
"Kenapa lama sekali kapal ini sampai!" gerutu Kerenza.
Hiebert hanya diam mendengar semua keluhan dari Kerenza, dia sebenarnya mengerti akan apa yang dirasakan karean sebenarnya dia pun sama tidak sabarnya tapi dia masih mampu menguasai perasaanya, mungkin berbeda dengan Kerenza karena wanita itu mencari suaminya dan Hiebert hanya seorang bawahan saja.
"Hiebert apakah kita masih lama!"
"Tunggulah dua puluh menit lagi kita akan sampai di sana" jawab Hiebert.
Lagi lagi Kerenza berdecak sebal, kenapa wakti seakan mempermainkan mereka serasa waktu sangatlah lama berputar, padahal manusianya yang tidak memiliko kesabaran untuk cepat sampai.
"Tunggulaj Kerenza! kita semua akan sampai jadi bisakah kau lebih tenang!" ucap Hiebeer yang ikut berdecak sebal.
"Hei! bagaimana ada bawahan seperti dirimu!" sentak Kerenza.
"Ck, jangan percaya diri seperti itu!" balas Hiebert tak kalah ketusnya.
"Jangan lupa Hiebert kau adalah bawahan dam pelayan setiaku!" ucap Kerenza penuh penekanan.
"Dan kau juga jangan lupa Keren pada siapa aku mengabdi dan siapa yang aku layani! jika kau lupa maka ku ingatkan kembali, aku setiap ada tuan muda Brillo Jokson sejak dulu hingga kini!" ucap Hiebert tak kalah menekankan ucapannya.
"Ck, menyebalkan sekali kau ini!" ketus Kerenza.
Kerenza tidak mau lagi berdebat, karena sudah benar jika Hiebert adalah pelayan Brillo Jokson, bahkan perjumpaan mereka pun adalah hasil rekayasa Hiebert atas perintah Brillo suaminya dan itu sudah cukup membuktikan kesetiann Hiebert terhadap suaminya.
Kapal sudah mendekati tepian laut, Kerenza yang tidak sabaran langsung melompat turun dan kakinya sempurna menginjak pasir pukqu itu, "kalian tetap lanjutkan berlayar, dan yang llin akan ikut berpencar mencari kwberadaan suamiku di dalam hutan!" titah Kerenza memberi aba aba siapa yang akan melanjutkan perjalanan dan siapa yang akan bersama dengan mereka.
"Baik nona muda!" jawab mereka serempak.
"Dari mana kita akan memulai Hiebert?" tanya Kerenza setelah dia mengadarkan tatapnnya ke dalam hutan, tidak ada keraguan sama sekali di dalam sorotan matanya, melainkan rindu dan tekat yang terpancar disana.
"Mulai dari sini, kita akan melakukqn pencarian mulai dari sini" ucap Hiebert, "Dengar! kita akan melakukan pencarian mulai dari tempat kita beridiri!" ucap Hiebert.
Mereka mulai mengayunkan langkah memasuki hutan yang rumputnya luar biasa lebat, semakim dalam mereka masuk semakin terasa gelap dan terasa kesunyiannya.
"Brillo Jokson....!!" panggin Kerenza dengan teriakan yang sangat nyaring.
"Kalian! kearah selatan, dan kalian bertiga ke arah utara dan kalian bertiga ke arah barat, dan sisianya akan ikut dengan kami menyusuri jalanan mengarah ke timur dan kita akan kembali pada tempat kita yang semula!" titah Hiebert dan langsung berpencar sesuai denvan arahan.
"Tuan muda.....!" panggil salah satu pengawal yang mencari dari arah lain.
"Brillo Jokson...!"
Mereka terus berpencar mencari dan sesekali teriakan menggema terdengar secara bersahutan dari anak buah yang mencari kesisi lainnya.
Sementara di dalam kediaman rumah Brayen Wate , kehebohan sedang terjadi karena kedatangan Robert Hans yang tiba tiba ingin menemui Kerenza dan Brillo seolah dia tidak mengetahui apa pun yang terjadi pada Brillo.
"Dimana menantuku?" tanya Robert.
"Maaf tuan, bukankah ini waktunya orang bekerja? begitu juga dengan nona muda yang sedanh berada di kantor untuk bekerja" ucap Maydeline dengan tenang.
Robert menapat Maydeline dengan tatapan membunuhnya, dia tidak suka dengan orang orang yang bersikao menantang dan tidak ada rasa takut sama sekali padanya, dan terlintas ide dalamn benaknya untuk menaklukan lagi wanita itu agar mau menjadi pengikutnya sama seperti yang dia lakulan dulu pada Catline.
Senyum licik tercetak dengan jelas di sudut bibirnya, ini benar benar akan menguntungkan dirinya jika mengumpulkan orang orang berani dan kuat seperti mereka ada di pihaknya maka melawan Kerenza tidak akan susah lagi.
__ADS_1
"Senyumanmu seperi iblis tuan, tapi tetap menawan" ucap Maydeline Robert berubah masam dan marah, hingga jari jari nya membuat kepalan kuat menahan amarah.
"Tuan Robert, tuan Alex!" seru Kisar yang baru saja datang dari dalam kamarnya.
Di belakangnya ada Catline yang mengikutinya, dan Catline sangat terkejut melihat dua pria itu, terlebih pada Alex yang sudah menyandra keluarganya, tapi sebisa mungkin dia menetralkan perasaannya sesuai dengan perkataan Kaisar padanya.
"Oh, kau! dimana menantuku?" tanya Robert dengan senyum yang dia buat sehangat mungkin.
"Kerenza sudah berangkat ke kantor tuan, banyak pekerjaan yang membuat dia harus kerja ekstra"
"Lalu kenapa dirimu tidak?" tanya Robert penuh selidik.
"Maaf jika tuan lupa, saya memiliki kupoksi sendiri dalam perusahaanz dan jika anda bertanya saya kenapa belum berangkat maka jawabannya adalah ini masih pukul tujuh pagi" ucap Kaisar.
"Ah kau benar, ini masih terlalu pagi lalu dimana Brillo Jokson?" tanya Robert
"Apa anda tidak tau tuan? bukankah tuan muda Brillo Jokson kecelakaan pesawat yang meledak di udara tiba tiba aibat bom yang dj berikan oleh seorang penghianat!" ucap Kaiswr tapi tatapan matanya mengarah pada Alex.
"Lalu bagaimana keadaanya? apa sudah ada perkembangan?" tanya Robert dengan khawatir.
Semua yang ada disana, mengepalkan tangan dengan kuat, mencoba menahan amarah yang mulai mengambil alih kesadaran mereka, percaya atau tidak sebagian dari mereka sudah menaruh curiga terhadap dirinya sebagai dalang dari kecelakaan itu.
"Kabar apa yang anda mau tuan? kematian atau kabar baik?"
"Hei! jangan ucapanmu anak muda!" sentak Alex.
"Tidak ada yang salah tuan Alex, saya bertanya kabar apa yang dia mau? jika kabar gembira maka kami tidak punya karena apa? sudah jelas kalian tau tidak akan ada yang selamat dalam kecelakaan seperti itu" ujar Kaisar tanpa rasa takut sedikitpun pada Alex yang melayangan tatapan permusuhan padanya.
"Sudah, kira berdoa semoga semua baik baik saja, dan aku akan menemui Alana di kantornya" ucap Robert.
"Anna! kau kah itu?" tanya Robert.
"Benar tuan, ini saya" jawab Anna.
"Kau sudah kembali? tapi kenapa tidaak lama?" tanya Robert.
"Karena pelayanan dan pengabdianku pada kekuarga tuan besar Brayen Waten tuan Robert" jawab Anna dengan sopan.
"Baiklah, saya haru pergi"
"Ingat sayang, jangan sampai kau termakan dengan ancaman Alex, percayalah aku akan menyelamatkan keluargamu tapi tetap kumpulkan semua bukti kejahatan mereka" ucap Kaisar pada Catline setelah tamu tak di undang pergi meninggalkan mereka.
"Baiklah"
Mereka menuji meja makan untuk memulai sarapan, "May bisakah kau membantuku?"
"Apa yang kau inginkan?"
"Bisakah kau memcari tau dimana keberadaan keluarga kekasihku? aku yakin hanya kau yang bisa membantuku saat ini"
Kaisar meminta pertolongan pada Maydeline dan dia berharap wanita itu mau membantu dirinya menemukan keberadaan keluarga kekasihnya agar rencana selanjutnya bisa mereka jalankan.
"Untuk apa aku membantu penghianat?" sinis Maydeline.
__ADS_1
"Sayang aku pergi dulu" ucao Catline yabg tidak ingin percakapan keduanya terdengar oleh alat penyadap yang dia miliki.
Catline berlalu pergi meninggalkan meja makan, tujuannya kini adalah kantor milik Kerenza dan dia berharap disana dia bisa menemui Alex agar bisa menanyakan keberadaan keluarganya yang sandra oleh Alex.
"Kau harus membantuku menemukan keluarga kekasihku jika kau mau menangkap musuh nona mudamu May!" ucap Kaisar dengan suara datarnya.
"Tentu saja aku akan membantu, dan aku sedang menunggu peluang besar yang akan menghampiriku!" ucap Maydelien dengan senyum misterius membingkai bibirnya.
Sementara Kisar menautkan alisnya melihat perubahan Maydeline yang tiba tiba saja berubah, dia tidak mengerti kenapa wanita itu tiba tiba mau membantunya, padahal baru beberapa menit yang lalu dia menolak.
"Kenapa tiab tiba?"
"Dasar bodoh! bukankah kekasihmu bisa menyadap pembicaraan kita? dan kau mau rencana kita ketahuan begitu? jangan lupa itu Kaisar dan aku sedang menunggu kesempatan yang akan menghampiriku" ujarnya.
"Kesempatan?"
"Ya, dan kekasihmu yang akan menjadi jalanku untuk bekerja sama dengannya"
"Jangan bilang kau ingin bekerja sama dengan Alex untuk menyingkirkan Kerenza! jangan pernah bermimpi untuk itu!"
Kaisar menggebrak meja karena tersulut emosi mendengar perkataan Maydeline yang ingin bekerja sama dengan musuh Kernza.
"Ck, jangan semakin bodoh Kaisar! dan kau diam saja karena aku pastikan akan mendapatkan pelaku dan juga keluarga Catline" jawabnya kemudian berlalu pergi meninggalkan Kaisar yang masih berpikir keras.
"Percaya saja padanya" ujar Anna yang ternyata masih berada disana.
"Baiklah, dan aku berangkat"
Di perusahaan BW Group, sesuai dugaan Catline dia bertemu dengan Alex di tempa biasa mereka bertemu jika ingin menyampaikan informasi atau semacamnya.
"Tarik wanitan pemberani itu agar menjadi sekutumu menghabisi Alana"
Catline menyunggingkan senyuk sininya, wajahnya angkuh menantang Alex "maaf tapi aku tidak berminat menarik orang lain untuk berhianat!" tegas Catline.
"Kau mau aku menghancurkan keluargamu!" geram Alex.
"Lakukanlah! maka saat ini juga aku akan mengatakan siapa yang menjadi musuh Kerenza, dan kau jangan mengancamku dengan peledak yang ada di dalam tubuhku ini karena ada barang bukti yang jauh lebih kuat dari sekedar mulutku, dan aku pastikan tidak akan matahari terbenam di hari kematianku, maka Kerenza akan menangkap dirimu!"
Alex semakin geram mendengar perkataan wanita didepannya ini, ternyata dia tidak bisa di remehkan dan kesalahan terbesar Alex adalah membiarkan Caroline mengawasi wanita yang kini berani mengancamnya.
"Katakan apa maumu?" tanya Alex dengan geram.
"Katakan dimana keluargaku!"
" Aku sudah mengatakan mereka baik baik saja, dan kau tidak perlu tau dimana mereka, cukup kau tau kabar baiknya saja"
"Tapi aku membutuhkan bukti tuan! dan saya tidak butuh omongan anda saja! jika kau tidak mengatakan dimana keluargaku maka tidak masalah, kau berusahalah menaklukan wanita itu, tapi aku beri tau padamu dia tidak meniliki keluarga dan dia juga tidak butuh uang!" tegas Catline kemudian pergi meninggalkan Alex yang mengepalkan kedua tangannya.
"Semoga saja dia mau memenuhi sayaratku" batin Catline.
"Dia mengancamku tuan! dan syaratnya hanya keluarganya di bebaskan" ucap Alex setelah panggilan terhubung.
.
__ADS_1
TBC