
" Yes my love."
Brillo menjawab gumaman Kerenza yang membuat wanita itu semakin terkejut bukan main, seolah jika Kernza memanggil pria yang ada di hadapannya itu.
" Erland."
Sekali lagi Kerenza menyebut nama itu, memastikan pendengarannya bahwa dia tidak salah mendengar Brillo menjawabnya.
" Yes love ada apa.?
Kembali Brillo menjawab penaggilan Kerenza, mungkin sudah waktunya Kerenza tau akan siapa dirinya, karena jujur dia sudah sangat merindukan Kerenza.
Menjalanjan rencana untuk mengikat Kerenza dengan cara liciknya, pasti akan ada imbas ke depan jika Kerenza mengetahui siapa dia, dan busa saja parahnya jika Kerenza tau dari orang lain.
"Kenapa kau selalu menjawab."
" Karena aku menjawab panggilan dari kekasihku."
" Apa maksudmu."
Kerenza sebenarnya sudah menerka nerka, bahkan pikirannya sudah mengklaim Brillo adalah kekasih hatinya yang menjadi alasana mengapa dia menjadi seperti sekarang.
Tapi tidak berani, Kerenza tidak berani mengatakan.
Takut, terlalu takut jika ternyata itu hanya tebakannya, takut jika ternyata Brillo hanya mengerjainya yang pada akhirnya akan membuat dia kecewa akan kenyataan.
" Ku rasa kau tidak sebo**h itu love, kau pasti tau kenapa."
" Jangan bilang jika kau adalag Erland Hans kekasih hatiku."
" Katakan lah seperti itu."
Tidak ada sahutan dari Kerenza, diam dan keheningan mengambil alih kamar wanita itu, dan hal itu membuat Brillo bertanya tanya akan ekspresi kekasihnya.
" Buahahahahaha."
Kerenza tertawa keras mendengar perkataan Brillo, sebenarnya dia hanya ingin menetralkan degupan jantungnya yang mendadak bergemuruh.
Tidak tau harus bereaksi seperti apa, tidak tau harus menanggapi seperti apa, hingga akhirnya Kerenza tertawa menghadapi kenyataan yang mengejutkannya.
Brillo mengerutkan keningnya mendapati reaksi Kerenza yang seperti itu, dia tidak mengerti kanapa ekspetasi yang dia bayangkan tidak seperti kenyataan yang sekarang ini.
" Kenapa kau tertawa love."
__ADS_1
" Karena leluconmu." jawab Kerenza yang masih saja tertawa bahkan sampai matanya berair karena terlalu keras tertawa.
" Apa yang lucu? aku mengatakan yang sesungguhnya."
Brillo masih berusaha meyakinkan Kerenza, bahkan kini wajahnya terlihat semakin serius.
" Ini aku, Erland nya Alana my Angel."
Brillo menyenbutkan kata manis yang duly selalu dia ucapakan jila menyebut nama Alana, menyematkan My Angel yang artinya Alana adalah malaikatnya.
Kerenza terdiam mendengar panggilan Brillo padanya memang benar adanya jika kata itu hanya Erland lah yang selalu memanggilnya dengan tambahan nama di belakangnya
" Kenapa kau menyebutku seperti itu."
" Karena kau adalah malaikatnya Erland, malaikat yang datang saat Erland merasa sangat terpuruk." jawab Brillo lantang.
Memang benar jika itulah alasan mengapa Brillo selalu menyematkan kata itu jika memanggil Kerenza karena wanita itu hadir di hidupnya saat dia berada di saat saat terpuruk karena harus kehilangan sosok ibu san kekasihnya dulu.
Ibu yang sangat menyayanginya, walau kenyataan menampar dirinya jika ternyata itu bukanlah ibu kandungnya tapi hanya seorang wanita yang memiliki cinta kasih tulus dan mau merawatnya layaknya anak kandungnya.
" Katakan!" pinta Kerenza dengan tegas.
Brillo mengerutkan keningnya tidak paham akan permintaan Kerenza, apa yang mau di katakannya.
" Aku tidak mengerti apa."
Kerenza menarik napasnya dan mebuangnya dengan kasar, dia harus bisa mengontrol perasaanya untuk meminta penjelasan.
" Jelaskan padaku kenapa kau menagku Erland kekasihku, suamiku dan separuh hidupku."
" Karena aku memang dia suamimu, kekasihmu dan separuh hidupmu."
Brillo menjawab dengan mantap dan mengulang kata Kerenza tentang suaminya.
" Hentikan leluconmu Brillo, lebh baik kau pergi saja jika kau hanya membual, padahal kau tidak perlu mengaku sebagai dia karena toh sekarang aku adalah kekasihmu." teriak Kerenza tepat di hadapan Brillo.
" Tapi aku tidak membual! aku Erland Hans yang kau anggap tiada selama tiga tahun ini."
" Bagaimana bisa." lirih Kerenza yang sudah mulai lemah, air matanya menetes membasahi pipinya untuk yang pertama kalinya lagi setelah tiga tahun mengering.
Kerenza sadar jika ternyata dia masih sangat lemah jika membicarakan Erland, karena ternyata separuh hati dan jiwanya masih terpaut akan nama itu.
Brillo mengusap pipi Kerenza yang basah, dia sadar dan tau betul jika ternyata wanitanya sangat rapuh karena dirinya, lemah karena dia dan hal itu membuat Brillo sangat sakit dan perih.
__ADS_1
Menggiring pelan Kereza dan mendudukannya di ranjang, kemudian meraih jemari kerenza dan mengusapnya kemudian mengecup lembut dan terbenam sebentar disana.
Brillo mau meresapi kegiatan yang dia lakukan itu, rasanya sudah sangat lama tidak seperti ini dan karena memang sudah lama bukan Brillo tidak menikmati moment seperti ini.
Sementara Kerenza hanya diam memperhatikan semua yang di lakukan Brillo padanya dan bahkan dia menikmati hal itu karena sesungguhnya dia merasa sangat nyaman dengan semua itu.
Masa dimana dulu kisah romantis dan mesrah mereka saat dulu masih jadi pasangan, saat dulu belum ada bencana yang merenggut dan memaksa mereka untuk berpisah selama ini.
" Apa kau mau mendengar semuanya?" tanya Brillo lembut sembari mencium kening Kerenza lembut dan Kerenza memejamkan matanya menerima kecupan itu.
" Katakan."
" Kau mau mendengarkan semuanya, atau hanya sebagian saja." goda Brillo yang merasa keadaan mereka terlalu hening dan tegang.
" Ck, jangan bermain main Brillo!" ketus Kerenza " cepat katakan semuanya padaku."
" Baiklah, aku harus memulai dari mana my Angel? terlalu panjang dan lama jika di mulai dari awal." kata Brillo yang kini mengubah panggilanya seperti tiga tahun yang lalu.
" Semuanya, katakan semuanya padaku" desaj Kerenza " Tidak peduli selama apapun itu, yang aku mau kau mengatakan semuanya padaku." lanjutnya.
"Baiklah, dengarkan aku baik baik angel, aku mengatakan semuanya padamu."
Brillo menarik nafasnya dalam sebelum akhirnya dia mulai mengatakan dan menceritakan semua dimulai saat hari pernikahan mereka.
Flashback....
Pernikahan antara Kerenza Alana Wate berlangsug di sebuah Danau yang menjadi tempat mereka jika ingin berdua, pernikahan berlangsung hingga pada acara pengucapan janji suci antara keduanya.
Tapi bencana yang tidak pernah terduga datang dengan begitu cepatnya menghancurkan acara sakral dan bahkan sasarannya adalah mempelai prianya.
Dor dor dor...
Bunyi ledakan senjata api dari segerombolan orang orang yang tidak dikenal menghancurkan tempat itu setelah janji suci terucap dan pengantin lelaki.
bugh bugh teng teng..
Baku hantam bahkan suara pedang berbaur menjadi satu saat anggota dari Erland Hans memberi perlawanan, bahkan Adam sang asisten juga tidak tinggal dian dan tetap menjadi temeng untuk melindungi Tuanya.
Erland yang merasa dirinya adalah target utama mereka berusaha untuk memberi perlawanan dan melindungi Kerenza yang saat itu masih menjadi sosok wanita yang anggun dan tidak tau menau akan ilmu bela diri dan persenjataan.
Beberapa menit bakun hantam terjadi, anggota Hans sudah terkapar tak berdaya karena dikalahkan oleh segerombolan geng tidak dikenal itu.
Erland sendiri hilang tak tau kemana bersama Adam sang Asisten, dan sebagian yang lain di hempas dan di ceburkan kedalam danau itu.
__ADS_1
TBC