BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 73


__ADS_3

"Jangan menyalahkan dia Brillo, dan aku akan menantikan hukuman apa yang akan kau berikan untukku" ucap Kerenza dengan senyum menggodanya.


"Oh my Love, kau sangat menggemaskan"


Brillo meraup bibir Kerenza dan mecicipinya dengan sangat rakus, tidak peduli dengan anak buahnya yang berekspresi macam macam, ada yang memalingkan wajahnya adan juga yang melotot melihat adegan itu ada pula yang semakin penasaran dan itu adalah kaum para jomblo tak terkecuali Hiebert walau menggurut tapi tetap di saksikan untuk dia prekatekan nanti bersama Elsa.


"Jangan melihat jika kau tidak mau matamu berpindah tempat!"


Peringatan di berikan Brillo pada anak buahnya dengan sangat tegas di selal sela ciuman mereka dan sontak saja mereka yang merasa terancam langsung berbalik badan memunggungi padangan yang sedang mencari kenikmatan.


"Sudah, jangan menyiksa Hiebert yang tidak memiliki kekasih" ucap Kerenza dan melepaskan tautan bibirnya.


"Jangan membawaku dalam kandang singa nona" gumam Hiebert pelan.


"Jaga ucapanmu Hiebert, jika kau tidak ingin benar benar masuk dalam kandang singa!! ancam Brillo yang ternyata mendengar gumaman Hiebert.


"Ya ampun telinganya tajam sekali setajam silet saja" batin Hibert mengelus dada untuk menenangkan rasa gugupnya.


"Nona muda, apa kita akan terus bertahan disini? bagaimana jika kita melanjutakn berlayar saja, mungki kita akan bertemu dengan mereka di tengah lautan!" ucap Hiebert memberi saran setelah dia bisa menguasai rasa takutnya dan di rasa keadaan sudah aman.


"Hie kau! kenapa selalu meminta pendapat istriku, apa kau lupa siapa bos yang membayarmu ha!" sentak Brillo.


Lagi lagi Hiebert hanya mengelus dadanya, ternyata pria dingin dan angkuh ini bisa posesif juga pada wanitanya dan harusnya Hiebert sudah mengetahui hal itu sejak lama, karena tidak berdekatan dengan Kerenza pun selama tiga tahun ini Brillo sudah posesif mengamanahkan Hiebert dengan penuh ketegasan dan ancaman agar Kerenza tidak terluka.


"Tuan jika kau lupa kalau aku dan nona muda yang datang mencari keberadaan tuan dan semua perintah berdasarkan perkataanya, dan jika kini aku meminta perintah dari anda maka itu akan sangat lucu, karena korban tidaklah baik memberi perintah pada penyelamat" ucap Hiebert yang secara tidak langsung mengatakan dirinya sebagai penyelamat dan Brillo harus berterimakasih karena sudah menyelamatkan dirinya.


Kerenza tersenyum mendegar pembelan dari Hiebert dan dia sangat tau jika Hiebert sedang menyindir suaminya, sedangkan manusia yang disindir hanya berdecak sebal kerena menyadari semha ucapan Hiebert memang benar, jika rencana dari awal tidak ada dirinya bahkan rencana di buat untuk menemukan dirinya.


"Sudaj jangan di bahas lagi, kita mungkin akan berlayar saja" putus Kerenza.

__ADS_1


Tapi baru saja ucapan Kerenza terputus seirang pengawal mengatakan "ada kapal nona muda dan itu kapal tiga" ucapnya.


Mereka semua mengalihkan pandangan dan benar saja dari arah yang masih sangay jauh di tengah laut kapal yang mereka kenal sebagai kapal yang di gunakan anaka buahnya melaju menuji ke arah mereka, namun ada yang salah dari penglihatan mereka, kapalnya terisi banyak orang dengan pakaian yang rapi bahkan ada beberapa yang mengenakan jas mahal.


"Sial, ada salah sepertinya!" unpat Kerenza.


"Cari tempat aman!" titiah Brillo.


Mereka semua berpencar mencari tempat persembunyian, karena belum begitu jelas siapa yaang mengambil alih kini kapal itu, yang jelas jika mereka melihat bukan hanya anak buahnya yang ada disana tapi ada beberapa yang bertambah dengan pakaian yang bagus.


Lima belas benit merak bersembunyi dan akhirnya kapal yang mereka tunggu sejak tadi menepi dan memperlihatkan beberapa orang di atas kapal yang tak lain ternyata Gilmax dan dan Mattew beserta anggota pengawal kainnya termasuk yang selamat dari ledakan pesawat tenpo Hari.


"Ckck, dia rupanya yang datang! kalau tau dia untuk apa aku bersembunyi" decak Brillo.


"Kita hanya berjaga kaga dari segala kemungkinan sayang, sudah ayo keluar" ajak Kerenza.


"Tapi tunggu bagaimana mereka berpakaian seperti itu?" tanya Brillo dengan kening yang mengerut dalam.


"Nona muda!" seru Gilmax, "diaman tuan muda? apa kalian menemukannya?" tanya Gilmax pada semua yang ada disana termasuk Hiebert yang sudah keluar setelah melihat siapa yang datang.


Semua diam, tidak ada yang menjawab termasuk Hiebert yang menyerahkan sepenuhnya pada Kerenza untuk menjawab, dan mungkin mereka menunggu Hiebert yang menjawab.


Sementara Gilmax menjadi sangat geram karena tidak ada yang menjawab pertanyaan yang dia lontarkan, dia sudah sangat gila


memikirkan tuan mudanya selama beberapa hari dan kini semakin menjadi saat mendapati nona mudanya tidak bersama Brillo tuannya.


"Hei kalian jawab aku! diamna tuan muda!" bentak Gilmax yan sudah melupakan rasa hormatnya di hadapan Kerenza.


"Kau jangan diam saja, beri tau aku diaman tuan muda!" bentak Gilmax menunjuk ke arah Hiebert.

__ADS_1


"Nona beri tau aku dimana tuan muda berada!" teriak Gilamx di hadapan Kerenza.


Gilmax yang sudan tidak bisa mengotrol emosinya spontan tidam bisa juga mengotrol ucapnya, "kalian semua tidak berguna!" bentaknya kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Tujuannya kini adalah hutan, dia ingin mencari keberadaan tuan mudanya, sungguh dia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri jika tiak menemukam tuan mudanya dan bisa di pastikan dia tidak akan pergi dari tempat itu jika tidam bersama Brillo, tapi baru saja dia berbalik suara bariton yang sangat dia kenali mengudara memenuhi gendang pendengarannya.


"Berani sekali kau membentak istriku Gilmax!" seru Brillo dengan suara dingin tapi lantang dan tegas.


Sontak suara itu berhasil memutar balikan badan Gilmax dan kini dia bisa melihat dengan jelas orang ingin dia temukan berdiri dengan gagah di depan nya tidak jauh dari tempatnya kini.


"Tuan muda!" seru Gilamx.


Dengan cepat Gilamx berjalan dan bersimpuh dia hadapan Brillo membuat semua terkejut dengan tindakan Gilmax tak terkecuali Brillo sendiri yang ikut terkejut mendapati kesetiaan bawahannya yang tidak perlu lagi di pertanyakan.


"Ampuni aku tuan muda! aku tidak bisa melindungimu bahkan aku begitu tidak berguna karena tidak bisa menemukan keberadaanmu berhari hari, aku aku tidak berdaya tuan muda" ucap Gilmax menunduk penuh penyesalan.


Brillo menarik napasnya dan menghembuskannya dengan kasar, benar benar tidak habis pikir Gilmax merasa seperti itu, padahal keadaan mereka dalam bahaya dan harusnya mereka menyelamatkan diri masing masing, dan yang dilakukan Gilmax sudah lebih dari cukup.


"Jangan merasa bersalah, itu bukan salahmu dan lihatlah aku tidak apa apa" ucap Brillo dengan menyentuh bahu Gilmax dan menuntunya agar bida berdiri.


"Sungguh anda tidak apa apa tuan?" tanya Gilmax.


"Sungguh" jawab Brillo, "tapi aku tidak bisa menerima kau yang membentak istriku!" ucap Brillo dengan nada yang kembali tegas.


"Aku siap meneriman hukuman apapun tuan" jawab Gilmax dengan wajah datarnya.


"Baiklah tapi setelah kita kembali dan dampai di kota" ucap Brillo dan pergi menuju istrinya dan kembali menaiki kapal untuk pulang.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2