BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 12


__ADS_3

"Apa penting untukmu.?"


"Katakan siapa kau.!" sekali lagi Kerenza bertanya dengan mata nyalang tajam kearah Lawan.


"Tidak perlu kau tau! Yang pasti dia adalah, sandraku dan kau jangan menghalangi aku untuk membawanya" jawabnya kemudian bangkit berdiri hendak pergi dari sana.


Tapi perketaan kerenza menghentikannya. "Serahkan dia padaku baru kau boleh pergi dari sini!" ucap Kerenza dengan tangan sudah terulur kedepan tepat di pelipis pria itu saat melewatinya memegang pistol dan diarahkan pada lawannya.


Seketika semua bawahan saling menodongkan senjata untuk melindungi bos mereka baik pasukan Kerenza maupun pasukan Lawan.


"Turunkan senjata anda nona." titah Gilmax dengan pistol yang ia todongkan di tenguk Kerenza, sedangkan Kaisar dan Catline menodongkan pistolnya di pelipis kiri dan tengkuk Gilmax, dan seterusnya seperti itu saling mencari peluang untuk melumpuhkan lawan.


Pria bertopeng itu terlihat sangat santai saat merasakan benda panas itu menempel di pelipisnya, dengan senyum yang tersembunyi di balik topeng ia pun berkata. Jangan mengancam dan mengaturku nona, atau kau akan menyesalinya!" ucapnya penuh penekanan.


"Aku tidak akan menyesali perbuatanku ini jika aku bisa mendapatkan buruannku" ucap Kerenza tidak kalah dinginnya.


Sedangkan Keiji yang melihat situasi yang sedang menengangkan, menjadikan ia mengambil kesempatan untuk melarikan diri, dwngan gerakan perlahan ia mengulurkan tanganya untuk menatik pistol di belakang punggungnya, tapi sayang.


Dorr...


"Akhhhhh....!"


Keiji kalah telak pergerakanya, belum sempat menarik pistonya, dia sudah lebih dulu ditembaki lengannya oleh Kerenza.


"Jangan coba coba untuk bergerak Keiji jika kau masih sayang akan nyawamu!" ucap Kerenza dan saat ia akan kemabali pada sasaran awal, Kerenza di sambut dengan Pistol yang terarah tepat di keningnya.


"Bagaimana nona?" kau menyelamatkan orang yang menjadi mautmu." ucapnya dengan senyum licik di balik topengnya.


"Kerenza." Hiebert Kaisar, dan Catline memanggil secara bersamaan dan ingin menyelamatkannya.


"Jangan ada yang bergerak atau bos cantik kalian ini akan habis di tanganku."


Mereka kembali mematung, dan kembali pada posisi semula, tidak ada yang berani medekat karna Kerenza swkarang berada di posisi terjepit.


Sedangkan Keiji masih meringis menahan sakit di lengannya. " kalian semua berani mencari perkara denganku.! kalian akan menyesal jika Keitaro mengetahui hal ini." ancam Keiji.


Tidak ada yang menjawab karna saat ini, semua orang masih saja sibuk mencari dan memberi perlindungan sesama sekutu.


"Kau mau mendapatkan Keiji nona cantik?" tanyanya dan Kerenza hanya diam menanti kelanjutannya. " Bisa saja aku meberikannya padamu, tapi ada harga yang harus kau bayar padaku." dengan santainya ia berkata dan berputar mengelilingi tubuh Krenza dan jangan lupa pistol yang masih bertengger di seputar kepala Kerenza.


"Katakan."

__ADS_1


"Kau harus bisa mengalahkanku. kita bertarung dengan tangan kosong, jika kau bisa mengalahlanku maka bawalah dia dan eksekusi sesukamu, tapi jika tidak, kau akan menjadi tawananku." sengyum licik sudah terpatri di sudut bibirnya karna ia yakin kali ini dirinya akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus


"Baik saya terima!" jawab Kerenza dengan tegas yang membuat para anggotanya terkejut bukan main, terkecuali Hiebert yang sudah tau akan apa kelanjutan dari pertarungan ini.


"Apa yang kau katakan Kerenza!" teriak Catline dan Kaisar bersamaan.


" angan lakukan itu nona Krenza." Mattew ikut menimpali, tidak ingin jika orang sangat berkasa padanya terluka, dan mungkin lebih baik jika dirinya yang menggantikan posisi Kerenza melawan musuhnya


"Apa kalian tidak dengar, kalau nona kalian ini menyetujui permintaanku."


"Dasar pecundang! kenapa kau meminta dilawan oleh perempuan ha! lawan aku jika kau bisa." teriak Kisar dan Mattew tidak kalah geramnya. "Benar. Lawan kami jika kau mau tapi jangan nona muda kami."


"Ohhhh,,,, kesetiaan yang sangat luar biasa, kalian memang pengikut yang setia, bagaimana jika aku membayar kalian tiga kali lipat dari bayaran yang dia berikan pada kalia, untuk menjadi pengikutku." tawarnya.


"Kau tidak bisa membeli kestiaan kami bren**ek.!" teriak Catline.


"Kau tidak akan bisa membeli harga diri mereka dengan uangmu tuan!" seru Kerenza dengan senyum mengejek di balik topengnya.


"Sekarang mari bertarung, jangan kau menawarkan sesuatu yang tidak akan kau dapatkan."


"Jangan nona Kerenza, biar aku saja" cegah Mattew.


"Diamlah Mattew atau aku akan menghabisimu juga" titah Kernza yang sudah mulai mengambil ancang ancang dan posisi untuk bertarung


Adu jotos tidak bisa lahg di elakan dan bahkan tidak bisa lagi di hentikan, seluruh anak buah hanya menajdi penonton dengan posisi tetap sama seperti sebelumnya.


Serangan demi serangan beruntun dari Kerenza mulai dari serangan kedua tangan hingga serangan dengan kedua kakinya di layangkanya tapi dengan sigap pun lawan menangkis setiap serangan itu dengan santainya.


Setengah jam peryempuran berlangsung hingga Kerenza merasa muli kelelahan karna masih belum melumpuhkan lawannya, dan hal itu justru dijadikan kesempatan untuk melumpuhkan Kerenza.


Hap.


Kerenza sudah tidak berkutik lagi, saat kedua tanganya di pelintir kebelakang dan lehernya di tekan di depan dada sehingga dia tidak bisa lagi membebaskan diri apalagi untuk menyerang.


"Bagaimana nona? apa kau bisa lepas dari cekamanku" tanyanya tepat di telinga Kerenza yang beruap bisikan.


Kerenza masih tidak bisa terima kekalahanya, ia terus meronta mencoba untuk melepasakb diri dan


"Akhh." Kerenza meringis kesakitan saat tangannya semakin kuat di cekap di belakang


"Jangan banyak bergerak jika kau tidak ingin kesakitan nona cantik."

__ADS_1


"Lepaskan sia**n." pekik Kerenza.


"Aku akan melepasaknmu jika kita membuat kesepakan sesuai dengan perjanjian kita nona."


"Katakan apa yang kau inginkan."


"Pertama tama, suruh anak buahmu yang setia itu untuk menurunkan senjata mereka."


"Turunkan senjata kalian sekarang" titah Kerenza dan mereka pun mengikutinya.


"Sekarang lepaskan aku."


"Tidak semudah itu nona, kau harus memenuhi permintaaku yang lain."


"Kau memerasku." tanya Kerenza dingin.


"Anggap saja begitu. Dan untuk kalian jangan ada yang ikut campur jika tidak ingin nyanya bos kalian dalam bahaya."


"Katakan apa lagi,"


"Kau harus menjadi wanitaku" seringai licik tercetak jelas disudut bibirnya.


"Jangan mimpi kau! aku tidak akan menjadi wanitamu."


"Sayang sekali ya, padahal jika kau menerima tawaranku maka kau bisa mengambil buruan kita."


Kerenza terdiam memikirkan tawaran itu, tentu saja itu tawaran yang sangat diinginkan karan bisa mendapatkan Keiji dan membalaskan dendamnya, tapi ia juga tidak mau menjadi wanita lelaki lain selain suaminya dulu.


"Bagaimana nona? apa kau terima tawaranku." tanyanya.


"Itu tidak mungkin, karna aku sudah bersuami."


"Jangan berbohong nona, kau tidak bisa membodohiku dengan itu, Jika pun kau sudah bersuami maka itu tidak jadi masalah bagiku, kita bisa bertemu jika suamimu tidak ada."


"Aku tidak bisa menghianati suamiku!' bentaknya.


"Jadi kau tidak mau dengan tawaranku dan membiarkan targetmu menjadi sandraku."


Tidak ada jawaban dari Kerenza, diam sejenak dan mencoba menimbang tawaran itu, hingga akhirnya memututuskan untuk menerimanya.


TBC

__ADS_1


Mohon LIKE, KOMENT, VOTE, RATE DAN BERI HADIAH terelebih lagi masukan dalan daftar FAVORIT, agar tau jika up setiap episode


__ADS_2