BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 14


__ADS_3

Keiji masih terus saja mundur sampai tubuhnya terpentok di dinding penjara dan tidak bisa lagi melarikan diri, sedangkan Kerenza masih saja terus berjalan mendekat dengan tangan yang sudah memegang pisau cukur yang selalu setia ia bawa kemana mana.


"Jangan macam macam Alana, atau kau akan menyesalinya" Keiji masih saja bisa mengamcam di tengah kegetirannya saat ini.


Kerenza justru terkekeh saat mendengar ancaman itu " kau tau justru aku akan sangat dan sangat menyesal jika aku tidak mengahabisimu saat ini."


"Aku bilang jangan mendekat Alana." teriak Keiji dengan tangan terkibas mengusir Kerenza.


"Katakan siapa yang menyuruhmu." tanya kerenza dengan mata sudah nyalang tajam memandang Keiji.


"Aku tidak tau siapa dia Alana."


"Jangan berbohong Keiji jika kau tidak ingin mati!" bentak Kerenza.


"Aku tidak berbohong Alana, aku berkata jujur kalau aku tidak pernah bertemu dengannya."


"Jadi kau menghabisi Bryan Wate juga atas perintah dari orang yang tidak kau kenal begitu." Kerenza bertanya dengan tenang tapi penuh dengan penekanan, pisau cukurnya sudah bereka di pipi keiji dan menggores sedikit kulit itu membuag Keiji meringis merasakannya.


" Tidak, aku tidak mengahabisi orang yang kau maksud itu ALana." kawab Keiji cepat disertai ringisan ringisan kecil dari bibirnya.


"Aku bilang jangan berbohong Keiji." bentak Kerenza dengan tangan kanan yang meremas bekas luka akibat tembakan tadi di club.


"Akhhhh sakit sia**an...! bukan aku pelakunya." teriak Keiji.


"Sakit? kurasa ini tidak terlalu sakit kan Keiji?" tanya Kerenza dengan suara penuh penekanan.


Brillo hanya duduk santai menyaksikan kekasihnya melakukan pemanasan pada musuhnya. Sebenarnya ia tidak habis pikir bagaimana bisa kekasihnya punya keberanian seperti itu, tapi Brillo memeilih diam dan menunggu aksi selanjutnya.


"Lepaskan tanganmu Alana sia**n.!" teriak Keiji.


"Katakak siapa yang menyuruhmu menghabisi suami dan daddyku."


"Aku tidak menghabisi ayahmu Alana, berapa kali lagi aku katakan."


"Baik, jika memang bukan kau yang menghabisinya, lalu katakan siapa yang menyuruhmu menghabisi suamiku."


"Tidak. Aku sungguh tidak mengenalnya tapi dia mengatakan kalau aku akan di bantu oleh putrinya, dan akupun tidak mengenali wajah putrinya itu."


"Katakan siapa namanya." lagi lagi Kerenza mengarahkan pisau cukurnya kebagian wajah Keiji da kembali lagi teriakan memekakan telinga siapa saya yang mendengarnya


"Dinel."


"Dinel." ulang Kerenza dan Brillo


Sejenak Brillo mengingat satu orang, apakah yang dimaksud Keiji adalah Dinel Xiau, tapi jika demikian berarti Alex Xiau juga ikut didalam permainan ini.


Brillo memilih diam, dan tidak berkomentar tapi tidak ada yang tau isi pikiran lelaki itu. Tangannya terulur merogoh ponselnya dan mengetikan sesuatu untuk ditunjukan pada seseorang.

__ADS_1


Kerenza sudah tidak dapat lagi menahan amarahnya, karna tak kunjung mendapat informasi yang akurat, dengan cepat piasu cukur ia tancapkan di lengan Keiji dan


sertttt..


"Akhhhhhh....Sakittttttt." Keiji berterik kesakitan saat kulitnya terlepas dari tubuhnya dan menampakan tulang lenganya, darah segar mulai mengalir menetes di lantai penjara.


"Kau tau? aku sudah lama menanti momen ini, mendengar teriakan kesakitannmu saar tubuhmu menyentuh benda tajam ini." Kerenza kini benar benar berubah menjadi monster cantik, tidak ada ampun apalagi belas kasih darinya saat Keiji memohon ampun padanya.


Seolah matanya gelap, dan amarah sudah mengambil alih seluruh kesadaranya, tanpa berperasaan ia kembali mengiliti tubuh Keiji yang terus memekik kesakitan.


Brillo beranjak menuju kekasihnya, dan mengentikan aksi itu. "Sudah hentikan my love."


"Jangan hentikan aku Brillo, aku belum puas menyiksanya!" teriak Kerenza yang memberontak di dalam kukungannya.


"Tenanglah sayang, Dia pasti akan mendapatkan ganjaran yan lebih dari ini." ucap Brillo dengan nada dinginnya.


Keiji yang mendengar hal itu, kembali dirundung rasa takut, dengan sisa tenaga yang ia punya, berusaha untuk berbicara. " Bunuh aku sekarang saja dengan pistolmu, aku sudah tidak tahan." ucap Keiji yang lebih memilih mati dibandingkan tersiksa seperti ini.


"TTidak akan semudah itu! kau baru boleh mati setelah kau merasakan kesakitan yang tidak akan pernah kau lupakan, meski kau sudah berada di neraka sekalipun." Jawab Brilli yang sudah seperti raja maut saja.


"Jangan. aku mohon jangan menyiksaku lagi, bunuh saja aku sekarang!" teriak Keiji yang melihat besi yang sudah dipanaskan dipenggang oleh salah satu pengal Brillo dan berjalan mendekat kearahnya.


"Gilmax! kau pasti tau apa yang harus kau lakukan bukan." kata Brillo dan berlalu pergi membawa Krenza dalam rangkulannya.


"Baik tuan muda."


Belun sampai Kerenza dan Brillo di pintu untuk keluar, lagi lagi teriakan yang sangat memilukan keluar dari mulut Keiji tanpa henti, hingga bisa membuat siapa saja yang mendengarnya menjadi bergidik ngeri.


Kini Brillo dan Kerenza berada di pinggir kolam berenang, tepatnya mereka bersantai di gazebo yang terdapat disana.


"Bagaimana perasanmu?" tanya Brillo dengan tangan mengelus lembut pipi Kerenza dengan punggung tangannya.


Kerenza menutup mata saat meresakan sentuhan lembut dan hangat dari Brillo tapi kemudian kembali membuka matanya dan berkata. " Aku merasa lebih baik."


"Oh ya? berarti kau harus datang ke acara pembukaan peruaahaan miliku sebagaibbalas budimu nona cantik."


Kerenza terkejut mendengar perkataan Brillo. Ternyata pemilik perusahaan itu ada didepannya saat ini, dan mereka sydah bertemu lebih dulu. "Jadi kau pemilik ** Corp."


"Yes. Akulah pemiliknya."


"Tapi bagaimana mungkin."


"Bagaimana mungkin apanya? tentu saja bisa karna kenyataannya akulah pemiliknya."


"Aku tidak percaya ini."


"Kau harus percaya Love karna itu adalah kenyataan." jawab Brillo mantap.

__ADS_1


"Baiklah jika begitu aku akan datang besok, sangat tidak sopan bukan jika aku tidak memenuhi undangan orang terkaya dan terhormat seperti anda." jawab Kerenza.


"Baiklah, kau istrahat lah disalah satu kamar disini, tidak perlu kembali karna ini sekarang adalah milikmu juga "


"Bagaimana bisa kau katakan ini milikku Brillo?" Kerenza di buat tak percaya oleh perkataan Brillo.


"Kau adalah kekasihku sekarang, yang artinya millikku adalah milikmu juga."


"Tapi bag.-"


"Tidak ada pertanyaan lagi, dan segeralah istrahat." potong Brillo


Mereka masuk kedalam untuk beristrahat, samapi disana Kaisar, Hiebert,, mattew dan Catline sudah menunggu mereka disana.


"Apa sudah selesai." tanya Kerenza.


"Ya Kerenza sudah selesai, dia sudah tiada"


"Bagus. Dan kalina istrahatlah disini karna kita semua akan istrahat disini sesuai permintaan tuan rumah."


"Baik Kerenza, baik nona muda"Jawab mereka serempak.


"Mereka masuk dan mengambil kamar masing masinh, sedangkan Brillo menggiring Kerenza menuju kamar miliknya. " Itrahatlah di kamarku."


" alu kau akan tidur dimana.?"


"Disini." jawab Brillo singkat


"Bagaimana mungkin kau tidur disini sedangkan aku juga ada disini?"


"Kita akan tidur berdua love." Brillo memeluk Krenza dari belakang dan mencium pipi Kereza dan menggigit kecil daun telinga wanitanya yang membuat Kerenza meremang.


"Kau jangan macam macam denganku Brilli Jokson." tekan Kerenza.


"Tidak sayang, aku hanya ingin tidur berdua denganmu."


"Baiklah jika hanya tidur saja."


"Tentu saja, hanya tidur tapi jika kau mau kita pemanasan lebih dulu tidak apa."


Kerenza mendelik tajam memandang kearah Brillo. " ku bilang jangan macam macam."


"Hanya satu macam yaitu tidur."


Mereka pada akhirnya tidur berdua dengan posisi saling memeluk satu dengan yang lain, memberi kehangatan di tengah dinginnya AC ruangan.


Sedangkan di suatu tempat, lagi lagi seorang sedang meradang karna ternyata mereka ditipu oleh Alana, yang katanya pergi ke supermarket tapi hingga larut malam Alana tak kunjung kembali.

__ADS_1


"Sialannn! rupanya dia mau main main denganku. aku tidak akan mengampunimu Alana."


TBC


__ADS_2