BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 30


__ADS_3

Sore sudah datang, Kerenza dan Brillo bersiap untuk pulang, dan rencanya Brillo ingin mengajak Kerenza untuk menginap di kediamannya.


" Love, kita pulang di rumahku saja dan menginaplah disana." pinta Brillo menghentikan langkah Kerenza.


Kerenza berhenti dan memandang wajah Brillo sesaat dan kemudian berkata"Maafkan aku Brillo. aku tidak bisa menginap di rumahmu malam ini " ucap Kerenza.


"Ada apa? Kenapa kau tidak bisa menginap di rumahku love. kau tidak lupa bukan dengan perjanjian kita tempo hari. "


" Tidak. Tentu saja aku tidak lupa. hanya saja aku tidal bisa untuk menginap malam ini dirumahmu, karena aku ada urusan besok."


" Apa masalah wanita itu love?"


Brillo bertanya pada Kerenza karena mengingay besok adalah hari rabu, hari dimana Kerenza akan menemui wanita misteius itu. Ia juga jadi teringat akan rencananya yang mereka rencanakan untuk menangkap wanita itu tanpa sepengetahuan Kerenza.


" Iya betul, aku harus bertemu dengannya untuk mnangkapnya dan memaksanya untuk membuak mulutnya memberi tau siapa yang sudah membayarnya."


" Apa aku bisa mengatakan sesuatu padamu love."


" katakanlah."


" Sebaiknya kau undurkan niatmu untuk menemuinya, percayalah kalau bukan dia yang kau cari."


" Apa maksudmu."


Kerenza tidak mengerti kenapa Brillo berkatan kalau mereka salah sasaran, dan wanita yang mereka incar bukanlah orangnya, padahal jelas sekali jika wanita itu menggunakan tato sesuai dengan gambar wanita yang ada di foto itu.


" Aku yakin love jika kalian salah orang."


" Tidak mungkin, aku tidak mungkin salah Brillo. Tato itu sudah memberi jawabannya dan jawabannya adalah dia orang yang aku cari."


Kerenza masih tetap yakin pada apa yang dia lihat dan dia anggap benar tanpa berpikir lebih teliti jika ini hanya sebuah jebakan untuk mengelabuinya agar tidak mengetahui siapa pelaku yang sebenarnya.


" Baiklah love, tapi ingat jika terjadi sesuatu kau harus hibungi aku ok."


" Baiklah." jawab Kerenza yang berfikir mungkin Brillo akan pergi ke kediamannya sendiri.


" Tapi untuk malam ini aku akan menginap di rumahmu love." kata Brillo yang membuat Kerenza kesal.


" Kenapa harus menginap di rumahku. kau kan punya rumah sendiri, sana tidur di rumahmu saja."


" Kau lupa dengan perjanjian kita love."


" Tidak. Tapi aku sangat tidak menyukainya."


" Percayalah love, jika aku menjauh maka kau akan merindukan aku." kata Brillo terkekeh melihat raut wajah Kerenza yang kesal.


" Dalam mimpimu saja."

__ADS_1


" Bukan dalam mimpi love tapi ini akan terjadi nanti."


" Apa kau akan pergi?" tanya Kerenza yang membawa serius perkataan Brillo.


Brillo terseny dalam hati melihat wajah serius Kerenza saat bertanya hal itu. " tentu. tentu saja suatu saat aku akan pergi."


" Jadi kau akan meninggalkanku?"


Kerenza menundukan wajahnya, entah kenapa perasaanya mendadak tidak rela jika Brillo akan meninggalkanya suatu saat, entah itu kapan yang pasti hatinya merasa tidak rela.


" Jika kau tidak mau membuka hatimu maka mungkin aku akan pergi love."


Brillo berjalan mendekat dan meraih pinggang Kerenza dan tangan kirinya menjepit dagu Kerenza dan menganggkatnya agar mereka bisa bersitatap.


" Ada apa hm? apa kau tidak mau aku peegi darimu?" tanya Brillo dengan senyum yang tidak bisa ia sembunyikan.


" Pada akhirnya kau akan meninggalkanku juga."


" Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu jika kai mau denganku dan berhenti menolak apalahi membantah ucapanku."


Brillo memberi ultimatum pada Kerenza bahwa dia tidak akan pergi jika Kerenza mengikuti kemauannua karena tentu saja ini akan dia jadikan kesempatan untuk menjadikan Kerenza miliknya.


"Itu sih kemauanmu untuk membuatku menurut semua perkataanmu karena kau akan mengambil kesempatan setelah itu." ketus Kerenza melepaskan pelukan Brillo dengab mendorong lelaki itu hingga Brillo terpental di sofa.


" Oh love kau.!"


" Tentu saja aku akan pulang tapi di kediamanmu love."


" Terserahn kau saja."


" Baikalah mari kita pergi."


Brillo menggendong tubuh Kerenza ala bridal style dan membawanya keluar dari ruangan Kerenza, dan bebrapa karyawan yang ada disana memandang ke arah mereka dan hal itu sukses membuat Kerenza sangat malu.


" Brillo apa yang kau lakukan! turunkan aku."


" Diamlah love jika tidak ingin aku menjatuhkanmu."


Kerenza akhirnya diam dan memilih melingkarkan tanganya di leher Brillo dan membenkan wajahnya di dada bidang pria itu yang membuat Brillo tersenyum penuh kepuasan.


" Mattew kau bawalah tas nona mudamu." titah Brillo sebelum melanjutkan langkahnya.


" Baik tuan muda." jawab Mattew membungkuk hotmat.


Brillo membawa Kerenza keluar gedung melewati beberapa lantai perusahaan tanpa mengelus pegal pada tubuhnya, bahkan di sana tak jarang seriap langkah mereka bertemu dengan karyawan dan memandang mereka dengan tatapan memuja.


" Brillo sudahlah turunkan aku. Aku sangat malu di tatap oleh mereka." bisik Kerenza.

__ADS_1


" Diam dan nikmati saja love, jangan banyak bicara."


" Ck, menyebalkan sekali kau ini."


***


Di sebuah kediaman yang termasuk golongan kediaman elit bak istana, seorang sedang berada di dalam kamarnya bersandar di kursi santainya sambil melihat lihat beberapa lembar foto yang tak lain adalah Brayen Wate, Darren Jokson dan Sharren Emily termasuk Erland yang menjadi korban kekerasannya.


Orang orang yang pernah ada di masa lalunya, orang orang yang pernah sangat barharga padanya, orang orang yang penah menjadi seperti keluraganya sendiri, dan juga orang orang yang menjadi penyebab perubahan dirinya sekarang.


Dendam yang berakar itu lah yang membuat dia menjadi kejam, menghabisi semua orang yang ia rasa tidak berpihak padanya tak terkecuali Sharren orang yang sangat dia cintai lenyap karenanya saat Sharren tetap menolak untuk bersamanya.


Masih terlihat jelas baginya wajah Sharren Emily saat memohon untuk berbaik hati padanya, tapi seolah matanya sudah gelap tidak bisa melihat betapa sekratanya menyedihkannya dia saat racun yang ia berikan menggerogoti seluruh tubuhnya hingga membuat kulitnya mengering keriput.


Flasback dua puluh tujuh yang lalu saat dia meracuni pasangan suami istri yang sedang menikmati makan malam mereka di kediaman mewah yang sekarang menjadi kediamannya.


" A a apa ya yang sudah ka kau lakukan."


Darren Jokson bertanya padanya dengan sekrat mulutnya sudah mengeluarkan busa karena racun yang sangat mematikan menjalar si seluruh tubuhnya.


" Hahahaha tentu saja untuk menghabisimu Darren, membalaskan dendaku karena kau yang sudah merebut wanita yang aku cintai."


" Tapi aku tidak mencintaimu. Akhhh." teriak Sharren.


Shareen yang masih bisa berkata karena ternyata racun yang tercampur dengan makananya tidak seperah suaminya, sehingga masih memiliki tenaga untuk berbicara walau dia merasa sedikit demi sedikit sakit mulai menjalari tubuhnya.


" Kau masih saja berkata tidak mencintaiku! bahkan di saat racun ini sudah menjalari tubuhmu." Bentaknya.


" Lebih baik Ak aku ma mati bersama suamiku." jawab Sharren dengan kata yang mulai berpotongan.


" Berarti kau memilih mati Sharren. tadinya aku ingin memberimu penawaran, aku akan memberi penawar racun untukmu jika kau bersedia hidup denganku dan membesarkan anakmu itu bersama."


" Lebih ba baik a ak aku mati. ta tapi aku mohon jaga putraku."


" Kau tenang saja, aku akan menjaga putramu jika di tidak menysahkanku Sharren."


Selesai berkata itu Shareen menghembuskan nafasnya menyusul suaminya yang sudah lebih dulu tiada kulitnya mengering seketika dan berubah warna kebiruan.


Menghela napasnya sejenak, walau sakit melihat wanita yang dia cintai tapi apa boleh buat, dendamnya jauh lebih besar dan berkuasa.


" Andai kau mau bersaman Sharren mungkin Kita akan hidup bahagia dan Erland pastibmasih hidup sekarang dan di dia tidak akan tiada." gumamnya.


Menyesal memang kadang menghantuinya tapi dia tidak bisa mundur lagi, sudah terlalu jauh ia melangkah, yang bararti dia harus menuntaskannya sampai keakaranya agar tidak berakibat fatal bagi kehidupannya ke depan.


TBC


VOTE yang menganggur, author siap ya menampungnya😊✌✌

__ADS_1


__ADS_2