Robert agar kau aku lepaskan!" kata Brillo dengan suara tegasnya.


"Ohh....Anakaku, kau sudah datang? cepar sekali yah...padahal aku pikir kau akan tiada di tangan Keitaro tapi ternyata pria itu tida bisa di andalkan" decak Robert di tengah kekehannya.


"Lepaskan istriku!" sentak Brillo.


Robert menodongkan pistol di kepala Kerenza, "Aku pasti akan membebaskannya, mengirimnya di neraka baru menyusul kau san anak buahmu" jawab Robert dengan seringai liciknya.


"Ck, jangan mengancam Robert! karena kau tidak tau apa yang bisa aku lakukan padamu" jawab Kerenza.


Brillo menaikan alisnya meliaht istrinya bersikap baisa saja, tidak ada rasa khawatir apa lagi takut di wajah Kerenza. Benar benar tenang seperti tidam terjadi guncangan.


"Apa yang bisa kau lakukan?"


"Seperti yang kau lakukan pada Catline dan yang lainnya" jawab Kerenza dengan seringai iblisnya.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2