BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 108


__ADS_3

Kecemasan terlihat di wajah Gilmax walau dia berusaha tetap tenang namu kecemasan tidak bisa di sembuyikan olehnya dan Brillo yang jeli akan situasi bisa langsung paham jika ada hal penting yang akan di katakan Gilmax dan sudah pasti itu adalah masalah.


"Love, kau tunggulah dulu, aku ada bahasan dengan Gilamx" ucap dan mencium bibir Kerenza dengan singkat.


Kerenza mengangguk tapi tatapan matanya tidak lepas dari dua orang pria dewasa itu, Kerenza tidak bodoh dalam menilai situasi dan di tau jika ada masalah yang mereka bahas.


"Katakan!"


Brillo langsung meminta Gilmax mengatakan apa yang terjadi setelah bokongnya sudah menyentuh kursi kebesarannya.


"Ada masalah dengan pembangunan perusahaan kita di Inggris tuan muda, sepertinya ada yang sengaja menyabotase semua bahan bangunan membuat banguannya roboh dan memakan korban jiwa"


Brillo terkejut mendengarnya, dia mengepalkan kedua tangannya karena sudah ada yang berani mengganggu bisnisnya dan parahnya lagi mengakibatkan korban jiwa.


"Pergilah Gilmax! pastikan kau menemukan pelakunya"


"Baik tuan muda"


"Apa tuan mencurigai sesuatu?"


"Untuk itu aku menyuruhmu pergi"


"Baik tuan muda, saya akan menangkap siapa pelakunya. Tapi maafkan saya jika harus melenyapkannya di sana"


"Lakukan saja, segerahlah berangkat!" titah Brillo yang di jawab anggukan oleh Gilmax.


"Ada apa Brillo?"


"Tidak ada love, hanya ada masalah perusahaan sedikit dan Gilmax yang akan mengurusnya" jawab Brillo dengan senyum indahnya.


"Baiklah dan kau berhati hatilah"


Brillo pergi bekerka setelah berpamitan pada Kerenza dan setelah itu pergi mengemudikan mobilnya sendiri karena Gilmax yanga sudah pergi menuju Inggris.


Keitaro sangat senang karena kini satu orang sudah bisa dia buat pergi meninggalkan Brillo untuk mengurusi masalah yang sudah di sebabkan oleh anak buahnya dan dia yakin jika Gilmax akan kesusahan untuk mencari keberadaan anak buahnya.


"Hahaha.... Gilmax pergi dan sekarang giliran yang lainnya" ucap Keitaro saat mendapatkan laporan dari Louis mengenai kepergian Gilmax pagi pagi sekali.


"Apa kita akan mengaukan sasaran berikutnya bos besar?" tanya Louis.


"Tunggu Gilmax sampai, baru jalankan rencana berikutnya" jawab Keitaro.


"Baik bos"


"Bagaimana dengan penyusup di kediaman mereka?"


"Susah berhasil masuk sebagai penjaga bos"

__ADS_1


"Hahaha..... bagus bagus, kau memang bisa di andalkan Louis kau bekerjan dengan sangat baik padaku"


"Tentu saja hidupku hanya untukmu tuan"


"Bagus, terus pantau perkembangan rencana kita dan bekali mereka dengam senjata kita yang baru"


"Baik bos, saya permisi"


"Pergilah!"


Brillo sudah tiba di perusahaanya, dengan langkah tegas dia berjalan masuk untuk menghadir rapat di perusahaan Kerenza dan setelahnya nanti dia akan kembali ke perusahaan miliknya.


"Dia sudah masuk bos, tapi hanya sendiri" lapor seseorang yang melihat Brillo dari kejauhan.


"Selamat pagi tuan muda"


Brillo hanya mengangguk kecil sebagi respon dari sapaan para peserta rapat, duduk dengan angkuh dan lansung mengambil alih perusahaan.


Dua jam rapat berjalan, dan selama dua jam itu ponsel milik Brillo terus bergetar tapi Brillo mengabaikannya karena fokusnya saat ini hanya pada rapatnya saja.


"Ada apa Hiebert?"


"Maaf tuan, ada masalah di perusahaan kita di Spanyol"


"Katakan ada apa?"


"Pimpinan perusahan kita disana di sekap para preman tuan dan saat ini anak buah kita sedang mencari keberadaanya"


"Baik tuan muda"


Brakkk


Brillo memukul meja dengan sangat kuat, benar benar saat ini emosinya sangat tidak bisa dia kendalilan mendengar dalam satu hari ini masalah sudah dua kali terjadi.


.


Di kediaman, anak buah yang di tugaskan untuk menangani perusahaan memberi kabar jika perusahaan mereka mengalami masalah dana karena manager keuangan perusahaan membawa kabur uang perusahaan bernilai fantastis dan Kerenza yang mendengar hal itu menjadi sangat marah mendapati ada penghianat di perusahaanya.


"Aku akan mengirim Kaisar dan Catline ke sana dan kau tetap jalankan pekerjaanmu Miguele!" titah Kerenza.


Matanya memerah menahan marah, sepertinya jiwa iblisnya kembali bangkit dan jika saja seandainya kondisinya saat ini tidak hamil mungkin saja Kerenza akan turun tangan mencari dan memberi pelajaran pada si penghianat itu.


"Kaisar segera ke Prancis dan tangani masalah yang ada di sana!" titah Kerenza melalui sambungan ponselnya.


Kerenza keluar dengan langkah cepat, "Catline..... Elsa...." panggil Kerenza dengan teriakan yang menggelgar memenuhi seluruh ruangan.


"Ada apa Keren, nona muda" ucap kedua orang yang di maksud secara bersamaan.

__ADS_1


"Ada penghianat di perusahaanku, dia membawa uang perusahaan dengan nilai yang tidak sedikit, aku mau kalian mencarinya dan habisi tanpa ampun!"


Kerenza berkata seolah tidak ada beban untuk menghabisi si penghianat dan memanah seperti itu lah dia tidak akan membeti ampun bagi musuh yang berani mengsiknya.


"Baiklah kami akan segera ke sana"


"Mattew, atur data perusahaan jangan sampai di retas karena masalah ini"


"Baik nona muda"


.


Di tempat lain Keitaro terus mengamati dan memantau semua perkembanhan rencana yang sudah mereka jalankan dan kini waktunya untuk bergerak setelah memastikan semua orang orang terkuat Brillo pergi melakulan tugas masing masing.


"Bagaimana?"


"Sesuai rencana tuan dan kini kita hanya perlu menyerang"


"Serang markasnya terlebih dahulu untuk memancingnya pergi!" titah Keitaro.


"Baik bos"


Pergerakan terus terjadi, Kaisar pun sudah pergi dan terpaksa Kerenza yang mengambil alih perusahaan ayahnya kembali untuk memantau perusahaan dengan di temani Mattew sebagai supir.


"Bagaiaman?" tanya Robert.


"Mereka semua sedang sibuk menyelesaikan masalah tuan"


"Perintahakan anak buah kita untuk menyerang terlebih dulu sebelum anak buah Keitaro sampai dan ingat setelah merecoh tarik mundur pasukan kembali!" titah Robert.


"Baik tuan" jawab Alex.


Sementara Brillo yang baru saja di kabarkan jika markas mereka sedang dalam penyerangan langsung bergegas pergi menuju markas, karena memang saat ini hanya dia yang harus turun tangan karena para anak buahnya dan orang kepercayaan melakukan pekerjaan masing masing"


Brillo mengebutkan mobilnya sedangakn pengintai sudab mulai mengikutinya dan melaporkan pada bos mereka Brillo sudah bergerak menuju markas sementara anak buah Robert sudah di tarik setelah berbuat recoj di markas Brillo.


"Siapa yang melakukan ini semua!" teriak Brillo.


"Merka anak buah Keitaro tuan muda" jawab mereka bersamaan.


Rahang Brillo mengeras mendengar jika penyebabnya adalah Keitaro, orang yang pernah mengibarkan berdera perang terhadapanya dan dia jadi berpikir jika semua masalah kali ini adalah rencana Keitaro.


"Kumpulkan semua anggota, kita akan melalukan penyerangan!" titah Brillo.


Mereka semua masuk kembali dalam markas tapi tidak berapa lama keributan kebali terdengar, suara suara tembakan dari luar terdengar bersahutan membuat Brillo mengumpat marah dan langsung mengambil senjatanya untuk melawan.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2